Gelap. Kegelapan.
Tak hanya di ruang ini, tapi juga di diriku. Menyeruak tanpa batas seakan aku ada di dimensi yang berbeda. Disini, hanyalah kamu yang memiliki sosok. Aku adalah kegelapan dengan suara bising. Aku bisa menyentuhmu, tapi kau tak bisa meraihku.
Meski begitu, kau tersenyum. Seulas senyum tipis dalam kegelapan. Yang menjadikan titik-titik air di pelupukku. Kukerjap mata beberapa kali, menahan perih yang mengendap dan berbuah serak.
“Tidak bisakah kau melihatku?” lirihku.
Kau tersenyum, “Maaf. Aku buta.”
####
Tamat.
2016
IndahRashie.