ini kisah masa remaja ku masa masa yang menyenangkan menurut ku.
namaku Indi aku punya 3 sahabat yang sedikit rese dan usil dan licik wkwkwk tapi aku menyayangi para sahabat ku itu.sahabatku bernama Asiah ,henah dan lihah.nama mereka asli guys jadi kalau mereka baca,biarin aja wkwkwk.
aku lahir di Jakarta dan pindah ke kota c(anggap begitu) pada saat umur 5tahun.
dan persahabatan kami pun di mulai.
di kampung kami sudah biasa kalau ada orang yang entah nikahan atau sunatan atau apapun itu yang mengadakan secara mewah dan menghadirkan hiburan dangdut (jaipong,pongdut,atau organ tunggal,)hiburan khas desa kami.
kami selalu antusias kalau mendengar akan ada hiburan,sampai sampai orang tua kami menjuluki kami (di mana kung di mana nangtung)bahasa Sunda, yang mengatakan dimana ada hiburan di situ ada kami wkwkwk.
entahlah aku dan sahabatku sangat suka mendatangi tempat tempat hiburan seperti itu padahal kita ga fokus nonton cuma senang aja jalan jauh dari rumah malam malam dengan alasan menonton hiburan tersebut.walaupun tempat hiburan itu di kampung yang jauh dari desa kami dengan senang hati kami datangi.
pada suatu hari...
"guys kamu sudah dengar belum malam Minggu nanti akan ada hajatan pongdut guys pongdut "ucap Asiah antusias.
"di mana"henah teman ku yang rada sengklek mendekat penasaran.
"entah"ucap Asiah sambil mengangkat bahunya.
"aish sia kumaha entah ngabejakeun tapi teunyaho di mana na..Ais kamu ini gimana ngasih tau tapi ga tau tempatnya"henah mendelik kesal ke arah Asiah.
aku dan lihah hanya cekikikan mendengar perkataan mereka.
Asiah tidak mendengar kan malah asyik makan,makanan yang henah bawa.henah sendiri tidak menyadari kalau makanan nya habis di makan Teman liciknya...
hari Jum'at 4 sekawan sudah sibuk menyiapkan baju dan sendal,sudah biasa mereka saling meminjam, maklum lah hidup di desa serba pinjam sudah jadi hal biasa buat apa lagi 4sekawan itu.
aku sendiri juga sibuk mencoba baju di kamarku.lebih tepatnya baju kakakku.
oh iya kami 4sekawan baru kelas tiga SMP.tapi di kampung ku kelas tiga SMP sudah cukup dewasa' kalau untuk di kampung ku.
malam Minggu pun tiba,
Asiah,henah,lihah sudah heboh di rumah ku.
sampai sampai bapakku pusing mendengar nya.
"geura Arindit kaditu pararusing jadi na..
(cepat pada pergi,pada bikin pusing denger nya).
bapak ku memijit kepalanya..
"ayo in lama banget siih"Asiah dah ga sabar melihatku masih mencoba baju.
baju kakakku agak kekecilan aku pake.maklum badan kakak ku langsing.badan ku agak bohay dikit(kalau di bilang gendut tersinggung aku)wkwkwk.
aku paksa pake bajunya karena aku suka modelnya.
breet...
terdengar suara sobekan yang berasal dari bajuku..
aku pandangi teman temanku yang sedang cekikikan.
dasar teman tidak punya akhlak,Teman lagi susah malah di ketawain.
"haa haa haa "kompak banget mereka bertiga kalau soal nge-bully,aku mencebikan bibirku.
"ga tau diri badan gede gitu maksa pake baju kecil"mulut cablak beraksi dan kali ini aku yang kena.
"berisik"semprot ku pada mereka yang tidak berhenti tertawa
akhirnya dengan susah payah berhasil juga aku memakai nya.aku tidak tahu seperti apa hasilnya karena aku tidak berani bercermin,aku cuma berhayal aku cantik seperti artis Dian Sastro.
aku sedikit trauma dengan cermin, pernah sekali aku ke salon di ajak kakakku pas pulang kampung dia mengajakku ke salon.si mbaknya bertanya.
"mau model seperti apa Dee"kata mbaknya pas kebetulan di Depan cermin ada foto artis Desi Ratnasari dengan rambut pendeknya.
dengan pedenya aku menunjuk gambar Desi,dan salahnya aku membayangkan seluruh wajahku akan seperti Desi.
"nah sudah selesai"jawab si mbaknya,aku dengan senyum lebar melihat ke arah cermin,
"eh tunggu siapa itu"aku kaget melihat ke arah cermin,bukannya aku meminta seperti Desi Ratnasari tapii kenapa aku seperti Atun Rano Karno.pikir ku.
"ya elah malah ngelamun dia,woiii"cempreng nya suara henah membuyarkan lamunanku.
"ayo"kata lihah di antara semua teman ku cuma lihah yang rada lurus pikiran nya selebihnya bengkok.
"cabut guys"Asiah tumben baru kedengaran suara nya, sedari tadi diam saja aku tahu apa sebabnya.
Asiah terkenal play girl di kampungku hampir satu kampung sini anak cowoknya sudah pernah dia pacarin.dan sekarang dia bete giliran ada hiburan yang jauh butuh kendaraan ga ada cowok yang mengajaknya.
sudah siap semua kami pun bergegas jalan karena sudah habis magrib.
keadaan waktu itu jalan belum aspal belum ada listrik,hanya mengandalkan penerangan dari cahaya bulan.kami empat gadis tanggung tanpa kenal takut pergi entah ke desa apa demi sebuah hiburan yang kami sendiri tidak pernah menonton nya.hanya senang pergi jalan lalu liat artis nya setelah itu pulang.
satu jam Kami telah melakukan perjalanan tanpa tau Kemana tujuan nya hanya bertanya pada penduduk yang kami lewati.
salahnya aku terlalu percaya pada teman temanku.aku ikut saja kemana teman ku pergi,sampai di sebuah rumah kami melihat lampu menyala,kami sepakat untuk beristirahat sejenak Juju lelah haus itu yang kami rasakan kami pergi tanpa uang sepeser pun.
tiba di depan rumah itu kami di sambut bapak bapak yang sedang memilih daun kaung( daun yang di pilin terus di jemur untuk jadi rokok ciri khas kampung kami).(daun kaung/daun aren.)
"pa boleh minta minum ga,tanpa basa basi henah langsung meminta minum mungkin saking hausnya karena aku sendiri merasakan haus sekali.
"dari mana mau kemana"ucap si bapak sambil masuk kedalam rumah tidak lama kemudian dia keluar sambil membawa teko dan gelas.
kami serentak berebutan minum.
si bapak hanya menggeleng kan kepalanya.
"mau liat pongdut bah"kata lihah
"Abah tau di mana tempatnya"lanjutnya lagi bertanya kepada bapak tadi.
"oh pongdut,ngapain lewat sini neng jauh balik lagi ntar ada belokan Eneng lewat kanan lurus aja sampe deh "si bapak menerangkan.
"alah eweuh paribasa, abdi geh nyaho bah"(alah jangan ngasih tau bah aku juga tahu) henah kumat lagi sok taunya.
"ya udah atuh bah terimakasih ya bah"ucap lihah.
"ckckck anak gadis ga ada takut takutnya,malam malam keluyuran.
"hen mau Kemana kata si Abah tadi teh kesana jalan nya"kata ku karena melihat henah malah meneruskan langkahnya ke depan, bukankah kata si bapak tadi kita mundur lagi ada pertigaan belok kanan.
"sudah lah in ikutin aku aja aku tau ko tempatnya"kata henah
kami pun melanjutkan perjalanan dengan mengikuti henah.
dan benar'saja kami nyasar jalan di depan buntu hanya ada pohon pohon ilalang setinggi satu dua meter dan seperti nya tidak ada orang yang lewat situ terlihat dari ilalang yang rapat.
"hen kamu yakin kita lewat sini"aku ragu .
udah tinggal lewat jangan bawel deh ucap henah di jalan di belakang kami dan aku paling terakhir aku rada takut sebenarnya, entah dari tadi perasaan ku mengatakan tidak enak.
kami jalan menerobos ilalang,dan kesialan terjadi padaku si licik Asiah berada di depanku jalan rada tinggi setinggi satu meter otomatis kami berpegangan pada pohon kecil untuk bisa naek ke atas jalan tersebut.kami jalan beriringan henah lalu lihah terus Asiah dah berhasil naek tinggal aku.aku menunggu pohon kecil bekas Asiah untuk berpegangan dan sialnya itu pohon tetap di pegang Asiah sambil jalan entah sadar atau tidak padahal aku menunggu pohon itu . akhirnya aku menemukan pohon kecil lain untuk berpegangan setelah berhasil aku langsung menyusul mereka dan Asiah memegang pohon itu sampai ujung daun dan melepaskan nya otomatis pohon itu kembali ke tempat semua yaitu di mana aku berada.
tanpa ampun pohon itu menyabet ke arah wajah ku aku pun menjerit saking kaget dan sakit nya wajah ku.mereka terkejut mendengar jeritan ku dan langsung menghampiri ku.
"kenapa"ucap mereka kompak
"monyet emang si Asiah buat apa kamu bawa pohon itu,itu kan buat pegangan malah di bawa terus di lepas ya nya nyabet muka aku lah.ucap ku kesal ingin rasanya aku menangis dan jujur aku menyesal ikut acara ini.
"sudahlah sudah tidak apapa kan ayo kita jalan lagi sudah Deket kayanya tuh denger suara musiknya dah kedengaran"henah memberi semangat kepada kami, mungkin dalam hati nya merasa bersalah tidak mendengar kan ucapan si bapak tadi .
akhirnya kami sampe juga,di liat jam di rumah yang punya khajatan pukul setengah sebelas malam berapa jam kami jalan kaki dari rumah entah lah dah ga punya tenaga untuk menghitung nya.
kami menyaksikan pertunjukan hiburan sebentar,aku lihat henah dah membuat ayunan dari sarung yang iya buat di tiang panggung.ya dia selalu membawa sarung kemanapun dia pergi.
"hen kamu mau ngapain"Asiah bingung lihat ulah henah.
"aku cape mau tidur, kalau kalian mau pulang, pulang aja atau tunggu sampai pagi aku mau pulang pagi aja"ucap nya enteng banget padahal dia yang ngajak dan punya ide ini eh malah molor.
kami bertiga saling berpandangan tanpa ba bi Bu kami langsung mencari orang yang kami kenal untuk ikut pulang syukur syukur yang punya motor, jujur kami sudah tidak sanggup kalau harus berjalan.
beruntung lihah ada kakak sepupu nya yang nonton dan mengajak lihah pulang,dia juga mencari temannya untuk membawa ku dan Asiah.
Alhamdulillah kami bertemu temannya itu dan mau memberikan Kami tumpangan.aku lihat Asiah main mata denganya,aku sudah tidak perduli aku hanya ingin pulang, tidak terbayang bagaimana marahnya bapakku jam segini belum pulang.
biasanya jam sepuluh malam dah sampai rumah.
akhirnya kamipun pulang,lihah sudah pergi lebih dulu lalu menyusul kami,aku duduk di belakang Asiah di tengah,sudah jam setengah dua dini hari.aku dah Dig Dig...
entah mungkin karena takut perasaan ku ga karu karuan.
di jalan kami sering berpapasan dengan motor itu sudah biasa karena orang mau nonton atau yang mau pulang juga,jadi aku tenang aja.
begitu melewati lapangan yang sangat luas tempat nya lumayan terang karena sinar bulan malam itu.kami bersisian dengan motor lalu kejadian nya sangat cepat...
tiba tiba ..
"turun lu a****ing"ucap orang tidak di kenal yang sama sama naik motor,aku lihat orang yang di yang duduk di belakang mengacungkan golok panjang ke arah kami.sementara orang yang di depan menendang motor yang kami naiki.
tendangan nya mengenai Asiah, cukup keras hingga motor yang kami naikkan oleng dan kami pun terjatuh.
aku dan Asiah sempet bengong tahu mau ngapain dan harus bagaimana.kami hanya diam ketika melihat orang yang sudah menolong kami di keroyok dua orang itu lalu mengambil motor nya kemudian pergi...
Asiah menjerit jerit histeris melihat teman kami terkapar bersimbah darah,aku terkejut mendengar jeritan Asiah lalu mendekat ke arah pria itu.
tidak lama orang orang yang mungkin habis menonton pulang nya jalan kaki menghampiri kami dan membawa teman kami yang entah pingsan atau mati aku tidak tahu karet jujur aku masih shock.
aku dan Asiah tiba di rumah penduduk terdekat dan melaporkan kejadian tersebut,lebih tepatnya Asiah yang melaporkan aku hanya diam pura pura tidak mengerti atau mengenal si pelaku.aku teringat buku kisah detektif yang aku baca, maklum aku terkenal kutu buku semua bacaan aku baca sampai novel dewasa pun aku baca hee hee hee.
aku membaca kejahatan seperti ini dan di novel yang aku baca biasanya si pelaku akan berpura pura menjadi penonton dan mendengar apakah ada saksi yang mengenalinya.teringat hal itu aku diam saja aku cuma menunduk tidak berani menatap orang yang ada di situ.
akhirnya aku dan Asiah di suruh pulang Asiah naek motor dan aku lebih memilih jalan kaki karena banyak yang jalan kaki Daan searah dengan rumahku.
sampai rumah kampung ku sudah geger mendengar cerita Asiah,dasar ni mulut ember ga ada takut takutnya pikir ku.
aku langsung cuci kaki lalu masuk ke kamar ku,tanpa menyapa atau meminta maaf pada bapak ku.di kamar aku langsung masuk selimut sampai kepalaku . terbayang suasana mencekam tadi.
langit yang terang golok yang begitu tajam dua laki laki memakai tutup kepala sampai muka .dan yang di belakang mengayunkan golok nya ke arah teman lelaki ku aku lihat wajah nya aku teliti lelaki yang duduk di belakang,dia tidak menyadari aku melihat wajahnya karena sedang fokus ke arah depan.
besoknya badan ku menggigil hebat bapak ku dan ibuku sampai cemas dan langsung memanggil mantri,(mantri/bidan laki laki jamanku belum ada dokter adanya mantri keliling).kaki dan tangan ku luka luka akibat ilalang dan mataku bengkak akibat sabetan pohon Asiah begitu aku menamakan nya masih kesal kalau ingat itu.mantri itu memberikan obat demmam dan mengatakan untuk tidak bertemu orang orang dulu khususnya laki laki dewasa.seppertinya aku mengalami trauma.(jujur sampai sekarang guys kalau naik motor terus di belakang ada motor lagi pas suasana sepi aku memilih berhenti dulu dan jantung ku deg degan).
sejak saat itu aku tidak pernah lagi kemana mana.bahkan aku enggan untuk pergi bersama teman teman vs ku
the and...