Kutukan selalu di awali oleh keserakahan.
🏰🏰🏰
Eva adalah seorang Ratu dari kerajaan yang bernama Escada. Dia sangat cantik. Hidungnya mancung, kulit putih bersih, dan bermata biru. Helaian rambutnya bak emas yang bercahaya kala ia berjalan di bawah terik sinar matahari.
Dengan wajah yang hampir terbilang sempurna, lelaki mana yang enggan memujanya. Eva selalu membuat beberapa raja, pangeran apalagi rakyat jelata terpana akan kecantikannya. Meskipun begitu, ada yang aneh dari Eva. Dia selalu menolak pinangan lelaki yang ingin meminangnya.
Eva lebih suka ditemani para pelayan perempuan pilihannya. Dia mengambil para wanita tersebut dari rakyat yang ada di kerajaannya sendiri. Anehnya, jika seorang wanita telah terpilih untuk datang ke kerajaan dan melayani ratu, maka akan dipastikan ia takkan pernah kembali pulang.
Di dalam kerajaan, terdapat sebuah rumah tua. Rumahnya berlokasi di belakang istana dan sangat terisolir. Rumah tersebut adalah salah satu tempat yang sering didatangi oleh ratu dan pelayan pilihannya. Eva bahkan melarang orang lain selain dirinya untuk masuk ke dalam rumah itu.
Di suatu malam, kala seorang pelayan baru mendatangi rumah tua. Pelayan tersebut mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk. Setelah mendapatkan izin dari Eva, dia pun melangkahkan kakinya ke dalam rumah.
Saat berada di dalam, pelayan itu dapat melihat banyak lilin merah yang menyala. Terdapat ranjang yang berada di tengah ruangan dan pastinya terdapat Eva sedang beristirahat di sana.
"Yang mulia, apakah ada yang bisa saya bantu?" ujar sang pelayan yang bernama Ellie tersebut. Dia duduk bersimpuh menghadap ranjang Eva yang tertutupi kelambu berbahan emas dan sutra.
Eva yang mendengar perlahan turun dari ranjang. Dia memperlihatkan kaki mulus dan putihnya. Tubuh Ellie membeku dengan keadaan jantung yang berdebaran. Dia sudah tidak sabar ingin menyaksikan wajah cantik ratu yang mempesona.
Tampaklah sudah sosok rupawan di hadapan mata Ellie. Salah satu perempuan dari rakyat jelata itu lantas terpana. Apalagi ketika Eva mengukir senyuman untuknya.
"Kau tentu sangat membantu," ujar Eva sembari berjalan mengitari Ellie. Baju panjangnya yang berbahan kain sutra sedikit mengenai wajah Ellie. Pelayan tersebut memejamkan mata untuk sejenak.
'Tidak hanya cantik, tubuh Ratu juga sangatlah harum!' batin Ellie yang masih belum selesai dengan kekagumannya.
Namun tanpa sepengetahuannya, Eva mengambil sebilah pisau berlambang iblis dari saku bajunya. Tanpa pikir panjang, Eva langsung menyayat urat nadi yang ada di leher Ellie.
"Kkkkkkkkk... kkk..." Ellie yang tak pernah menduga akan serangan itu bahkan tak sempat berteriak. Cairan merah nan kental merembes dari lehernya.
Eva segera mengambil gelas khususnya, kemudian mengumpulkan darah Ellie dengan benda tersebut. Dia juga sesekali mencicipi darahnya dengan jari telunjuk.
"Hmm, segar seperti biasanya!" ucap Eva, terkesima dengan rasa darah yang selalu terasa manis di lidahnya.
"Inilah yang aku suka darimu Eva!" suara berat dan keras terdengar dari belakang Eva. Dialah Averna, iblis wanita yang telah melakukan perjanjian dengan Eva sejak lama.
Averna terlihat sangat menyeramkan dengan tanduk panjang menghiasi kepalanya. Sayap besarnya melintang sedikit menutupi punggungnya. Sedangkan kuku-kuku runcingnya bagaikan susunan duri berbahan besi.
Dengan memberikan tumbal seorang wanita. Eva tidak hanya mendapatkan kecantikan dan umur yang panjang, tetapi juga kehidupan damai kerajaannya.
Eva tersenyum dan berucap, "Aku melakukannya demi rakyat Escada!"
"Hahaha! alasan, bilang saja kau lebih peduli dengan kecantikanmu itu!" balas Averna tergelak.
"Aku memang tidak bisa membantah." Eva ikut tertawa, lalu menyodorkan segelas darah kepada Averna. "Ini, kau bisa menikmatinya!"
"Terima kasih Evangeline!" sahut Averna, kemudian segera meminum cairan merah yang menggenang di dalam gelas khusus.
Eva melakukan ritualnya setiap malam jum'at. Jika satu malam saja terlewati, maka hancur sudah kecantikannya. Eva terus melakukan ritualnya setiap minggu dan tak pernah absen.
👑👑👑
Tahun demi tahun pun terlewati. Populasi perempuan di kerajaan Escada semakin berkurang. Berbagai rumor aneh mengenai Eva mulai tersebar di kalangan rakyatnya. Sebagian dari mereka menganggap sang ratu adalah seorang penyihir.
"Pantas saja dia cantik, ternyata melakukan perjanjian dengan setan!"
"Iya, kita harus berhati-hati."
"Aku sungguh tidak menyangka ratu seperti itu. Pantas saja dia sampai sekarang tidak memiliki seorang suami."
Begitulah percakapan yang ada di rakyat Escada.
Pada akhirnya, tak ada satu pun lagi keluarga di rakyat Escada yang mau merelakan anak perempuannya untuk menjadi pelayan ratu.
Eva yang mengetahui kabar tersebut pun geram. Dia akhirnya memilih jalan kekerasan. Eva memerintahkan prajurit untuk tidak segan-segan membunuh orang yang menghalangi perekrutan pelayan.
Satu, dua, tiga. Keberadaan perempuan di kerajaan Escada semakin menipis. Atau begitulah yang Eva ketahui dari para prajuritnya. Bahkan Eva yang sudah kehabisan akal terpaksa mengorbankan beberapa pelayan setianya.
Dan tibalah sudah di hari Eva hanya melihat dua orang perempuan yang tersisa. Ternyata keberadaan kedua perempuan itu sangat dijaga oleh rakyatnya. Sepertinya seluruh rakyat Escada berniat melawan keinginan sang ratu. Mereka menyerang area istana dan sudah tidak peduli lagi dengan keadaan ratunya.
Eva yang mendengar keributan itu segera berlari menuju rumah tua kesayangannya. Dia menutup dan mengunci pintu rapat-rapat. Kebetulan malam tersebut adalah siklus ritualnya akan dilaksanakan. Averna sudah menghadang di belakangnya.
"Mana persembahan yang akan kau berikan?!" tanya Averna, yang sontak membuat Eva menoleh ke arahnya.
"Maafkan aku. Aku tidak sempat mencarikannya hari ini, semua rakyatku terus melakukan perlawanan!" jelas Eva gelagapan.
"Apa kau bilang?!!!" Averna terbang melesat mendekati Eva. Sekarang wajah mengerikan iblis tersebut berada tepat di hadapan Eva.
"Maafkan aku..." Eva segera bersimpuh dengan keadaan tubuh yang gemetaran.
"Kau terlalu serakah Eva! kau memang pantas mati. Tapi--"
"Bunuh penyihir itu! dia bukanlah ratu!"
"Bakar saja rumahnya!"
Terdengar suara keributan dari luar rumah. Ternyata para rakyat Escada telah berhasil memasuki area istana. Sepertinya salah satu prajurit dipaksa untuk memberitahukan keberadaan Eva.
Tanpa pikir panjang, rakyat Escada segera melemparkan obor mereka tepat ke rumah tua dimana Eva berada. Sang jago merah langsung melahap atap rapuh dari rumah tua. Lama kelamaan rumah tersebut semakin habis dibakar oleh api. Namun keberadaan Eva sama sekali tidak terlihat.
"Kau yakin ratu Eva ada di dalam?!" tanya salah satu lelaki yang terheran.
"Aku sangat yakin tadi melihatnya masuk ke dalam rumah ini!" sahut salah satu prajurit yang berkhianat dari Eva.
Setelah kejadian itu, kerajaan Escada hidup tanpa pemimpin. Mereka pun akhirnya memilih salah satu pemuda yang menurut mereka pantas menjadi raja. Namanya Peter. Seorang lelaki gagah dan rupawan. Perlahan kerajaan Escada bangkit kembali. Dia merupakan salah satu rakyat Escada yang baru saja kembali dari tempat nan jauh.
⚔⚔⚔
Di suatu malam, Peter mendadak terbangun dari tidurnya. Dia merasa ada suara seorang wanita yang memanggil.
Peter lantas menengok ke jendela, dan dia menyaksikan ada seorang wanita dari jauh yang melambaikan tangan ke arahnya. Peter seolah terhipnotis. Hingga tanpa basa basi, ia pun bergegas mengikutinya. Namun semakin dirinya mendekat, wanita yang dikejarnya malah terus berlari menjauh.
Peter menghentikan larinya, kala melihat ada rumah tua terisolir. Dia menyaksikan sang wanita misterius masuk ke dalamnya.
'Aku rasa rumah di sini sudah terbakar, kenapa bisa tiba-tiba ada?' pikir Peter, kakinya terus bergerak maju.
Dia sudah masuk ke dalam rumah tua. Penglihatannya langsung disambut dengan penampakan sosok wanita yang dikenalnya. Eva, mantan ratu Escada.
Entah kenapa badan Peter terasa membeku. Dia tidak bisa menggerakkan badannya dan berteriak.
Eva semakin mendekatinya, kemudian mematahkan kepala Peter dengan sekali putaran.
Kretak!
Raja Escada tersebut seketika langsung kehilangan nyawa.
Kabar kematian Peter telah tersebar. Rakyat pun terpaksa memilih pimimpin yang baru. Dan sekali lagi pemimpin Escada meregang nyawa penuh teka-teki. Anehnya lokasi kematian mereka selalu berada di tempat bekas rumah tua berada.
Rakyat Escada mencoba memilih pemimpin lagi, dan untuk yang sekian kalinya raja atau ratu pilihan mereka mati di lokasi rumah tua.
Pada akhirnya semua rakyat menyadari kutukan ratu Eva. Mereka pun berkemas dan segera pindah ke kerajaan lain.
Kerajaan Escada menjadi kosong melompong. Hari berganti hari. Berabad-abad telah terlewati. Istana Escada telah menghilang. Terutama di tahun 2021 masehi. Namun tidak untuk rumah tua kesayangan ratu Eva.
Orang-orang terpilih akan mampu menyaksikan kecantikan ratu Eva dan rumah tuanya. Dan jika berhasil melihatnya, maka jangan harap mereka dapat kembali ke rumah dalam keadaan hidup.
~TAMAT~
Apa kalian ingin melihat kecantikan ratu Eva?