"Baiklah... "
Tae pun menuju gudang untuk mencari starla dan mendapati gudang terkunci dan ia mendobrak pintu tersebut dan mendapati starla terbaring lemah disana.
"Starla.... "
"Oppa..."
"Aku disini... Apa yang terjadi.. Siapa yang melakukan nya? "
"Eunha... Dia yang mengunci ku disini... Bawa aku keluar aku butuh oksigen... "
"Baiklah. " Ucap nya dan menggendong starla keluar gudang dan membawa nya ke UKS untuk di beri oksigen bantuan.
UKS
"Bagaimana keadaan nya? "
"Dia baik baik saja, Hanya kehabisan oksigen saja"
"Ohh untung saja.."
'Dia ternyata bisa khawatir juga 'batin ku
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu.. "
"Nee gamsahabnida dokter.. "
"Nee "
"Oppa.... "
"Nee... Wae?
"Apa kau khawatir pada ku? "
"Tentu saja...hanya kau yang aku punya... Meskipun kau bukan adik kandung ku"
"Pfftt... "
"Kenapa kau tertawa? "
"Ani... Hanya aneh saja... Kau ternyata punya sifat seperti ini..."
"Heheh... Ohh kau bilang eunha yang mengunci mu?"
"Nee... Dia yang menunciku... Wae? "
"Kenapa dia mengunci mu? "
"aku juga tidak tahu... Dia bilang karna aku mengmbil hak nya jadi dia mengunci ku... "
"Hak nya?... "
"Emm... Apa jangan jangan waktu kita tertidur dia melihatnya... Dan dia mengira kita punya hubungan? "
"Bagaimana mungkin..."
"Mungkin saja karna kau kan populer di sekolah... "
"Emm bisa jadi... "
"Apa yang akan aku lakukan untuk membalas perbuatan nya padaku ini? "
"Tenang... Aku sudah punya cara..." *kembali menjadi kejam
'Daebak.... Dia menjadi kejam dalam sekejap...' batinku..
Malam hari nya...
"Oppa kita mau kemana?.... "
"Kita akan ke markas... "
"Markas? Markas mafia oppa? "
"Emm... "
"Kenapa kita kesana... Aku tidak mau... "
"Tenanglah... Aku punya kejutan untuk mu..."
"Ohh baiklah... "
Sesampainya di markas mafia oppa, aku terkejut karna eunha berada disana, dan sedang diikat... Mulut di lakban. Kira kira apa yang akan dilakukan oppa pada eunha?
"Oppa... Kenapa eunha ada disini? "
"Untuk memberi pelajaran pada nya karna sudah berani mencelakai mu... "
"Tapi... "
"Sstt... "
"Emm... "
"Buka lakban nya.... " Ucap ku pada anak buah oppa
"Nee"
Salah satu anak buahnya membukakan lakban nya.
"Eunha... " Ucap ku.
"Ehh... Starla... Heh... Kau ternyata bisa lepas juga. ... "
"Apa kau yang mengunci ku? "
"Memang aku Wae?... Kau sudah mengambil hak ku... Hahahahaha.. "
"Hak apa yang kau maksud?"
"Kau sudah mengambil tae dari ku... Hahahaha"
"Apa yang kau maksud... Tae itu... " Sebelum aku menyelesaikan ucapan ku oppa sudah menyela nya dan sontak aku kaget karna ucapannya.
"Aku pacarnya sekaligus kakak nya" Ucap tae
"Mwo?Pacar,Sejak kapan..Apakah kau tahu.. Aku sudah menyukai mu sejak lama... Apa kau tega terhadap ku... "
"Heh.... Kau itu hanya sampah" Ucap tae
"Kau berbuat seperti itu hanya untuk si jalang ini.. Sungguh murahan"
Plak...
"Kau beraninya menampar ku... "
"Siapa yang kau bilang jalang? Kau yang jalang karna mengganggu kehidupan orang lain.... Kau yang sampah! "
"Heh... Kau berani sekali... Tae bukankah sudah jelas... Siapa yang baik? "
"Bagiku pacarku lah yang baik..." Ucap tae sambil menarik tangan starla dan mengecup nya. Sontak membuat starla kaget dan tidak berkata apa apa.
"Sudah lihat?.... Dia yang terbaik bagiku... Bukan kam"
"Kauu Arghhh Hahaha.Kau..."
"Bereskan dia "
"Baik"
Tae menarik tangan ku dan mengajak ku pulang kembali ke rumah dan aku masih kaget dengan kejadian tadi... Tiba tiba di tengah jalan tae memberhentikan mobilnya.
"Kenapa berhenti? "
"Emm.. Maaf soal yang tadi.... Karna aku sudah menahan nya dari lama..."
"Emm... Tidak masalah... "
"Jinja? "
"Emm... Tapi mengenai perkataan mu tadi?"
"Wae?... Apa kah kau tidak mau menjadi pacarku? Lagipula kita bukan saudara kandung...."
"Emm.... Apa kau menyukaiku? "
"Aku sudah menyukai mu sejak lama... "
"Ohh...tap-.. "Sebelum aku menyelesaikan ucapan ku tae sudah mencium ku dengan lembut dan aku pun membalas nya. Seketika aku kehabisan nafas karna terlalu lama membalas ci*man tae.
"Hahh... Hah... Emm"
"Apa kau bersedia?"
"Nee aku bersedia.."
Tae pun melanjutkan mncium starla dan mlmt nya.
The end...