Pada saat malam tahun baru, saya, suami, anak, dan keluarga bermain petasan. Kami menyalakan kembang api sampai menghabiskan uang ratusan ribu, hanya untuk mengikuti tren malam tahun baru agar nampak lebih meriah.
"Bunda, beli kembang api yang besar" pinta Deva sambil merengek.
"Di mana belinya?" sahut Bunda menautkan kedua alisnya.
"Belinya di depot permainan, itu!" jawab Deva sembari menunjukan jari telunjuknya ke arah depot penjualan permainan anak-anak.
"Ayo kita beli, tapi yang kecil dan murah saja yah?" saran Bunda kepada Deva.
"Jangan yang kecil, beli yang besar dan mahal harganya ya Bun?" pinta Deva menarik-narik baju bundanya.
"Bunda sedang hemat, Nak!" terang Bunda menasihati Deva.
"Bunda kan uangnya banyak!" tandas Deva tersenyum.
"Idih anak kecil sudah ngerti uang!" tukas Bunda tepok jidat.
Akhirnya Bunda dan Deva pergi ke depot penjualan permainan untuk membeli kembang api yang besar dan harganya juga mahal.
Mereka menyalakan kembang api pada saat malam pergantian tahun baru. Semua anggota keluarga berkumpul dan ikut melihat pesta kembang api di depan rumah Bunda.
Mereka berbahagia sambil tepuk tangan berkali-kali, takjub melihat kembang api yang meluncur begitu indah.
Tak sedikit uang yang Bunda keluarkan untuk membeli kembang api, hanya untuk ikut merayakan malam pergantian tahun baru di desa.