Dewa kematian dengan mata sayu berbicara "Apakah kamu yang akan menyelamatkanku?". Dia menanggung rasa sakit dari kegelapan yang tak pernah ia minta. Bahkan penampilannya pun tak pantas dipandang.
Seorang garis yang bersinar bagaikan matahari berdiri disana. Ia mengulurkan tangannya sambil tersenyum dan berkata "Tak apa-apa. Sini, akan ku musnahkan kegelapanmu. Dan sosok itu juga, mari akan ku ubah menjadi burung yang indah."
Gadis itu menyentuh sang Dewa Kematian dan menyerap kegelapannya kedalam tubuhnya sendiri.
"Terbanglah dengan bebas, lepas ke langit - langit sana. Jika kamu tak memiliki tujuan, maka ikutlah denganku."
Dewa kematian memeluk gadis itu dengan sangat erat. Melepas salam perpisahannnya. Burung putih itu pun mengepakkan kedua sayapnya.
Masih banyak kegelapan yang menunggu untuk di selamatkannya. Dan gadis itu pun mengulurkan kedua tangannya untuk membantu menghilangkan kegelapan semuanya.
Lalu para burung putih yang ia pimpin membuat langit tertutup. Hingga tubuh gadis itu menjadi gelap seperti malam tergelap. Tubuhnya pun akhirnya tertutup oleh kegelapan. Seiring kekuatannya habis dan tubuhnya menjadi dingin bagaikan es.
Burung yang berduka pun melahap kegelapannya agar sembuh. Diantara burung - burung hitam yang menutup seluruh langit, dia lah yang bersinar bagaikan emas bernama soleil.