Disebuah kerajaan barat hiduplah sepasang raja dan ratu yang sangat bijaksana. Mereka memiliki dua orang anak kembar. Sang kakak bernama Pangeran Smith dan sang adik bernama Putri Quenea. Pangeran Smith sangat menyayangi Putri Quenea. Apapun yang diminta Putri Quenea maka akan di diberikannya. Bahkan nyawanya sendiri pun akan dibrikannya jika Putri Quenea menginginkannya.
Pangeran Smith bergelar Putra Mahkota memiliki kemampuan berpedang yang sangat lihai dari siapapun. Tak ada yang bisa menandingi kemampuan berpedang Pangeran Smith. Sedangkan Putri Quenea memiliki paras yang sangat cantik berseri bagaikan rembulan yang tengah bersinar dengan terang memancarkan keindahan akan dirinya.
Suatu saat kerajaan menggelar pesta perayaan ulang tahun Pangeran Smith dan Putri Quenea yang sangat megah. Semua orang baik kaum bangsawan maupun rakyat jelata dari pelosok desa diperbolehkan menghadiri pesta tersebut. Tak disangka seorang Pangeran dari Kerajaan Parvis yang terkenal akan ketampanannya dan kemampuan berpedangnya yang bisa mengimbangi Pangeran Smith pun ikut hadir dalam perjamuan itu.
"Selamat ulang tahun Pangeran dan Tuan Putri. Berkah dewa matahari selalu menyertai anda" ,Salam Pangeran Hermes dari kerajaan Parvis.
"Terima kasih Pangeran Hermes, semoga anda menikmati perjamuan malam ini."
"Seperti yang dirumorkan, ternyata Kerajaan Barat memiliki seorang Putri yang sangat cantik bagaikan rembulan."
"Hahaha... Pangeran bisa saja bercandanya. Kerajaan Parvis pun juga memiliki seorang pangeran tampan yang pandai berpedang." , Jawab Putri Quenea tersipu malu.
"Jika Pangeran Hermes berani macam - macam dengan Putri Quenea maka saya sendiri yang akan memenggal kepala anda." ,Sahut Pangeran Smith.
"Hahaha... Siapa yang berani bermacam - macam kepada Putri Kerajaan Barat yang memiliki singa yang sangat ganas. Jika salah sedikit pun maka singa itu akan menerkamnya." , Jawab Pangeran Harmes
"Cih... Singa katamu? Jangan sombong hanya karena kemampuan berpedang anda bisa mengimbangi saya. Mau beradu siapa yang lebih hebat dalam berpedang?"
"Kaka sudahlah!! Jangan membuat keributan di hari bahagia ini." , Putri Quenea memecah persiteruan mereka.
"Jika bukan adik kecilku yang miminta maka habislah anda!! Kalau begitu maafkan atas ketidak nyamanan yang saya timbulkan Pangeran Hermes"
"Singa yang terkenal kejam dan tidak akan segan-segan dengan mangsanya ternyata berubah menjadi kucing saat dengan adik kecilnya"
"Apa katamu, kau mau cari mati hah?"
"K-kakak....sudahlah. Pangeran Hermes maafkan kakak saya atas ucapannya dia tidak bersungguh-sungguh dengan ucapannya anda jagan khawatir saya bisa menjaminnya."
"Baiklah kalau Tuan Putri yang berbicara demikian saya akan memakluminya. Jika berkenan, maukah Tuan Putri berdansa dengan saya malam ini?"
"Dengan senang hati Pangeran Hermes. Suatu kehormatan bisa berdansa dengan anda."
Suasana gaduh itu pun berubah seketika Putri Quenea mulai berdansa dengan Pangeran Hermes. Semua mata tertuju padanya, para tamu undangan yang datang terkagum - kagum melihat kemampuan berdansa mereka. Bahkan banyak yang mengatakan mereka sangat cocok untuk menjadi sepasang suami istri. Jam menunjukan pukul 3 dini hari dan pesta pun berakhir.
************
KE ESOKAN HARINYA
Dalam pesta perjamuan kemarin ternyata Putri Quenea telah jatuh hati kepada Pangeran Hermes. Lantas sang putri pun menyuruh kakaknya, Pangeran Smith untuk mencari Pangeran Hermes. Tetapi ditengah perjalanan, tepatnya di ibu kota Pangeran Smith melihat Pangeran Hermes tengah berkencan dengan seorang Putri Kerajaan Rubei. Pangeran Smith pun memberi tahu adiknya tentang apa yang ia lihat di ibu kota.
"Quenea aku ingin berbicara sesuatu kepadamu."
"Apakah itu kakak? Katakan saja aku tidak keberatan."
"Sebenernya kemarin waktu aku keliling ibu kota, aku melihat Pangeran Hermes sedang berkencan dengan Putri Kerajaan Rubei."
"A-apa...i-itu tidak mungkin!! Pasti kakak bercanda kan?"
Putri Quenea yang mendengar kabar itu pun syok dibuatnya. Sang putri tak mengira bahwa orang yang di sukainya telah berkencan dengan orang lain.
"Tenanglah Queen, aku akan mencarikanmu pasangan yang lebih tampan dan hebat dari si Hermes sialan itu."
"Tidak, kakak tidak perlu repot-repot. Sekarang bisakah kakak keluar, aku sedang ingin sendiri."
"Quen....baiklah tenangkan dirimu, beristirahatlah aku akan pergi."
Setelah kejadian itu Putri Quenea selalu mengurung dirinya didalam kamar. Dia tak menyentuh makananya sedikitpun. Hari-harinya seketika berubah menjadi kehidupan yang suram. Melihat adiknya yang seperti itu, akhirnya Pangeran Smith pun pergi mencari Putri Kerajaan Rurbei dengan maksud untuk membunuh sang Putri Kerajaan Rubei.
"Disini kau rupanya wanita sialan!!"
"A-apa maksud anda pangeran?" , Tanya Putri Irine yang ketakutan.
Tanpa banyak tanya Pangeran Smith pun menancapkan pedangnya tepat di dada Putri Irine. Tak lama kemudian seseorang menemukan Putri Irine yang sudah tak bernyawa dan memberitahukan kabar ini ke Kerajaan.
Kabar kematian Putri Irine tersebar luas dengan cepatnya hingga sampai ke telinga Pangeran Hermes. Pangeran Hermes pun menjadi marah dan membabi buta. Ia kemudian mengutus beberapa orang kepercayaanya untuk menyelidiki kasus tersebut. Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya terkuak siapa dalang dibalik kematian Putri Irine. Rosella, orang yang tak senang dengan kecantikan Putri Quenea pun memanfaatkan keadaan ini. Ia mengatakan ke Pangeran Hermes bahwa yang membunuh kekasihnya tak lain adalah Putri Quenea.
Pangeran Hermes yang murka tak bisa berfikir jernih. Iantas ia beserta pengawalnya dan beberapa bantuan pasukan dari Kerajaan Rubei pun akhirnya menyerang Kerajaan Barat. Kabar itu dengan cepat sampai ke telinga Pangeran Smith. Pangeran Smith menyuruh beberapa pasukannya untuk menghadang pasukan Kerajaan Murbei dan Parvis dan segera mencari adiknya, Quenea untuk disembunyikan ketempat yang aman.
"Kakak ada apa diluar sangat ribut sekali?", Tanya Putri Queen.
"Jangan banyak tanya intinya sekarang kamu harus bisa keluar dari kerajaan ini hidup-hidup. Sebagai gantinya aku akan menjadi dirimu."
"Key tolong bawa Queen ku keluar dari sini dengan selamat."
"Baik tuan!!" ,Jawab key orang kepercayaan Pangeran Smith
"T-tapi kak...setidaknya jelaskan dulu apa yang terjadi.", Putri Quenea kebingungan.
"Sebelumnya maafkan kakakmu yang bodoh ini. Karena melihatmu yang terus menangis dan mengurung diri dikamar itu sangat menyakitiku. Aku berfikir dengan membunuh irine itu akan membuatmu kembali ceria seperti dulu lagi. Tapi kakakmu ini bodoh sekali membiarkan jejak sangat jelas dan membuat orang memutarbalikkan fakta bahwa kamulah penyebab kematian Irine."
"A-apa...ini tidak mungkin."
"Tetapi itulah yang terjadi."
"Kaka maafkan aku, karena aku kakak sampai berbuat seperti itu aku benar-benar minta maaf."
"Quen tidak perlu minta maaf ini bukan salah quen sekarang yg penting quen harus bisa keluar pergi dari sini dengan selamat."
"Kakak...Jagalah diri kakak baik-baik. Quen sayang kakak."
Putri Quenea pun pergi meninggalkan kakaknya. Tak beberapa lama setelah kepergian Putri, Pangeran Hermes pun datang dan menodongkan pedangnya di kepala Pangeran Smith yang dikiranya adalah Putri Quenea. Pangeran Smith pun akhirnya menjadi tahanan kerajaan Rubei.
Keesokan harinya Pangeran Smith yang dikiranya adalah Pitri Quenea di eksekusi mati karena telah membunuh Putri dari Kerajaan Rubei. Ditengah keramaian sorak-sorak rakyat terlihatlah Putri Quenea yang asli. Dan tepat di depan mata Putri Quenea sang kakak pun terbunuh. Melihat kejadian itu air mata Putri Quenea bercucuran tiada henti "Lihat saja suatu saat aku akan membalaskan kematian kakak ku kepada kalian semua." Itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Putri Quenea sebelum meninggalkan Kerajaan Rubei.