Dua orang bocah sedang berjalan-jalan bersama sepedanya di tepi pantai. Mereka tersenyum bahkan sampai tertawa riang bersama. Tentu itu diawasi oleh kedua orang tua mereka yang sedang bersantai dibawah payung pantai mereka.
"Bella, ayo kita tinggalkan sepedanya disini dulu"
Bocah lelaki yang sedang mengendarai sepedanya didepan mendadak berhenti dan menoleh kebelakang melihat teman perempuannya.
"Baiklah"
Gadis kecil itupun mengikuti ucapan sang sahabat, lalu turun dari sepeda dan meletakkan sepedanya begitu saja. Perlahan gadis kecil itu mendekati sahabat lelakinya, kemudian menyentuh lengan sang sahabat.
"Kau kena! Kau yang jaga. Sekarang.. kejar aku!" ucap si gadis kecil.
"Ouh, baiklah.. kalau begitu aku akan mengejarmu. Hyaa!!"
Bocah lelaki itupun kemudian berlari mengejar sahabatnya.
"Rraarr!! Aku akan menangkapmu!!"
"Ayo terus tangkap aku~ kau tidak akan bisa mengejarku~" goda si gadis kecil.
"Iihhh!! Awas saja kau! Yaa!!"
"Aaa!! Mama!! Papa!!
Mereka pun kejar-kejaran bersama di pinggir pantai itu. Membuat orangtua mereka hanya bisa terkekeh melihat tingkah anak-anaknya yang menggemaskan.
"Bulan depan nanti.. aku dan suamiku akan pergi ke luar negeri untuk mengurus pekerjaan. Tentunya Aris juga harus ikut. Tapi aku khawatir jika tidak ada Aris, Bella akan kesepian" ucap Mama Aris.
"Kau tidak usah khawatir, Bella pasti akan baik-baik saja tanpa Aris. Ini kan demi kepentingan keluarga kalian. Kalian juga tidak mungkin akan pergi jauh tanpa alasan bukan? Jadi tenang saja.. Bella pasti akan mengerti jika kita jelaskan nanti" ucap Mama Bella.
Mereka berdua pun kembali bersantai sambil mengawasi anak-anak mereka yang masih bermain kejar-kejaran di pinggir pantai.
5 menit kemudian...
"Hah.. hah.. hah... Bella... Ayo kita duduk dulu. Aku capek" ucap Aris dengan nafas terengah-engah.
"Baiklah" ucap Bella tersenyum.
Aris terduduk di pinggir pantai, sesekali kaki kecilnya itu terkena air pantai yang perlahan naik dan turun. Bella pun berlari menghampiri sahabatnya lalu ikut duduk disamping Aris sambil memeluk lututnya dan melihat pemandangan pantai.
Aris mulai menulis di pasir menggunakan jari telunjuknya. Ia membuat huruf A besar disebelah kiri, B besar disebelah kanan, kemudian C besar ditengah-tengah.
"Aris lagi buat apa?" tanya Bella.
"Lihat ini. A disini berarti Aris, B disini berarti Bella" sambil menunjuk huruf yang ia buat di pasir.
"Tapi kenapa huruf C nya ada ditengah? Seharusnya kan huruf C ditulis setelah B. Kenapa sekarang jadi huruf C setelah A?" tanya Bella bingung.
"Huruf C ditengah itu berarti Cinta. Jadi A = Aris, C = Cinta, dan B = Bella. Kalau disambung berarti Aris Cinta Bella" ucap Aris sambil tersenyum menatap sahabatnya.
"Cinta itu apa Aris?" tanya Bella polos.
"Aris juga gak tau, tapi kata Mama cinta itu sama dengan sayang. Kayak Mama cinta sama Aris, berarti Mama juga sayang sama Aris"
"Jadi kalau Mama Bella cinta sama Bella, berarti Mama Bella juga sayang sama Bella dong"
"Iya gitu"
"Ooohh"
Mereka pun kembali bermain sambil menggambar dan menulis bersama di pasir itu.
2 jam kemudian...
"Aris, Bella. Udah yuk mainnya, ayo kita pulang" teriak Mama Aris memanggil keduanya.
Mendengar itu dua bocah yang sedari tadi duduk pun kini berdiri dan beranjak pergi sambil menuntun sepedanya kembali. Mereka berdua berjalan mendekati orangtua mereka.
"Udah mainnya?" tanya Mama Bella.
"Udah" jawab mereka berdua kompak.
"Yaudah, yuk pulang" ucap Mama Aris mengajak semuanya untuk pulang.
Skip~~
1 bulan kemudian...
Tak terasa satu bulan sudah terlewatkan. Bella sudah diberitahu perihal tentang Aris dan keluarganya yang akan pergi ke luar negeri. Mendengar itu Bella sedikit sedih, karna ia akan berada jauh dengan sahabatnya itu. Tapi Mama Bella berusaha meyakinkan anaknya agar rela ditinggal sang sahabat. Walaupun menyakitkan tapi Bella tetap menurut. Ia juga mengerti kalau Mama dan Papa Aris mempunyai pekerjaan yang harus diurus. Jadi tidak apa-apa selama ia masih bisa terhubung lewat telepon dengan sahabatnya.
Sore itu Aris dan Bella kembali berada di pantai sebelum besok pagi Bella akan mengantar Aris ke bandara. Kali ini mereka hanya berdua saja. Karena jarak antara rumah Bella dengan pantai terbilang dekat, jadi mereka sudah terbiasa berdua di pantai itu meski tanpa mama dan papa mereka yang mengawasi. Mereka berdua hanya berdiri berdampingan sambil melihat ombak pantai yang makin lama makin membesar.
"Aris" panggil Bella pelan sambil menoleh pada sahabatnya.
"Iya, ada apa Bella?" tanya Aris balik menoleh.
"Aris beneran bakal pergi lama? Kalo gitu kapan pulangnya?" tanya Bella dengan wajah cemberut.
"Aris gak tau bakal berapa lama. Tapi kata Mama beneran lama banget"
"Nanti Bella bakalan kangen sama Aris kalo nantinya jauh-jauhan begini"
"Bella jangan sedih ya. Kan kita masih bisa telponan, vidio call-an juga bisa kan. Jadi Bella jangan sedih-sedih lagi. Kalo Bella sedih nanti Aris juga bakalan sedih loh" ucap Aris memegang bahu Bella.
"Hmm.. yaudah kalo gituh, Bella gak akan sedih-sedih kok. Bella kan gamau liat Aris juga sedih. Tapi... Bella punya satu janji buat Aris"
"Janji apaan?"
"Bella akan terus berada di pantai ini buat nunggu Aris pulang kapanpun. Kalo Aris dah pulang nanti.. pergi aja ke pantai buat bertemu Bella. Bella akan terus berada disini kok. Jadi kalo Aris mau nyari Bella ya ke pantai aja. Karna pantai ini kan punya nya Aris sama Bella"
"Iya Aris janji kok"
"Dan satu lagi..." ucap Bella sambil menaikkan jari telunjuknya dan memasang muka cemberut.
"Hmm.. ada apa lagi?"
"Janji ya jangan pernah ngelupain Bella. Jangan pernah nyari sahabat lain selain Bella. Kan Aris udah punya Bella"
"Iya Aris janji kok. Sahabat Aris kan cuma Bella seorang. Dan Aris juga gak akan pernah ngelupain Bella. Aris akan terus mengingat Bella sampai kapanpun"
Mata Bella pun berkaca-kaca mendengar ucapan sahabatnya tadi. Ia ingin sekali menangis karena belum rela ditinggalkan sahabatnya itu.
"Peluk?" ucap Aris sambil merentangkan kedua tangannya.
Bella pun langsung memeluk Aris dengan erat sampai ia menangis di pelukan sahabatnya.
"Aris janji ya, selalu ingat sama Bella dan gak punya sahabat lain kecuali Bella.."
"Iya Aris janji. Aris bakal pegang janji itu. Bella tenang aja"
Perlahan Bella melepaskan pelukannya lalu menghapus air matanya kemudian menunjukkan jari kelingking pada Aris. Senyuman terus menerus mengembang di bibir Aris karena ia begitu gemas dengan tingkah Bella yang sangat imut. Lalu Aris pun mengaitkan jari kelingkingnya pada Bella untuk berjanji
Dan itulah terakhir kali pertemuan mereka sebelum Aris berangkat ke bandara lalu lepas landas dengan pesawatnya.
Sejak kepergian Aris, Bella selalu berdiri di tepi pantai itu seraya mengingat janjinya kepada Aris. Ia akan selalu menunggu sahabatnya pulang kapanpun... Di pantai ini.
"Bella akan tetap menunggu Aris pulang"
Itulah yang selalu Bella kecil gumam kan jika sudah berada di pantai.
3 bulan berlalu... Bella masih menunggu Aris di pantai itu. Setiap hari ia selalu pergi dan berdiri di tepi pantai untuk menunggu kepulangan Aris. Tapi setiap waktu ia tak pernah sekalipun menemukan Aris yang berjanji akan mencarinya jika dia sudah pulang nanti.
Vidio call, salah satu cara Bella melepas rindu pada Aris. Memang tidak setiap hari ia menelepon Aris, karna Bella tau Aris pasti sedang sibuk. Jadi ia akan menelepon ketika mempunyai waktu luang saja. Sedangkan sebagian waktunya ia gunakan untuk berada di pantai itu.
1 tahun berlalu... Bulan ini Bella sudah genap berumur 7 tahun. Semakin lama ia semakin mengingat janjinya dan tetap kekeh pada pendiriannya. Untuk selalu berada di pantai menunggu Aris pulang.
"Bella akan terus menunggu Aris pulang. Kapanpun itu.." gumam Bella lagi.
Tentu Bella tidak akan lupa untuk menelepon Aris bila ada waktu. Beberapa kali ia selalu bilang bahwa ia merindukan sahabatnya. Tapi tetap saja tak pernah melihat Aris pulang meskipun ia sangat-sangat merindukan sahabatnya itu.
3 tahun kemudian... Umur Bella sudah menginjak 10 tahun. Tapi Bella masih tetap pergi ke pantai untuk menunggu kepulangan Aris. Kadangkala cuaca di pantai selalu tak menentu. Kadang bila panas terik air laut akan surut. Kadang bila mendung dan gerimis.. ombak selalu berpaut. Tapi Bella tidak peduli dengan cuaca itu, ia akan terus menunggu Aris sampai Aris datang menemuinya di pantai ini.
Sebuah penantian yang cukup lama. Sudah 4 tahun lebih Bella menunggu. Tapi ia tak kunjung mendapatkan apa yang ia mau. Harapannya makin lama makin besar. Tak ada sedikitpun yang pernah tergoyahkan dari dirinya. Bercengkrama di telpon selalu ia lakukan dengan sang sahabat. Tak pernah sedikitpun ia melupakan semua janjinya saat terakhir kali bersama dengan Aris. Hingga saat ini pun.. masih sama!
6 tahun kemudian... Sangatlah lama.. bahkan sangat-sangat dan sangat lama... 10 tahun ia lalui. Sendiri di pantai menunggu seseorang. Yang tak lain adalah sahabatnya sendiri. Apakah Aris tidak akan pernah pulang? Ataukah Aris melupakan janjinya itu?
Usia Bella kini menginjak 16 tahun, bersekolah di sekolah menengah atas dan menduduki kelas XI. Satu tahun lagi baginya untuk bisa menamatkan pendidikan akhirnya disekolah hingga ia bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
Kali ini Bella sedang berada di teras rumahnya, ia terus menerus menatap ponsel yang ada dalam genggamannya tersebut.
"Kenapa akhir-akhir ini Aris gak bisa dihubungin ya? Apa dia masih sibuk? Ck, sesibuk apaan sih dia sampai-sampai ngelupain aku kayak gini?" ucap Bella dengan kesal.
Yap, beberapa hari belakangan ini Bella sering menghubungi Aris namun berkali-kali ia selalu mendapati nomor Aris sedang tidak aktif. Apakah yang membuat Aris tidak dapat dihubungi? Itulah yang selama ini berada di pikiran Bella sekarang.
"Awas aja nanti kalo dia dah pulang. Aku bakalan ngambek 7 hari 7 malem sama dia"
"Ehh... Kenapa ini? Kok anak mama kesel-kesel sendiri?" ucap Mama Bella yang datang sambil membawa secangkir teh ditangannya.
"Ini nih ma, Bella udah berapa kali nelpon tapi nomor Aris selalu aja gak aktif. Kan kesel, dia ngapain aja sih disana? Sesibuk itu ya sampe-sampe dia gak bisa dihubungin? Pasti dah punya temen baru disana. Huh!" kesal Bella yang meletakkan ponselnya di meja lalu melipat tangannya dan bersandar di kepala kursi dengan memasang wajah cemberut alias bete.
"Hmm.. dia mungkin lagi sibuk belajar Bella" ucap Mama Bella sambil menaruh gelasnya diatas meja. "Jangan negatif thinking terus, gak baik loh. Nanti Bella sendiri yang malu kalo itu cuma salah paham. Lagian Aris juga udah janji kan sama Bella. Gak mungkin dong Aris punya sahabat lain. Aris pasti inget janjinya Bella"
"Tapi kenapa dia sampe gak bisa dihubungin begini? Pasti ada apa-apanya ini"
"Hush! Kamu itu, jangan berprasangka buruk sama Aris gitu ah. Gak baik tau, daripada mikirin Aris yang gak bisa dihubungin. Pikirin aja kegiatan sekolah kamu. Bentar lagi kan mau naik kelas 12, seharusnya kamu lebih giat belajar lagi. Jangan Aris mulu yang dipikirin"
"Yah mama.. wajar dong aku mikirin Aris, kan aku sahabatnya. Lagian juga kita kan lagi LDR an selama 10 tahun. Gimana gak kangen coba?"
"Hmm... Bucin banget kayak orang lagi pacaran"
"Iyalah Bella kan udah nganggep Aris tuh pacarnya Bella"
"Ish, kamu ini" ucap Mama Bella yang memukul pelan lengan anak gadisnya. "Masih kecil, jangan pacar-pacaran dulu. Gak baik!"
"Auwh mama.. sakit tau. Lagian kan Bella cuma bercanda doang" ucap Bella mengelus lengannya yang habis dipukul sama mama, sambil pasang muka cemberut andalannya.
"Udah.. jangan bete-bete. Mendingan kamu belajar aja gih sana. Daripada duduk cemberut disini nungguin telponan dari Aris"
"Yah... Tapi kan ma..."
"Udah jangan tapi-tapian. Nanti kalo Aris butuh juga pasti bakalan nelpon kamu kok. Dah sana pergi ke kamarmu trus belajar"
"Ish, iya-iya deh ma.." ucap Bella yang malas-malasan masuk kedalam.
"Anak itu.." Mama Bella menggelengkan kepalanya melihat tingkah Bella barusan.
"Tapi apa yang diucapin Bella ada benernya juga sih. Mereka kan udah 10 tahun kepisah, biasanya juga kalo kemana-mana berduaan mulu dari kecil. Hhhh... Kasian Bella, pasti dia kangen banget sama Aris"
Mama Bella kembali menyeruput tehnya di sore hari yang dingin itu. Angin sepoi terus berhembus didepan rumah, membuat beberapa tanaman di halaman depan ikut bergerak karna hembusan angin.
Keesokan harinya, Bella pergi ke pantai untuk menghabiskan waktu sendiri. Hari itu adalah hari Minggu jadi Bella ingin menghabiskan satu harinya ini untuk berada di pantai. Ia duduk termenung di bibir pantai. Sambil menulis diatas pasir menggunakan jari telunjuknya, sementara kakinya terus menerus terkena air pantai. Bella hanya memakai dress putih simple, cuaca di pantai terbilang panas namun angin berhembus dengan begitu kencang. Tidak ada seorangpun kecuali Bella di pantai itu, jadi Bella merasa cukup tenang disana sendirian. Meskipun kadangkala ia merasa kesepian juga.
Penasaran apa yang ditulis Bella di pasir itu?
"A... B... C..."
Bella bergumam sambil menulis ketiga huruf tersebut diatas pasir. Bella mengingat kembali kejadian dulu yang pernah dilakukan oleh Aris semasa mereka kecil di pantai 10 tahun lalu. Huruf A besar disebelah kiri, huruf B besar disebelah kanan, kemudian C besar ditengah-tengah.
/"Loh, kok huruf C nya ada ditengah? Seharusnya kan huruf C ditulis setelah B. Kenapa sekarang jadi huruf C setelah A?"/
Bella tersenyum mengingat kembali memori masa kecilnya bersama Aris.
"Kenapa.. huruf C nya ada ditengah? Harusnya kan huruf C ditulis setelah huruf B. Kenapa sekarang jadi huruf C ditulis setelah huruf A?"
Bella tersenyum tipis melihat huruf yang ia tulis di pasir itu. Namun seketika senyumannya memudar setelah tiba-tiba ada sebuah tangan yang menunjuk huruf yang ia tulis itu.
"Huruf A disini berarti Aris dan huruf B disini berarti Bella"
Bella sangat terkejut ketika mendengar suara seseorang yang tak asing ditelinganya. Segera Bella mengalihkan pandangnya dan melihat seorang anak lelaki yang masih menunjuk ke arah pasir sambil tersenyum. Bella hanya melongo menatap wajah anak itu. Anak lelaki itupun menoleh kepada Bella dengan senyuman yang terus mengembang.
"A... A... Aris..."
"Hmm" Aris tersenyum sangat lebar melihat wajah terkejut Bella.
"Aris... Kamu kok..."
"Tau nggak C disini itu artinya apa?"
"Hah?"
"Kamu kan nanya kenapa huruf C nya ada ditengah-tengah, sini.. aku bantu jawab"
Bella mengerutkan keningnya, ia bingung. Aris tiba-tiba saja muncul lalu langsung menanyakan hal itu padanya. Sungguh, ia bingung sekali. Otaknya belum bisa bekerja saat ini karna ia masih terkejut tadi.
"Coba dengarkan. Huruf C ditengah itu berarti Cinta. Jadi... A = Aris, C = Cinta, dan B = Bella. Kalo disambung artinya Aris Cinta Bella"
Ohya! Bella baru mengerti sekarang. Ia kembali menoleh pada anak lelaki itu lalu tersenyum manis kepadanya.
"Aris"
"Hm?"
"Cinta itu... Apa ya?"
Goda Bella agar Aris menjawab pertanyaannya dengan jujur dan sesuai pahamnya.
"Emm... Aris juga gak tau" senyuman Bella pun kembali memudar karna ternyata jawaban dari Aris tak sesuai dengan apa yang ia pikirkan.
"Tapi kata Mama... Cinta itu bukan sebuah kata.. melainkan sebuah perasaan. Cinta tak harus diucapkan.. namun harus dirasakan. Cinta itu adalah perasaan yang dapat dirasa.. bukannya diraba. Cinta memberikan kekuatan pada seseorang yang kita sayang. Rindu.. adalah salah satu penghalang yang membuat cinta semakin jauh. Janji.. adalah kata yang bisa membuat cinta itu kuat. Jadi seberapa jauh rindu itu terasa dan seberapa besar cinta kita.. itu semua dikuatkan oleh sebuah janji yang terikat. Antara aku.. dan kamu..."
Senyuman Bella kembali mengembang seketika. Apakah ini adalah jawaban yang ia harapkan? Hehe.. entahlah, hanya Bella yang tau.
"Aris, kok bisa sih Aris dateng kesini? Kapan pulangnya? Datengnya sama om sama tante nggak? Atau.. Aris sendirian yang pulang? Kok bisa? Kenapa gak ngasih kabar dulu? Di telpon gak aktif, ngasih kabar enggak. Eh, dateng-dateng malah ngagetin Bella. Bella kan--"
"Sssttt..."
Aris menempelkan jari telunjuknya ke bibir Bella. Alhasil Bella pun jadi diam.
"Satu-satu dong nanyanya. Aris kan jadi bingung"
"Salah sendiri yang belakangan ini gak bisa dihubungin. Bella kan jadi kangen. Au ah Bella bakalan ngambek sama Aris, 7 hari 7 malem!"
"Eh? Ya jangan gitu dong... Aris kan baru pulang, masa langsung dimusuhin?"
"Bodo amat"
"Yaahhh... Bella... Aris kan udah nepatin janjinya Bella. Coba liat sekarang. Aris kan yang dateng nemuin Bella. Kalo kayak gini mah Aris pergi lagi aja ke luar negeri. Nyari sahabat lain"
"Ih kok gitu sih! Aris gak sayang sama Bella lagi ya? Aris udah punya sahabat baru. Jadi Bella dilupain"
"Kalo Aris lupa sama Bella, ya Aris gak bakal kesini dong" bukan suara Aris, melainkan suara Mama Aris.
"Tante?"
"Beberapa hari belakangan ini om sama tante lagi sibuk banget. Tiba-tiba Aris pengen pulang buat ketemu sama Bella, karna katanya Aris kangen banget sama Bella. Jadi ya.. terpaksa harus diturutin. Lagian kan kalian berdua juga pastinya udah kangen banget ya kan?"
"Tuh kan, denger sendiri. Mau bilang Aris ngelupain Bella lagi?"
"Tapi kenapa akhir-akhir ini nomor Aris gak aktif? Benerkan apa dugaan Bella, kalo Aris tuh udah punya sahabat baru"
"Asal tau aja ya. Aris ituh semenjak pergi ninggalin Bella, Aris yang selalu kesepian. Semua temen Aris gak ada yang asik. Makanya Aris rindu banget sama Bella. Lagian mana ada sih Aris punya sahabat lain selain Bella. Kalo soal gak bisa dihubungin... Itu.. hp Aris lagi rusak. Jadi ya... Gitu lah"
"Makanya hp itu jangan dibuat main game mulu. Kan jadi rusak toh" ucap Mama Aris.
"Ih apaan sih mama nih. Kan gak ada hubungannya sama main game"
"Hmm iya-iya deh... Yaudah mama pergi ke rumah Bella ya. Nanti kalo udah puas mainnya cepetan pulang. Mama tungguin"
Mama Aris pun pergi menjauh dari pantai, meninggalkan kedua anak remaja yang sedang ingin berduaan itu.
"Hm.. trus? Mau ngapain lagi?" tanya Aris yang sedang berjongkok disamping Bella.
"Ya.. gak ngapa-ngapain" ucap Bella yang masih mengalihkan pandangannya dari Aris.
"Ih.. Bella masih marah ya sama Aris? Kok ngambekan sih? Masa Aris harus didiemin kayak gini sama Bella? Katanya kangen, sekarang mana? Malah nyuekin Aris. Kalo gitu mah Aris pergi lagi aja. Lebih baik Aris sendirian daripada dicuekin sama Bella begini.."
Aris menatap sahabatnya yang masih membuang muka dan tak ingin sekalipun menatapnya. Aris pun menghela napas lalu beranjak berdiri. Namun ketika ia baru saja pergi beberapa langkah, Bella tiba-tiba langsung berdiri kemudian berlari dan memeluk Aris dari belakang. Dengan tangis yang pecah begitu setelah ia memeluk sahabatnya itu.
"Hiks hiks.. tolong jangan tinggalin Bella lagi... Bella kangen banget sama Aris. Udah lama Bella enggak ketemu sama Aris.. kan jadi kangen..."
Aris tersenyum ketika Bella memeluknya dari belakang, pelukannya begitu erat seakan ia benar-benar tak ingin ditinggal pergi lagi. Aris juga tau, dia sama-sama merasakannya. Rindu mereka sudah terlebih besar. Mengingat masa kecil mereka yang selalu berdua bersama. Jadi tak heran jika mereka berdua sangat bucin satu sama lain.
Perlahan Aris membalikkan badannya lalu memegang kedua pipi Bella yang basah karna air mata. Aris malah tersenyum melihat sahabatnya itu menangis. Ia pun menghapus air mata Bella dengan lembut.
"Udah dong jangan nangis lagi. Iya deh Aris gak jadi pergi ninggalin Bella lagi. Aris juga kan kangen sama Bella. Aris tau Bella kangen banget sama Aris karna itu Aris pulang dan dateng ke pantai ini buat ketemu sama Bella. Inget kan janji kita 10 tahun yang lalu?"
Bella pun mengangguk, lalu Aris tersenyum.
"Nah sekarang Aris udah tepatin janji Aris sama Bella buat pulang kesini kan. Di pantai ini banyak banget kenangan masa kecil kita. Dan mana mungkin aku lupa, apalagi sama sahabat kecil aku ini"
"Dan... Ada satu kabar baik lagi buat Bella"
"Kabar baik apa?"
"Tahun depan Aris bakal pindah lagi kesini buat nemenin Bella. Mama Aris udah janji sama Aris kalo kita bakal pindah kesini lagi karna kerjaan mama sama papa bentar lagi selesai. Jadi Aris bisa deh nemenin Bella lagi disini. Kita bisa mainan di pantai ini lagi. Aris janji akan selalu ada bersama Bella"
Aris menunjukkan jari kelingkingnya, lalu disambut gembira oleh Bella dengan saling mengaitkan jari kelingking mereka.
"Ini adalah janji terakhir Aris. Bahwa Aris akan selalu menemani Bella sampai kita dewasa nanti. Bella juga harus berjanji hal yang sama. Jadi ikatlah janji kita ini dengan kuat agar cinta kita juga kuat. Seperti Aris cinta sama Bella, berarti Aris juga sayang sama Bella.."
Mereka berdua tersenyum gembira, kemudian berpelukan kembali.
Dimulai dari sinilah kisah mereka. Pantai menjadi saksi kisah persahabatan manis mereka dari kecil sampai sekarang. Janji yang mereka buat adalah di pantai itu. Penantian dan rindu yang sangat berat Bella alami di pantai itu. Kenangan mereka selalu terselubung disana.. bersama pantai mereka. "Pantai Kita".
Q : Tepatilah janjimu sebagaimana apa yang telah kamu janjikan. Jangan pernah ingkar janji karena mengingkari janji adalah perbuatan yang buruk, atau sama halnya dengan seseorang yang tidak dapat dipercayai. Jadilah seorang yang amanah, selalu menepati janji dan menjadi orang yang dapat dipercayai. Maka kamu akan dipandang baik oleh orang lain disekitarmu.
Sekian terimakasih
~Syamsa Kim