Aku juga tidak tahu kenapa semua ini bisa terjadi. Ketika ayah ku mati, semua musuh-musuh bergelonjak menyerang ku. Mulai dari menghina, memukul ku, menindas ku, dan rasis terhadap ku.
Ya! Aku memang terlihat cacat secara fisik, untuk itu aku jarang menunjukan wajah ku di internet. Karena aku sadar, karya ku lebih mendukung dari pada fisik ku.
Fisik ku begitu bodoh, namun aku mensyukuri semua nya, jalan hidup ku begitu mematikan. Terlebih lagi ibu ku seperti iblis. Mulut seperti pisau bermata dua, ia memaki aku dan ayah ku karena ayah ku tidak bisa menghasil kan uang setelah mati. Mau bagaimana lagi, aku hanya bisa menerima ucapan itu, dan berharap kalau tuhan akan memberi jalan yang terang.
Adik dari ibu ku juga sama, aku masih ingat dia mengajak ku untuk pindah agama. Pada saat itu aku menolak nya dengan alasan yang sangat kuat. Namun dia menjawap. "Kenapa nggak mau? Kan biar kita sama-sama di akhiran kalau sudah mati,"
Sudah menolak keras aku pada namun keadaan semangkin buruk. Ibu ku yang berhati iblis itu juga terikat untuk pindah agama. Awal nya aku tak menyangka kalau ibu ku itu begitu lemah dan gampang sekali di ajak.
Namun... Sentak aku berfikir, ibu ku tidak bisa menghasil kan uang sementara adik nya bisa menghasil kan uang. Apa karena uang, ibu ku bisa mau melakukan nya?
Begitulah, aku hanya bisa menerima kenyataan itu. Peristiwa itu membuat ku sangat-sangat amat membekas di hati ku. Aku mencoba untuk marah pada nya, karena di hati ku mendengar kata-kata itu sangat menyayat jiwa ku.
Malahan aku di ancam untuk tidak di berikan uang lagi dan memerintah ku untuk bekerja mencari uang sendiri. Adik ibu ku menghituang semua keperluan bulanan yang biasa nya ibu ku pakai dan membacakan kepada kami setelah itu, dia menanya balik tentang ancaman itu.
Mau bagaimana lagi? Karena aku tak punya uang, aku terpaksa membiarkan nya.
Entah karena aku bodoh atau semacam nya. Aku berharap, yang membaca ini dapat mengerti perasaan yang telah aku alami saat ini.
.
.
.
.
.
Terima kasih...