"Liora" teriak Niki
seketika, Niki memanggil dan meneriaki namanya tapi Liora melihat kearah Niki yang dimana Niki lah penyebab nya mengalami kecelakaan itu
"Niki" sapa Liora
Liora mendekati arah Niki..
"kamu.." kata Niki bingung
"kenapa aku?" tanya Liora juga bingung
"sejak kapan kamu tinggal dirumah kosong ini?" tanya Niki
"rumah kosong bagaimana? ini rumahku" kata Liora
"Liora, tapi kamu masih ingat ini aku Niki kan?" tanya Niki
"apasih kamu bicara dari tadi?" tanya Liora
"Liora, coba pegang tanganku" kata Niki memberikan tangannya
"untuk apa? mau berjabatan tangan?" tanya Liora
"pegang saja, nanti kamu akan tau, apa yang aku maksud sejak tadi" kata Niki
ditambah Liora melihat beberapa orang yang lewat seolah hanya melihat kearah Niki, membuatnya semakin penasaran, karna sejak kemaren ia merasa orang yang lewat tidak melihat nya sama sekali,
Liora pun akhirnya mengangkat tangannya untuk meraih telapak tangan Niki dan berjabatan tangan, tapi Liora malah menembus tangan Niki.
"Niki, apa yang terjadi?" tanya Liora kaget
"sekarang keluarlah dari gerbang rumah ini, dan lihat lagi rumah ini" kata Niki
saat Liora melakukan itu, ia keluar dari gerbang itu, Niki mengajaknya untuk menyabrang jalan untuk melihat jelas rumah itu, lalu Liora membalikkan badan, dan melihat kearah rumah itu.
betapa terkejutnya dia ketika mendapati itu adalah rumah kosong yang ia juga tau rumah itu adalah rumah memang tidak berpenghuni lama,
seketika Liora kaget dan teriak histeris dan bertekut lutut disana tapi tidak ada yang mendengar nya saat itu, hanya Niki lah yang bisa mendengar nya.
sekarang Liora merasa jika Niki begitu bisa membuatnya merasa mengerti dirinya, Liora pun berdiri lagi lalu meminta bantuan Niki.
"bantu aku Niki" kata Liora
"ya, pasti kubantu, ayo ikuti aku, jangan pernah ikut siapapun selain aku" kata Niki
"iya iya"
"tapi kenapa kamu tau aku disana?" tanya Liora saat mereka jalan
"aku tidak tau dengan kamu disana, aku baru tau ketika kamu tadi berdiri didepan sana, kemarennya aku melihat ada yang membuka jendela dari salah satu ruangan disana tapi aku tidak melihat penampakan siapapun, makanya aku penasaran dan datang lagi"
selama jalan, Liora terus merasa jijik pada dirinya sendiri, ia takut pada diri sendiri, dimana ia selama ini tidak pernah tau kehidupan yang berbeda lah yang ia jalani sejak ia merasa ia sudah bangun dari koma nya.
setelah sampai di rumah sakit, tepat masuk ke kamar dimana dulu Liora di rawat, Liora masuk dan pintu itu mendapati Lena dan Yogi menangis tidak hentinya dipelukan Ade, salah satu teman sekolah Liora yang begitu dekat memang dengan Liora
dan betapa kagetnya Liora ketika ia mendapati sosok dirinya terbaring diatas ranjang tidur rumah sakit itu.
"tante Lena, om Yogi.." sapa Niki
"Niki?" sapa Lena
"saya membawa Liora kembali" kata Niki
"apa yang kamu bicarakan?" tanya Lena
"Liora terperangkap dalam kehidupan dia yang berbeda dari kita" kata Niki
"Niki jangan asal kamu bicara, jaga ucapan" kata Ade nada pelan
akhirnya Liora mencoba merasuki badannya lagi, berusaha dengan cepat untuk bisa kembali menjadi manusia bukan sosok astral lagi..
yap, Liora memang kembali sadar saat setahun ia koma itu, tapi hanya bayangannya tidak dengan raganya.
tapi karna Liora terus penuh emosi, ia tidak juga bisa merasuki tubuhnya, ia bingung meminta bantuan Niki, tapi Niki soal itu juga tidak bisa, Niki hanya meminta agar Liora jauh lebih tenang.
daaaan setelah 5 jam Liora bergulat dengan cara merasuki lagi tubuhnya, Niki mencoba menenangkan Liora sementara Ade dan kedua orang tua Liora masih merasakan bingung dengan apa yang dilakukan Niki,
hingga akhirnya Liora berhasil lebih tenang, lebih tahan emosi, jaga perasaannya dan mulai lagi merasuki, dan berhasil, jari kanan Liora tergerak yang tandanya Liora benar benar sadar setelah tiga tahun koma.
seketika Yogi keluar berlari mencari dokter, dan mengatakan pada suster siapa saja yang ia temui diluar agar mengecek anaknya dan dokter pun datang..
dokter memeriksa semua yang membuatnya yakin jika Liora benar benar sadar dalam kondisi membaik jauh dari sebelumnya.
sementara diluar, Ade dan Niki mengobrol berdua, empat mata saja, tentang apa yang Niki lihat, Niki menjelaskan penyebab awal, hingga ia menemukan Liora sudah menjadi sosok "penampakan"
Ade kaget bukan main, ia baru mendengar cerita menyeramkan itu dialami teman dekatnya dimana Liora sosok gadis yang terkenal baik, periang, rame, dan asik.
sementara dokter begitu kaget ketika ia baru selesai membereskan beberapa peralatannya dan saat menoleh lagi kearah Liora, Liora sudah membuka matanya
"astaga" teriak dokter kaget
"saya panggil keluarganya saja ya dok" kata suster
"iya, sana, sepertinya ia hal tidak biasa, katakan pada orang tua nya jika butuh di doakan dan di ngaji kan" kata dokter
suster memanggil Lena dan Yogi untuk masuk, sementara Ade dan Niki mengikuti kedua orang tua Liora itu untuk masuk,
setelah masuk, semua kaget juga karna Liora sudah terbangun dari tidurnya selama tiga tahun dan Yogi juga Lena bergantian membacakan beberapa doa dan ayat ayat untuk memastikan jika Liora benar sadar dan pulih.
"Liora?" sapa Ade
mendengar itu, Liora seketika bangun perlahan dan duduk lalu menangis dan memeluk ayah dan ibunya, yaaap momen haru dimana seorang ayah, ibu dan anak yang sudah tidak kontak fisik karna anaknya koma selama tiga tahun
Lena tidak bisa berhenti menangis, karna kondisi anaknya memang membuatnya harus tetap tegar dan sekarang anaknya sadar, ia tidak bisa benar benar tidak bisa menahan tangisannya yang pecah bahkan membuat seisi ruangan ikut menangis
termasuk dua makluk astral yang menyeramkan yang berdiri di sisi depan toilet ruang inap dirawatnya Liora
"Niki, mereka siapa?" tanya Liora
"mereka lah yang mengaku jika mereka adalah tante Lena dan om Yogi" jawab Niki
seketika Liora kaget karna yang ia lihat adalah sosok perempuan dengan baju pulih lusuh dengan bercak darah di baju atas dengan wajah pucat sekali bersama sosok yang hampir tidak bisa menyerupai wajah karna saking hancurnya kondisi wajahnya.
Liora memalingkan wajahnya dan menutupinya karna takut dengan penampakan yang kini ia bisa melihatnya
"itu biasa dampak dari kamu yang lama tertidur, jadi bisa melihat mereka, semoga kamu mulai terbiasa dengan kondisi barumu" kata Niki
"berarti kamu habis mati suri, Liora, biasanya mati suri memang membuat orang yang mengalami aka bisa melihat sosok selain manusia" kata Ade
seketika itu Liora menangis, bersedih, ia belum siap semua itu, dan momen itu di hancurkan dengan dokter yang merasa terharu tapi ia harus mengecek kondisi Liora lagi dengan teliti untuk laporan pekerjaan mereka juga.
setelah selesai, Liora harus tahan di rumah sakit sementara dulu untuk maksimal dua hari, untuk pemulihan baru boleh pulang kembali kerumah.
Niki dan Ade pulang karna sudah waktu malam, sementara Liora yang sudah sadar tidak melepaskan tangannya dari sang ayah, karna ia terlalu takut dengan kondisi barunya yang sekarang sama dengan Niki
tapi seketika sang ayah melepaskan tangan nya dari Liora karna ia kaget melihat "penampakan" duduk di lantai tepat dibawah kaki tepat ranjang tidur anaknya
tapi setelah dilihat lagi, ia tidak melihat apapun disana
"papa, ada apa sih?" tanya Lena kaget
"aku tadi, disini, melihat, ada sosok" kata Yogi
"apasih pa, jangan aneh aneh" kata Lena
tapi saat melihat Liora, sudah menutupi wajahnya karna ia melihat apa yang ayahnya lihat dan itu masih ada hingga sekarang.
"Liora, nak, kamu kenapa?" tanya Lena
"ada penampakan di bawa ranjang tidur kaki aku ma" kata Liora ketakutan
seketika itu pula, Lena kaget karna apa yang dikatakan Yogi benar, tapi ia tidak melihat apapun disana.
"sudah pergi ya?" tanya Yogi
"masih pa, ada disitu" kata Liora
tapi Yogi benar benar sudah tidak melihatnya, karna kuatir, Lena menenangkan anaknya, tapi ketika Liora menyentuh lengan Lena karna memang Liora ketakutan, Lena seketika melihat penampakan itu juga, dan ia kaget pun melepaskan tangan Liora,
sejak itu Yogi dan Lena sadar jika siapa yang disentuh tangan Liora akan bisa melihat "penampakan"
Liora pun tidur, menenangkan dirinya, esoknya ia bangun, ia sakit perut dan meminta ibunya mengantarkannya ke toilet,
setelah masuk di toilet, setengah tembok toilet itu dari keramik putih dan Liora melihat jika dirinya di bayangan keramik itu berbadan kurus, seketika ia teriak histeris.
Yogi langsung membuka pintu toilet dan melihat anaknya yang duduk di lantai toilet itu, membantu Liora berdiri dan kembali ke ranjang tidurnya.
"ada apa nak?" tanya Lena
"ma, badanku, kenapa kurus?" tanya Liora
Lena menoleh kearah Yogi, Yogi menjelaskan tentang sedikit pengertian kenapa badan Liora mengurus.
sorenya, Yogi mengurus untuk biaya dan semua keperluan Liora sebelum pulang, Lena menemani anaknya di ruang rawat inap sambil membereskan beberapa barang bawaan mereka disana
setelah mala nya, Liora sudah bisa pulang, ia penasaran dengan berat badannya, ia kelihat timbangan badan, dan ia berjalan kesana, dan betapa kagetnya ketika ia tahu penurunan berat badan nya drastis karna dimana ia "sebelum koma" tuga tahun lalu masih memiliki berat badan 74kg yang bisa dikatakan cukup berisi lah bahkan ia bisa dikatakan gemuk bukan?
tapi di timbangan itu menunjukkan jika berartnya hanya 47kg, bahkan tidak sampai di berat 50kg, dimana jangankan segitu, mendapatkan berat badannya 65kg saja itu sangat sulit dan merasa mustahil Liora dapat tapi sekarang..
dan mereka lanjut jalan, saat melewati cermin benar saja yang dilihat oleh Liora adalah badannya yang mengecil, seperti sudah tidak ada lagi lemak ditubuhnya.
mereka pun pulang, sesampainya dirumah, kembali Liora masuk ke kamarnya yang sudah lama ia tinggalkan, yaap Liora yakin jika sekarang ini benar benar rumahnya bukan lagi rumah kosong.
tak lama adik perempuan dari sang ayah, yaitu Yani yang bertugas menjaga rumah Yogi itu selama Yogi berada dirumah sakit, melihat perubahan drastis tubuh Liora juga sangat kaget karna ia melihat terakhir bersama Liora saat Yani memberikan baju baru untuk Liora dengan sengaja membeli ukuran XXL agar nyaman dipakai badan Liora yang "nyaris gemuk"
hari berlalu dimana Liora kembali dengan kesibukannya seperti biasa, sembari mencari pekerjaan, ia juga membantu ayah ibunya dirumah dan Yani juga memutuskan tinggal bersama sang kakak dengan usaha membuka warung rujak, batagor bandung dan masakan lainnya yang berhubungan dengan saos kacang
tapi sejak kepulangan Liora dirumah, sejak itu lah ia mulai mencoba terbiasa dengan kondisinya yang bisa melihat penampakan sama dengan Niki
Liora kini mengalami apa yang Niki selama ini rasakan, tidak semua "hantu" atau penampakan itu memiliki wajah yang mulus dan hanya pucat seperti di film film, tapi banyak sekali yang mengerikan
ia memang tidak bisa berkomunikasi dengan "mereka" seperti Niki tapi Liora bisa dengan sentuhan tangannya saja membuat orang lain bisa melihat penampakan penampakan itu
dan menyadari itu, Liora menghindari siapapun orang untuk ia sentuh dengan tangannya
.
.
.
kisah pun selesai..
okay, buat yang baca penasaran bagaimana sosok Liora sebelum kejadian kecelakaan..
aku punya koleksi cerita horor dan misteri dari kehidupan Liora bahkan sebelum ia kecelakaan
insyaAllah juga nanti masih ada story lagi kok kehidupan Liora sejak ia kecelakaan dan mendapatkan kemampuan barunya ini jadi stay tone my story..