olivia, fani, dan juga kaila adalah sahabat, tiga gadis cantik itu adalah geng popular di sekolah, suatu ketika banyak yang bilang bahwa festival di adakan lagi setelah sekian lama nya, tentu saja seisi kelas mereka bertiga semuanya ingin menghadiri acara yang cukup langka di kota mereka.
dengan senang nya tiga sahabat itu akan menuju sebuah festival pada malam hari nya, pada malam nya mereka bertiga tak melihat satu orang teman dari kelas mereka, akhir nya mereka menaiki sebuah kora kora, kincir angin dan rumah berhantu.
tapi saat mereka memasuki rumah berhantu olivia dan fani malah keluar menunggu kaila sampai selesai dengan permainan rumah berhantu itu, beberapa detik, menit, dan jam mereka sudah lelah menunggu kaila untuk keluar.
tring tring tring, ponsel olivia bergetar seperti ada yang menelepon, ternyata itu adalah salah satu dari teman kelas mereka yang katanya akan janjian.
" kok lu sama geng lu gak ada si? kita semua udah selesai naikin semua wahana nih.. " ucap seorang salah satu temannya tersebut.
" udh kok gw udah nyampe kalian nya yang dima- " pangilan Olivia terputus.
sinyal mulai tak ada angin semakin kencang malam semakin gelap, kaila belum keluar dari sana.
" mba mohon maaf mba siapa ya? kok malam malam berdua saja? ini kan festival 3 tahun lalu " ucap seorang paman memengang cangkul.
" lah ini kan festi- " ucapan fani terpotong lantas karena paman yang tadi berbicara tiba tiba menghilang dan festival tadi berubah menjadi sebuah hutan yang terbengkalai, rumah mainan hantu itu juga berubah menjadi sebuah rumah kosong/berhantu.
olivia dan fani teringat sebuah cerita yang dulu pernah orang orang bicarakan, mereka ingat bahwa ini adalah festival yang pernah ada kejadian kebakaran dan menewaskan banyak orang.
sejak kejadian itu kaila terus gentayangan karna ia ingin membalaskan dendam nya terhadap sahabat yang menghianati nya, begitupun dengan olivia dan fani, mereka terus menerus ketakutan karna mereka tersesat di sebuah hutan yang hanya ada satu rumah untuk berlindung yaitu rumah berhantu tadi/ rumah yang terbengkalai.
waktu terus berjalan, mereka kekurangan air minum dan makanan, di tambah lagi dengan rumah yang di hantui oleh kaila/ rumah hantu yang terbengkalai.
bodoh tapi serba salah.