Aku hanya karakter biasa.ga punya nyali maupun keberanian.ketika dia didepan mata ku aku bersikap biasa saja, padahal kami awal nya sangat dekat, dia sering memberi kabar dan juga sering menanyakan kabar ku. sampai suatu saat kami bertikai hanya karna typo nya aku. setelah itu aku mencoba minta maaf dan yak dia berubah.
keesokan hari nya aku liat dia bikin status galau yang berisi kata yang ngena banget buat aku. isi nya "kamu bukan dihancurkan oleh nya namun kamu dihancurkan oleh harapan mu sendiri". awalnya aku ngerasa ini kaya nya bukan untuk ku,namun setelah aku pikir panjang, "apa mungkin aku penyebab nya padahal kan cuma masalah sepele" ucap ku dalam hati.
aku pun coba telfon dia, terus berdering hjngga aku sadar aku tidak dibutuhkan.
setelah beberapa bulan berlalu entah mengapa jarak antara kami yang dulu nya sahabat sekarang tiba tiba bagai abu yang hilang ditiup angin hilang tanpa jejak. aku semakin canggung jika melihat nya lewat atau pun saat kami berpapasan kami mencoba tidak melakukan kontak mata.
setiap malam aku insomnia trus memikirkan dia. "tanpa aku sadari aku telah jatuh cinta?" bisik ku pada diri ku sendiri. seiring waktu tidak terasa ujian sudah dekat, kami yang saat itu sekolah online memutuskan untuk mengerjakan ujian tsb bersama , meskipun aku tau itu adalah hal curang tpi aku setuju akan ikut namun pada hari terakhir. jujur saja aku masih takut bertemu dengan dia.
dan tak terasa hari ujian terakhir tlah tiba, " waktunya menemui dia " . aku datang terlambat ( emang sengaja sih...) aku datang tepat saat jam istirahat kira kira pukul 9 . saat aku datang mata nya terlihat seperti tidak pernah terjadi apa apa. tiba tiba ada rasa sesak yang tidak jelas apa penyebab nya , dengan santai aku menyapa nya " yo.. gimana ujian nya" ujar ku sambil sedikit basa basi . yah gitu deh kata dia. 4 teman ku yang lain menatap kami seakan ada yang terjadi diantara kami. setelah itu aku bersiap siap untuk jam selanjut nya aku pun diam diam melirik nya, dia lalu menatap ku dan berkata " bantuin dong". kata itu mengingat masa lalu yang tak ingin ku ingat .
jujur saja aku menyukai nya namun disisi lain aku juga membencinya , aku dulu sering menyempatkan waktu untuknya dan sering memberinya jawaban dengan polos nya aku memberikan nya dasar aku.
kata katanya membuat kata kata melintas dikepalaku.. "dasar ini cwe pdhl pinteer kenapa ga usaha" yah tentu saja aku membantu nya meski dengan ga ikhlas. pdhl aku menyukai nya namun aku bersikap sperti itu kepada. aku juga ga tau harus berbuat apa.
tak terasa ujian terakhir pun selesai aku pun bersiap siap pulang karna perut ku sudah sangat lapar... tiba tiba dia memanggil ku " hei bisa ngomong bentar ga? " . "ya emang apaan?" jawab ku dengan judes . dia menarik tangan ku dan menyeret ku ke lantai atas tempat kami berdiskusi.
dialog kami pun dimulai.
aku:" kenapa sih... main tarik tarik segala" dengan sedikit kesal
dia: " aku mau ngomong sesuatu" dengan dahi yang sedikit mengkerut menunjukan dia sedang tidak dalam mood nya
dia: " perasaan mu ke aku itu apa?"
aku diam dan mencoba membuang muka
dia : temen, sahabat atau... ada perasaan nih
aku: " apaan sih nanya begitu, kamu bersikap sperti tidak terjadi apa apa tentu saja aku begitu"
dia: aku jujur suka sama kamu, tapi...
aku: tpi... apa? aku juga suka sama kamu ( pdhl masih ragu) potong ku.
dia: tpi itu dulu sekarang aku udah ga mau berharap pada sesuatu yang ga pasti.
aku : perasaan kamu cepet banget berubah yah...
jujur saja mimpi ku, impian ku adalah kamu...
ucap ku dengan kesal.
dia : "aku sekarang udah punya seseorang untuk gantiin posisi kamu. kamu juga udah kasi harapan palsu ke aku.dan yah ini lah akhir mimpi mu semoga kamu bisa menemukan yang lain yah"
dia pergi .
aku sendiri sempat termenung sejenak, lalu aku pulang dan rebahkan tubuhku di kasur ku lalu berkata kepada diri ku sendiri " bodoh nya aku cinta ku bertepuk sebelah tangan, semua nya hanya sisa penyesalan. ingat lah wahai diriku smua orang belum tentu bisa dipercaya." setelah kejadian ini akupun sadar bahwa kepercayaan kita sangat mudah dihancurkan. dan setelah itu aku tidak bisa mempercayai siapa pun secara penuh aku hanya melihat mereka sebagai orang asing dan aku hanya bersikap baik pada mereka. karakter lemah dan pengecut sperti ku yang mimpinya tlah hancur karna hanya seorang gadis.