kisah dari seorang gadis bernama Liora Alexa Larasati biasa dengan panggilan Liora, gadis kelahiran 1995 ini memiliki banyak pro dan kontra, saya tekankan sekali lagi, jika ini adalah diambil dari kisah nyata..
.
okeh lanjooot...
.
berawal di saat Liora masih duduk bangku terakhir masa sekolah SMA.
waktu itu pelajaran seperti hari biasanya, tidak ada kejadian aneh, janggal, atau yang membuat hati tidak tenang, ya berjalan seperti hari hari biasanya saja.
Liora selalu memilih datang kesekolah dengan jalan, ia ada sepeda tapi ia selalu memilih jalan kaki, memakai sepeda jika ada urusan lain selain sekolah, intinya tidak pernah membawa sepeda.
karna mungkin ia berpikir jika itu hari terakhir kesekolahnya karna pengumuman kelulusan sudah keluar dan hasilnya ia lulus.
kali ini Liora sangat yakin jika ia akan membawa sepeda untuk pergi ke sekolahnya.
okeh bangun pagi, berangkat sekolah, sampai sekolah, masuk kelas, duduk menunggu jam masuk, absensi guru, pelajaran, istirahat, pelajaran dan pulang.. masih sama kan?
tapi saat Liora pulang sekolah, dimana ia ingat tanggal itu adalah tanggal ulang tahunnya (10011995), jadi ia terburu buru pulang karna akan mempersiapkan acara ulang tahun bersama teman temannya nanti malam.
ia mengambil sepeda nya diparkiran, salah satu temannya menyapanya (dari kelas lain)
"kamu pergi naik sepeda Li? biasanya jalan?" tanya Ade
"iya, lagi ingin saja" jawab Liora
"oh, kupikir kenapa" jawab Ade
"aku duluan ya, de" kata Liora
"okey"
Ade adalah teman satu sekolah Liora tapi berbeda kelas, Ade merasa heran karna selama sekolah ia tidak pernah melihat Liora membawa sepeda nya ke sekolah.
btw ade itu perempuan.
Ade tau jika Liora ada sepeda, tapi ia tau jika Liora memakai sepeda itu untuk urusan diluar urusan sekolah.
setelah bicara dengan Ade, Liora mengayuh sepeda nya dan keluar dari gerbang sekolah
tapi saat melewati gerbang, salah satu temannya lagi (dari kelas lain) menyapanya
"Liora, hati hati ya dijalan" sapa Niki
"ahh" jawab Liora dengan bingung
Niki adalah teman sekolah juga dengan Liora juga sama berbeda kelas dengan Liora, juga berbeda kelas dari Ade tadi.
saat mengayuh sepeda, Liora merasa ban sepeda nya semakin di kayuh semakin berat, ia berpikir ban nya kehabisan angin.
jadi ia turun melihat ke arah ban depan belakang nya tapi ia melihat tidak ada yang kekurangan angin, jadi ia mencoba dorong sedikit dan sepeda nya kembali ringan, tidak berat sama sekali.
ia kembali mengayuh sepedanya tapi disetengah ia jalan dari sekolah akan ke rumahnya, ia kembali memikirkan tentang Niki, temannya yang tadi menyapanya.
sosok Niki sudah bukan rahasia lagi, semua mengenal Niki adalah gadis yang bisa memiliki sixsense,
semua satu sekolah, sudah paham dengan kebiasaan Niki yang bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh orang lain, bahkan ia selalu menjadi orang pertama yang dimintai tolong jika ada hubungan dengan "makluk tak kasat mata"
Liora berpikir sejenak, tentang tadi yang tiba tiba Niki menyapa nya dan mengatakan itu kepadanya, sementara sebelumnya bahkan Liora tidak pernah menyapa atau mengobrol dengan Niki,
Niki tipe anak yang pendiam, jadi selama sekolah Liora tidak pernah mendengar Niki mengucapkan kata panjang seperti tadi, selalu menjawab satu atau dua patah kata saja.
bisa dipastikan jika ucapannya Niki panjang itu berarti isyarat untuk orang yang dimaksud oleh Niki harus menurutinya, benar benar berhati hati.
seketika, saat sedang memikirkan itu, Liora tertabrak mobil yang mengendarai sangat kenjang membuat Liora pingsan ditempat dan yang salah adalah Liora.
karna Liora tidak sadar jika laju sepeda nya semakin jalan semakin ke tengah
Liora di larikan kerumah sakit dengan bantuan warga sekitar, juga si penabrak tadi.
sesampainya dirumah sakit, Liora ditangani dokter, banyak dokter merasa aneh sejak awal warga membawa Liora di rumah sakit karna tidak ada bekas darah, atau luka sama sekali tapi dokter tetap waspada untuk memeriksa tau tau didalam, organnya yang terkena benturan.
beberapa hari berlalu, Liora tidak juga bangun, keluarganya berdatangan melihat Liora juga bergantian menunggu Liora, begitupun teman teman sekelas Liora yang datang menjenguk Liora dirumah sakit termasuk Ade dan Niki
"kenapa kamu datang bawa sepeda Li, kamu kan selalu jalan, kalau kamu capek atau sedang tidak fit, kamu selalu bilang sama aku untuk ikut dan berboncengan dengan motor ku" kata Ade
"oh memang dia pergi sekolah terakhir membawa sepeda?" tanya teman Ade
"iya, dia bawa sepeda" kata Ade bersaksi
selang sehari, Niki juga datang bersama beberapa teman nya dari kelas nya juga, yang berbeda dengan kelas Ade dan teman teman Ade sebelumnya
"kan aku sudah bilang hati hati" kata Niki
"apa yang kamu katakan padanya?" tanya teman Niki
"aku hanya mengatakan untuk dia hati hati waktu pulang itu" jawab Niki
"memang kenapa harus hati hati? apa kamu akan tau jika dia akan kecelakaan?"
"ya" jawab Niki dengan singkat
"apa tandanya?"
"ada sosok perempuan berbaju putih lusuh dengan berceceran darah di kain bagian dada sedang duduk di belakang Liora" jawab Niki
seketika semua teman Niki kaget mendengar itu, karna mereka semua tau bagaimana jika Niki sudah mengatakan memang itu yang terjadi sebenarnya,
Niki pergi tanpa menjawab apapun pertanyaan teman temannya lagi karna ia melihat sosok yang sama dengan yang baru ia katakan sudah datang diantara teman temannya.
seminggu berlalu Liora juga belum sadar, dokter tidak mengatakan jika ada luka berat didalam tubuh Liora, tapi dokter bilang jika Liora belum sadar, itu artinya Liora masih harus dirawat.
sebulan berlalu, Liora masih berada di tempat yang sama, di atas ranjang tidur rumah sakit dengan tusukan ICU ditangan kanannya, dokter juga masih rutin selama itu mengecek perkembangan pasien Liora.
berjalan 6bulan, dokter hampir kehilangan akal sehat nya untuk berpikir tentang yang terjadi, Liora tidak juga bangun, padahal tidak ada terjadi apa apa dalam diri Liora,
tidak ada luka, cedera, lebam, traumatik dan lainnya yang teridentifikasih, tapi pasien masih dalam kondisi kritis.
karna bingung juga harus bagaimana, ayah ibu Liora harus turun tangan mencari dari awal kenapa anaknya tertabrak dan koma hingga beberapa bulan.
mereka menemui beberapa guru terlebih dahulu, mereka juga tidak tau dengan awal sebelum Liora pergi dari sekolah sebelum kecelakaan itu.
"bu Lena, silahkan duduk" sapa wali kelas disekolah SMA Liora
"terimakasih bu, maaf saya mengganggu di jam kerja ibu" kata Lena
"iya bu, tidak masalah, kerjaan saya lagi senggang. ada yang bisa saya bantu ibu?" tanya wali kelas
"bu, atas peristiwa Liora kemaren kecelakaan saya mau ada beberapa pertanyaan" kata Lena
"oh iya, Liora, kemaren, bagaimana bu? sudah ada perkembangan?"
"tidak bu, makanya saya datang kemari"
Lena menjelaskan disana tentang kondisi Liora yang masih saja tidak ada perubahan
dan meminta bantuan wali kelas untuk mencari apa penyebabnya, tapi wali kelas menolak membantu karna bagi wali kelas, Liora tidak bangun 4 bulan sudah tidak wajar padahal dokter mengatakan tidak ada yang terjadi apapun kepada Liora.
tapi wali kelas menyarankan untuk Lena menemui saja Niki, salah datu murid sixsense yang paling dihandalkan sekolah
"saya benar benar minta maaf bu, soal membantu Liora ini, tapi saya ada murid, dulu teman Liora, bisa melihat beberapa hal mungkin bisa bantu anda" kata wali kelas
"oh iya bu"
"saya kasih tulisan alamat"
setelah mendapatkan alamat rumah itu, Niki pergi ke alamat itu bersama Yogi, suami nya juga adalah ayah dari Liora,
karna dari pagi bekerja, sore baru bisa mendapatkan waktu menemani Lena pergi kemana mana yang mau pergi.
setelah sampai dirumah itu, tak lama Niki keluar, yaaa itu adalah rumah dari Niki
disana lah Lena dan Yogi mulai menjelaskan tentang kondisi anaknya, dan menanyakan beberapa hal tentang apa yang bisa di lihat oleh Niki
Niki menjelaskan jika ia tidak tau apa apa, ia tidak bisa mengatakan apapun karna memang tidak tau apa yang terjadi sejak awal, hanya ia sudah tau tentang "gadis berbaju putih lusuh dengan berceceran darah" itu
"tante, saya juga sebenarnya tidak tau dari awal cerita" kata Niki
"tapi kata wali kelas Liora, kamu bisa membantu saya" kata Lena
"iya bisa, kasih saya waktu, besok saya akan menjenguk Liora dirumah sakit sekalian menjelaskan, saya masih harus mencari tahu" kata Liora
Lena memohon sekali untuk bantuan Niki, dan Lena juga Yogi pun pergi dari sana berharap besok benar benar Niki menemuinya
esoknya, Niki benar menemui Lena dan Yogi di rumah sakit, menyapa mereka berdua dan menjelaskan tentang apa yang ia ketahui dari semalam ia berinteraksi dengan makluk yang ia lihat berada pedal belakang boncengan sepeda Liora itu
"Niki, bagaimana?" tanya Lena
"jadi, Liora sebelumnya buang air besar "poop" dan tidak menyiramnya" kata Niki
"hah? karna hanya hal itu?" tanya Yogi
"iya om, tapi ini tidak bisa diremehkan, karna toilet termasuk tempat sarang nya makluk astral, jadi mereka akan terganggu jika kediaman mereka tikotori" kata Niki
"aneh ya, kenapa bisa begitu saja loh, bukannya murid disekolah itu banyak, pasti bukan hanya Liora yang pernah melakukannya" kata Lena
"iya tapi semua yang melakukan hal sama di toilet sekolah mengalami banyak gangguan juga" kata Niki
"ya berarti memang merit tuh toilet, ma, kalau cerita nya seperti itu" jawab Yogi
"ya allah nak, Lioraaa, kenapa kamu tidak menyiramnya, kenapa melupakan menyiram itu nak, kamu harusnya tau kan apa yang akan terjadi jika kamu melakukan nya sementara banyak teman temanmu melakukan itu mendapat petaka" kata Lena menangisi anaknya
Niki hanya diam, tidak tau lagi harus melakukan apa, hanya melihat kedua orang yang paling sayang kepada Liora menjadi orang paling hancur didunia hanya karna hal sepeleh itu.
kini Liora sudah hampir setahun tepat dirawat dengan posisi masih sama, ia menjadi pasien yang dikatakan mati tapi masih ada tanda tanda kehidupan tapi dikatakan hidup ia tidak ada pergerakan atau perkembangan, begitu sajaaaa.
dan tepat sudah setahunnya Liora dirawat dan dihari itu ternyata hari yang sama dengan hari kecelakaan Liora yaitu Rabu ditanggal dan bulan yang sama setahun lalu.
Liora akhirnya terbangun dan mulai sadar dari tidur lamanya, melihat sekeliling, sedang tidak ada siapapun disana, ia pun bangun dari ranjang tidur rumah sakit itu lalu melihat sekelilingnya sedang berada dirumah sakit,
ia bingung lalu berjalan keluar dari kamar melihat kondisi diluar, ramai tapi tidak ada perawat atau dokter, yang ia lihat adalah orang orang asing yang menunggu keluarga nya sedang sakit.
ia berjalan menyusuri lorong itu, berjalan terus melewati admin utama didepan pintu utama rumah sakit, karna ia bingung ia balik lagi ke tempatnya dirawat tadi,
tapi saat ia masuk masih tidak ada siapa siapa, tak lama ia akan berjalan masuk kamarnya itu, tiba tiba ibu dan ayahnya menepuk pundaknya
"mama, papa" sapa Liora
"kamu mau kemana, kenapa masuk lagi, ayo pulang, ayah sudah urus semua kepulanganmu" kata Lena
"iya bu" jawab Liora
yang mananya ibu, mengajak pulang anak nya, tentu ia ikut pulang dengan ibunya tapi sejak tadi, Liora merasa jika ada hal aneh dengan ayah dan ibunya,
dimana ia merasa jika wajah Lena sang ibu dengan Yogi sang ayah seperti berbeda, lebih dingin, lebih datar, tanpa ada ekpresi, Liora berpikir itu jika itu mungkin saja orang tuanya lelah.
tapi saat keluar rumah sakit, hal janggal kembali Liora rasakan dimana ia merasa jika dicuaca terik siang begitu harusnya panas, suhu akan membuatnya gerah, tapi justru suhu ia rasakan sejuk sejuk dingin.
sampai di rumah nya, tapi setelah sampai rumah, Liora merasa ada yang aneh dengan rumahnya, terlihat kotor, kusan, debu dimana mana, ia berpikir mungkin karna ayah ibunya tidak ada yang sempat untuk bersih bersih karna menunggunya dirumah sakit secara dirumah sakit sudah setahun lamanya,
sementara rumah tidak di bersihkan sebulan saja ya jelas kotor bukan? tidak ada yang mengurus jadi Liora memutuskan untuk membersihkan rumahnya.
Lena dan Yogi melarang untuk Liora keluar rumah terlalu lama karna memang kondisi Liora masih belum begitu sembuh total,
selama dirumah Liora hanya membersihkan seluruh rumahnya tidak selesai dengan cepat, sistem Liora membersihkan secara bergantian tiap tiap ruangan.
hari hari berjalan lagi kan, sudah setahun berjalan sejak kecelakaan itu, tapi sejak beberapa bulannya lagi sejak ia kembali kerumah, ia tentu pernah merasakan rasa bosan didalam rumah.
ia keluar, mencari angin segar diluar sana, ia melihat banyak anak anak kecil bermain, banyak anak bersepeda jalan jalan yaaa seperti kegiatan biasanya disekitar rumahnya.
ia merasa sendirian, tidak ada yang menyapanya, tidak ada ia melihat orang yang ia kenal satupun untuk ia sapa, setelah puas jalan, Liora kembali kerumah lagi,
dan kegiatan itu ia jalani sekitar setahun kedepan lagi dan kini sudah dua tahun kecelakaan itu terjadi.
saat ia sendirian dirumah, ia duduk diteras, ingin merasakan angin yang sore itu sedang kencang, sambil menikmati tea buatannya sendiri sambil ia memikirkan tentang dirinya yang kini sendiri didalam sepi.
ia takut keluar karna larangan dari Lena dan Yogi, tapi ia bosan, ia berjalan mendekati arah dekat jalan aspal didepan rumahnya itu.
beberapa orang lewat dengan santainya, tanpa meluhat kearah apapun pada diri Liora, Liora merasa jika semua orang itu membuatnya kecewa.
bagaimana tidak, ia berdiri tapi orang orang itu terus jalan tanpa memperdulikannya berdiri disana, tidak ada yang menoleh kearahnya seperti menganggap Liora tidak ada.
hari berlalu, saat baru saja datang, Yogi dan Lena masuk kamar mereka masing masing, Liora masuk kearah kamar nya karna ia tau jika Lena dan Yogi akan melarangnya keluar sedikit saja.
"Liora, tutup jendelanya, jangan membuka" teriak Yogi dari luar kamarnya
"iyaa" jawab Liora
saat dikamar, ia iseng membuka jendela kamar nya, tapi seolah tau, tiba tiba Yogi meneriaki Liora agar tidak membuka jendela kamarnya,
seketika, Liora berjalan membuka pintu sudah tidak ada siapa siapa disana dan pintu kamar orang tuanya terbuka yang berarti memang tadi Yogi keluar dan meneriakinya tapi tau dari mana Yogi, sementara kamar Liora tertutup.
Liora berpikir positif ia merasa jika mungkin saja Yogi sedang keluar rumah dan tidak sengaja melihat ketika Liora membuka jendela itu.
tapi Liora tidak tau, jika diluar tadi, baru saja ia menutup kembali jendela kamarnya karna teriakan dari sang ayah, sebenarnya Niki lewat didepan sana.
yap, tepat sekali ketika Liora membuka jendela itu, tapi Liora tidak bisa melihat jika Niki berada disana, sementara Niki melihat jika salah satu jendela itu buka tapi ia tidak melihat siapapun yang membuka dan itu sudah hal biasa dia alami sebagai "gangguan" dari para makluk astral
hari berlalu, dimana ketika lagi lagi Liora sendiri, dimana ia merasa candu untuk keluar seperti kemaren, ia merasakan jika menghirup udara segar seperti kemaren sudah lama tidak ia rasakan.
tapi diwaktu yang sama ketika Liora keluar dari kamarnya untuk keluar dari rumahnya mencari udara bebasnya sementara Niki ternyata balik lagi kerumah yang kemaren ia lihat dimana jendela itu terbuka tapi ia tidak melihat siapa siapa yang membuka,
itu membuatnya penasaran, karna seharusnya ia bisa melihat sosok apa itu yang membuka jendela jadi ia menghampiri rumah itu lagi.
seketika sampai, begitu shock nya Niki ketika melihat dilatar rumah itu sedang berdiri sosok gadis berbaju sama dengan ketika Liora kecelakaan yaitu seragam lama sekolahnya berdiri didepan rumah itu dengan wajah Liora yang begitu pucat dan terlihat bukan lagi manusia.
.
.
.
.
.
penasaran kelanjutannya kan? apa yang terjadi sebenarnya sama Liora? yaap.. lanjut ke PART-2 nya yaa.. cekidot....