Sore ini suasana hatiku sedang tidak baik entah karena apa akupun tidak mengetahui namun satu yang pasti hatiku sangat sedih..aku pergi mengambil air wudhu dan menunaikan sholat asar..di roka'at pertama akupun membaca alfatihah dengan dada yang teramat sangat sakit dan aku menangis terbayang wajah bapak yang jauh di sana..jujur aku rindu orangtuaku meskipun aku sadari bahwa satu bulan yang lalu aku baru saja mengunjunginya..hingga di roka'at terakhir di sujudku aku menangis hingga tak bersuara sakit sekali yg aku rasakan di dalam dadaku..sesakit inikah merindukan orangtua yang jauh dari pandangan mata..aku selalu berdo'a agar Allah senantiasa menjaganya senantiasa memberikan nikmat sehat serta umur panjang dan kebahagiaan di masa tuanya..aku menangis mengingat segala kesalahan yang pernah aku lakukan..aku terlalu lama buta sehingga tidak melihat betapa besar kasih sayangnya..aku terlalu lama bodoh sehingga tidak mengerti maksud baiknya..yang aku tahu dulu hanyalah bapak tidak mengerti aku dan selalu mengatur serta mengekang ku tanpa memberikan aku kebebasan dalam memilih jalan hidup ku..aku meratapi kesalahan ku yang selalu melawan yang selalu tutup telinga akan semua nasehatnya..karena bagiku dulu hanya suara ibulah yang mampu menembus pendengaran ku..ya itulah buruknya diriku hingga pernah suatu hari bapak marah kepadaku karena sifat melawan ku dan pemberontak yang ada dalam diriku.bapak marah karena aku terus saja berhubungan dengan seseorang yang menurut bapak tidak baik untukku sekalipun aku sudah menjelaskan bahwa hanya berteman tidaklah lebih tapi bapak tetap saja marah hingga membuatku memutuskan pergi dari rumah di saat bapak tidak ada..aku memutuskan pergi karena muak dengan apa yang aku lakukan seolah selalu salah tidak ada benarnya..kalian bisa bayangkan di saat usia kalian remaja dan berteman dengan lawan jenis apa yang bapak kalian lakukan..?? yang bapak aku lakukan overprotektif..aku selalu sembunyi2 hanya untuk bertemu dan ngobrol di jembatan bawah rumahku..dan kalian tahu apa yang bapakku lakukan...? iya bapakku bagaikan cctv yang selalu mengawasi pergerakan ku mondar mandir kesana kemari untuk memantau diriku..hingga aku berteriak kepada bibiku kenapa sih hanya berteman saja di larang apalagi pacaran..satu alasan yg pernah bersarang di telingaku bahwa bapak tidak ingin masa depanku tidak jelas bapak tidak ingin masa depanku berantakan..memang sebuah alasan yang sangat benar dan tentunya karena kasih sayang seorang bapak..langkah kakiku membawaku kembali ke Jakarta setelah sebelumnya aku memutuskan membuka usaha di kampung..ya aku ke yayasan dan mencari kerja lagi tentunya dan aku mendapat tawaran bekerja di kota Medan dengan kontrak 1tahun..ingin aku manfaatkan sebagai pelarian karena yang aku tahu aku harus pergi jauh asalkan masih dalam zona aman dan benar..namun ada seorang ibu di yayasan yang menasehati ku dan tahu keadaanku sehingga aku mengurungkan niatku hingga akhirnya aku memutuskan hanya menerima pekerjaan di Jakarta saja..aku bekerja di Jakarta dengan penuh semangat hingga aku bisa melupakan rasa kecewa yang sebelumnya aku rasakan hingga akhirnya 3bulan berlalu dan aku memutuskan untuk cuti mengunjungi orangtuaku untuk meminta maaf atas kesalahan yang aku perbuat dan kalian tahu mereka selalu memaafkan ku.. aku meratapi semua yg pernah aku lakukan di masa lalu dan aku mengingat kembali masa2 kecilku masih teringat jelas di saat bapak selalu berjongkok di depan ku untuk menggendong ku..bapak akan selalu membungkukkan badan nya agar aku bisa naik ke punggungnya..bapak juga sering mengajak ku dan ibuku untuk naik bis dan jalan2 ke kota..sungguh kenangan sederhana yang sangat manis dan berharga...