"Hal yang baru aku sadari adalah aku semacam meng-amin-i apa yang dikatakan orang-orang di sekitarku. Aku benar-benar seperti apa yang mereka pikir. Aku sudah "menghukum" diriku sendiri. Aku sudah "membunuh" diriku yang sebenarnya. Aku seharusnya mensupport diriku untuk mengasah kemampuan yang aku punya.Bukan berfokus pada kekuranganku yang terlihat oleh orang lain. Jadinya kekuranganku malah menjadi kelebihanku. Aku yang pelupalah, aku yang lambat berpikirlah, aku yang susah bersosialisi..", kata Leny kepadaku.
Aku terdiam mendengarkan keluh kesah Leny. Dia meneruskan lagi. "Va aku benar-benar tidak adil pada dirik ketidakberdayaan..ku ...
(bersambung)