aku pergi sayonara.
namaku hoku seikatsu anak kedua dari tiga bersaudara, orang tua dan saudara saudara ku begitu menyayangi ku, saat aku pergi nanti apakah mereka akan sedih?, sebenarnya aku tidak mau pergi tapi takdir berkata lain.
*hari Sabtu pagi
"ibu aku pergi dulu ya cuman sebentar kok"
"katsu mau pergi kemana?"" apa perlu ibu temani?"
"tidak perlu aku akan pergi sendiri"
cuaca cerah langit berwarna biru sangat indah aku duduk sendiri di kursi taman menikmati sisa 120 hari sebelum aku pergi, saat aku terlarut dalam lamunan ku ada seorang anak laki laki semuaran ku menghampiri ku, dia mengajakku bermain bersama taiyo namanya, dia baru pindah kesini beberapa hari lalu dan dia belum mendapatkan teman.
satu Minggu berlalu kami mulai saling mengenal dengan baik, setiap sore hari kami akan duduk bersama di kursi taman sambil menikmati senja dan bercerita banyak hal bersama, tak terasa waktu berlalu begitu cepat sudah dua bulan berlalu.
*Senin pagi
di Senin pagi aku kembali ke rumasakit dokter bilang aku akan pergi lebih cepat dari yang diperkirakan, sore harinya aku kembali ke taman menemui taiyo untuk terakhir kalinya, kami taiyo begitu senang melihat ku dia langsung berlari ke arahku dan membawa ku duduk di kursi taman.
"katsu sebenarnya aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu, jadi maukah kau menjadi pacarku"
sontak aku terkejut dengan perkataan nya aku pikir dia bercanda ternyata dia serius ingin menjadikan ku pacarnya tapi aku tidak bisa menjadi pacarnya jika aku pergi itu bisa menyakiti hatinya aku,
"taiyo maaf kan aku aku tidak bisa, lebih baik mulai sekarang kau melupakan ku"
setelah itu aku langsung pulang kerumah.
tak lama berselang setelah aku pulang aku pun pingsan dan saat aku sadar aku sudah berada di ruang ICU lagi, aku melihat kedua orang tuaku sangat khawatir dengan keadaan ku, kakaku juga nampak sangat cemas, apa aku akan pergi sekarang?, tapi kondisi ku kembali membaik dua hari setelah nya aku sudah diperbolehkan jalan jalan ke taman rumasakit, saat ditanam secara tidak sengaja aku bertemu taiyo.
aku heran mengapa taiyo ada di sini?, taiyo yang melihat ku langsung menghampiri ku,
"katsu, kenapa kau ada disini?, Dan kenapa kau memakai pakaian pasien apa kau sakit?"
aku tidak bisa menjawab pertanyaan nya.
"katsu kenapa diam saja?, apa ini alasan kau menolak ku hari itu?, tapi kan kau hanya sakit biasa bukan tidak perlu sampai menolak ku dan memintaku untuk melupakan mu"
"katsu kenapa diam saja?, aku salah ya?"
bagaimana cara menjelaskan hal ini kepada taiyo
"taiyo sebentar lagi mungkin aku akan pergi aku tidak mau membuatmu patah hati".
setelah itu aku kembali ke kamar, selang beberapa lama kemudian aku tidak sadarkan diri dan dokter bilang kondisi ku sedang kritis, saat dokter mengatakan hal itu taiyo ada tepat di depan pintu ICU, dia nampak sangat terkejut
"taiyo kenapa kau ada disini?"
" katsu kau mengenal nya?" tanya kakak yang sedang menemani ku
" ya aku mengenalnya dia laki laki yang menyatakan perasaannya kepadaku hari itu"
" katsu apa yang terjadi, sebenarnya kau sakit apa?" tanya taiyo dengan wajah khawatir
kakak lalu membawa taiyo keluar dari ruang ICU dan menceritakan semuanya.
setelah itu aku tidak sadarkan diri dokter dan suster berusaha keras menolong ku tapi waktu ku sudah habis di dunia ini, ayah ibu kakak adik taiyo sayonara, dan arigato untuk semua kenangan yang kalian berikan.
jangan lupa like dan komen ya#