Namaku Hanagaki Fuyu, berasal dari keluarga Hanagaki. Keluarga ku adalah keluarga ternama, setiap keturunan dari keluarga ini pasti akan di didik sejak usia dini, termasuk pertarungan. Aku heran kenapa di dunia modern ini kita tetap harus menghadapi pertarungan? Tapi, aku tidak suka pertarungan. Aku lebih menyukai musik, keluarga dan kerabatku bilang aku berbeda, mereka mulai mengejek ku. Kata mereka "anak ini tidak normal", " apa dia benar-benar anak kepala keluarga utama?". Tapi aku mengabaikan mereka, ayah juga terlihat marah dan terkadang memarahiku lalu membuang beberapa alat musik ku. Tentunya aku sedih, hampir setiap hari ayah begitu. Sampai aku melawan dan berkata, "Sudah cukup! Jika aku memang paling berbeda di keluarga ini! Aku akan pergi!" kataku sembari berteriak di hadapan keluarga ku ". Lalu ayah bangun dari kursinya dan membalas, " kau mau pergi kemana?! Kau tidak akan bisa bertahan tanpa apa pun dalam waktu kurang dari sehari!" katanya. Aku mengabaikan perkataan nya dan pergi ke kamar untuk mengemas pakaian ku dan membawa gitar ku, lalu aku pergi dari rumah..
Dari Tokyo aku menetap ke Hokkaido. Pasti kalian bertanya-tanya bagaimana aku bisa sampai kesana? Jawaban nya, aku menggunakan sisa uangku untuk pergi sejauh mungkin dari tempat ku tinggal. Tapi, karena hanya sampai Hokkaido saja batas ku, mau bagaimana lagi? Aku berkata pada diriku, aku tidak akan kembali, aku tidak ingin menganggap mereka lagi. Satu hal yang selalu ku harapkan adalah, semoga aku tidak bertemu dengan keluarga ku, aku tidak mau bertemu dengan mereka lagi. Aku bekerja di salah satu supermarket, ada pegawai yang lebih senior bertanya padaku "Usimu 17 th kan? Bukankah kau masih SMA? Dimana keluarga mu?" tanya nya. Lalu aku menjawab "Aku sudah meninggal kan keluarga ku" jawabku sambil menundukkan kepala dengan nada dingin..
Setelah seminggu di Hokkaido, aku merasakan kebebasan. Suatu hari, ada gadis yang mendengarkan ku bermain gitar di taman. Gadis itu bilang aku pandai dalam bermain gitar. Nama gadis itu adalah Shiina Suzu, dia bilang dia juga menyukai musik. Aku meminjamkannya gitar ku, dan benar saja caranya memainkan gitar seperti malaikat. Tapi dia bilang alat musik kesukaan nya adalah piano. Lalu aku bertanya "Apa kau seorang Pianis?" tanyaku. Lalu ia menjawab "Benar, kau juga seorang gitaris bukan?" katanya sembari tersenyum manis. Aku senang karena ada gadis yang seusia denganku, kami saling kolaborasi dalam bermain musik, kurasa kami berdua cocok..
Setelah hampir setahun kami berteman, dan aku tidak melihat adanya keluarga ku yang mencariku. Pikiran ku merasa lega, tapi hatiku merasa hancur. Pikiran ku berkata "Syukur lah, mereka tidak mencariku", sedangkan hatiku berkata " Apa aku memang tidak berguna?" pikirku. Suatu pagi yang agak berawan, Suzu datang dengan membawa brosur yang bertuliskan "AUDISI KOLABORASI MUSIK". Aku memutuskan untuk mengikuti nya, dan Suzu akan menjadi rekan ku. Lalu kami memikirkan lagu apa yang akan kami bawakan. Saat berlatih di taman, tiba-tiba ada yang gadis yang memanggil namaku. " Fuyu!" katanya sembari berteriak, aku menoleh dan kaget. Dia adalah sepupuku, Hanagaki Minatozaki usianya setahun lebih tua dariku. Pikiranku berkata "Ahh, gawat.. Mereka sudah menemukanku" pikirku begitu. Lalu Mina berkata "Ternyata kau ada disini? Kau pergi jauh juga ya" katanya. "Siapa dia?" tanya Suzu, "Aku adalah kakak sepupunya" jawab Mina. Aku segera bangun dari kursi dan mengajak Suzu kembali ke penginapan ku. Lalu Mina berkata, "Kau mau kemana?!" tanya nya. "Bukan urusan mu" jawabku dengan nada dingin. "Kau masih saja memiliki alat musik payah itu?" tanya nya dengan nada sombong. Lalu Mina merampas gitar ku dan merusaknya! Aku kaget dan tidak bisa berkata-kata, jika ku lawan aku pasti akan kalah. Lalu Suzu berteriak "Jauhi kami! Apa urusanmu kemari?!" katanya sembari berteriak dan menyuruh Mina untuk pergi. "Fuyu tidak mau bertemu denganmu! Mengerti?!" kata Suzu dengan nada tegas. "Kau tidak tau apa pun tentang keluarga kami" balas Mina, Suzu juga membalas "Aku tidak peduli! Fuyu sudah memiliki jalan hidupnya sendiri!" balas Suzu dengan nada tegas. Aku merasa heran kenapa Suzu mau membuang-buang waktu dan tenaga nya hanya untuk bicara dengan Kak Mina? Jika mereka bertarung Suzu akan kalah. Lalu Mina pergi meninggalkan kami, dan Suzu mengajakku untuk segera pulang. Aku sedih, karena hanya ini satu-satunya alat musik yang ku bawa. Suzu bilang "bagaimana kalau kita beli yang baru?" katanya sembari menenangkanku. "Maaf Suzu, sepertinya kau harus mencari rekan lain" kataku, lalu Suzu membalas "kau mau menyerah begitu saja?" tanya nya. "Aku tidak bisa berbuat apa pun" jawabku. Suzu yang merasa kecewa padaku langsung pergi meninggalkan ku..
Audisi nya tinggal seminggu lagi, aku berusaha memperbaiki gitar yang di rusak oleh Kak Mina. Sampai aku lupa membeli senar gitar, saat aku mau keluar dari penginapan. Di depan tangga ada laki-laki yang sedang bertanya pada pegawai disana, lalu laki-laki itu melihat ke arahku. Benar, dia adalah kakak laki-laki ku, Hanagaki Natsu usianya 2 tahun lebih tua dariku. Dia menatapku dengan wajah kes dan menarik tanganku lalu berkata, "Ayo pulang!".Aku memberontak dan berkata " Tidak mau! Untuk apa aku pulang?!" kataku dengan nada dingin dan kesal. "Ayah dan keluarga lainnya mencarimu! Mina bilang kau ada disini jadi aku datang!" katanya. "Memangnya siapa yang peduli denganku? Di keluarga itu tidak ada satu pun yang peduli denganku!" aku berteriak. "Fuyu!" dia berteriak dan ingin memukul ku, lalu aku berkata "Lihat sendiri kan? Kakak saja ingin memukul ku" kataku dengan nada dingin. "Tinggal kan aku sendiri, jangan pernah temui aku lagi, sampai kapan pun jangan pernah" kata ku dengan nada dingin. "Kau terlahir di keluarga ternama seharusnya kau sadar! Bertarung adalah!" terpotong, "Memangnya Kakak pikir aku menyukai nya?! Aku tidak suka bertarung, aku hanya suka bermain musik" kataku. Kakak hanya terdiam, aku berusaha menang tangisku..
Lalu aku pergi untuk membeli senar gitar, di toko tidak sengaja aku bertemu dengan Suzu. Aku berusaha ingin mengabaikan nya, tapi Suzu menyapaku dan bilang ingin bicara denganku di taman. Dia bilang dia mengerti dengan situasi ku saat ini, dia juga bilang dia tidak jadi ikut audisi karena tidak memiliki rekan yang bisa diajak kolaborasi. Katanya sudah terlambat untuk mencari rekan yang cocok.
Audisi nya dimulai besok pukul 20.30 malam. Akan ada banyak penonton yang menyaksikan nya, karena ini salah satu audisi penting. Aku merasa bersalah pada Suzu. Lalu tanpa pikir panjang, di hari yang berhujan aku langsung keluar dan menuju ke rumah Suzu. Setelah sampai, Suzu yang melihat aku basah kuyup langsung membawaku ke kamarnya, dia bertanya "Kenapa kau kemari dengan kondisi basah kuyup begini?", lalu aku menjawab " Suzu, maafkan aku. Sebelumnya aku terlalu pasrah dan mengecewakan mu, ayo kita lakukan besok. Di Audisi " kataku dengan semangat. Lalu dia bertanya "Tapi, gitar mu?" tanya nya, aku membalas " Tidak pa-pa, aku sudah berusaha memperbaiki nya. Hasilnya lumayan bagus, tapi aku tidak yakin kita bisa lolos. Laku Suzu berkata " Tidak pa-pa, yang penting kita sudah mencoba. Jika kita tidak mencoba nya dari sekarang, kemungkinan kedepannya kita akan menyesal" Katanya..
Saat hari audisi tiba, lumayan banyak peserta yang sampai. Sekitar 25 pasangan yang ikut serta termasuk kami berdua. Kami mendapatkan urutan terakhir karena terlambat mendaftar, aku berfikir apakah masih ada yang ingin melihat kami? Sembari menunggu kami berlatih, disini aku juga akan menyanyi. Aku memutuskan untuk membawakan lagu yang ku sukai sejak kecil, rasanya tenang saat mendengar lagu nya. Gitar ku sempat rusak lagi, tapi aku tidak mau menyerah. Aku segera memperbaiki nya dan melanjutkan latihan. Aku berusaha keras, agar bisa mencapai nada-nada yang sebelumnya belum pernah ku pelajari. Sampai akhirnya giliran kami tiba, aku gugup tapi Suzu menenangkanku. Bisa ku lihat banyak orang mulai merasa bosan dengan audisinya, aku khawatir sekali. Lalu, aku memulainya dengan lagu yang ku ingin bawakan. ASHITA E NO TEGAMI (surat untuk besok) . Saat memulainya gitar ku kembali rusak, para penonton berekspresi kalau kami sangat payah, bahkan beberapa dari mereka memutuskan untuk pergi. Tapi aku mencoba untuk menghentikan mereka dengan bernyanyi. Suzu mulai memainkan piano nya.
Genki de imasu ka?
Daiji na hito wa dekimashita ka?
Itsuka yume wa kanaimasu ka?
Kono michi no saki de
"Oi, suara gadis itu merdu sekali" kata salah satu penonton. Lalu penonton yang tadinya ingin pergi malah duduk dan kembali menonton audisi kami. Lalu aku berkata dalam hati "Aku berhasil! Tidak, kami berdua berhasil!".
Oboete imasu ka?
Yureru mugino ano yuubae
Chiheisen tsudzuku sora wo sagashi tsudzuketeita
Asu wo egakou to mogaki nagara
Ima yume no naka e
Katachi nai mono no kagayaki wo
Sotto sotto dakishimete
Susumu no
Waratte imasu ka?
Ano hi no you ni mujakina me de
Samui yoru mo ame no asa mo kitto atta deshou
Furusato no machi wa
Kaeru basho nara koko ni aru to
Itsudatte kawarazu ni anata wo matteiru
Asu wo egakou koto wo yamenaide
Ima yume no naka e
Taisetsuna hito no nukumori wo
Zutto zutto wasurezu ni
Susumu no
Hito wa mayoi nagara yure nagara
Aruite yuku
Nidotonai toki no kagayaki wo
Mitsumeteitai
Asu wo egakou to mogaki nagara
Ima yume no naka de
Katachi nai mono no kagayaki wo
Sotto sotto dakishimete
Susumu no
Para penonton hanya diam saja, lalu saat kami ingin turun tiba-tiba mereka bertepuk tangan. Alasan ku ingin membawa lagu ini hanya lagu ini yang bisa membuatku tenang. Laku Suzu bilang dia harus ke toilet dan menyuruhku untuk menunggunya sebentar. Lalu tiba-tiba Kak Mina datang, " Fuyu!" panggil nya. Pikiranku berkata, "Ahh, dia pasti akan mengejekku lagi", " Kau hebat" ucapnya. Aku kaget, dan melihat ke arah nya, "Maaf karena aku bertindak seenaknya saja, aku tau itu gitar kesayangan mu tapi.." Kak Mina merasa bersalah, lalu memeluk ku. Aku membalas pelukannya. Disini aku dan Suzu diterima di grup musik bernama "𝘿𝙍𝙀𝘼𝙈". Kakak laki-laki ku juga berkata "lakukan saja apa yang kau inginkan", lalu Kak Mina dan Kak Natsu pergi dan kembali. Mereka berjanji tidak akan ikut campur lagi, dan membebaskanku untuk hidup dengan jalan yang ku sukai..
~~~~~~~~~~~~~~TAMAT~~~~~~~~~~~~~~~