Kakak~
"hiks- hiks"
"kakak~"
"aku lapar~" seruku kelaparan kepada kakak. kakak memelukku sambil mengusap air mataku yang mengalir. kakak tersenyum lembut lalu berkata "sabar yah, kakak kerja dulu cari uang. untuk makan". aku menggaguk menurut.
"iya kak. ta-tapi hiks, jangan lama-lama yah" kakak hanya menggunakan tersenyum lembut lalu mencium keningku.
kakak menggeluarkan sesuatu dari saku jaketnya. sebuah roti tawar. "ini. makan ini saja dulu yah, kalau kakak masih belum pulang!" kata kakak. aku mengambil satu roti tawar itu lalu membelah nya menjadi dua. " ini untuk kakak. kita makan bareng-bareng!" seruku sambil menyodorkan satu belahan roti tadi yang aku belah. kakak tersenyum, " gak usah itu untuk kamu aja" seru kakak.
"ta-tapi kak?" kakak menutup mulut ku dengan jari telunjuk nya.
"udah gak papa, kakak udah makan tadi" seru kakak sambil tersenyum lalu mengusap kepalaku. kakak berdiri. "kakak pergi dulu yah" seru kakak sambil tersenyum lembut lalu pergi menuju pintu keluar aku mengikutinya " kakak pergi dulu yah, jangan keluar, jangan nakal dirumah, kalau bosan baca buku aja yah" seru kakak. "kakak bakalan pulang secepat mungkin". lalu kakak menghilang dari balik pintu itu.
"kakak~" aku masih menatap pintu tersebut lalu tersadar. " aku harus jadi anak yang patu dan mandiri seperti yang ada di cerita buku!" seruku menyemangati diri ku sendiri.
aku berjalan menuju kamar mandi. melepas pakaianku. lalu mandi untuk membersihkan tubuhku yang kotor entah karna apa, tapi kakakku bilang harus mandi setiap hari dua kali sehari. biar hemat. lalu melakukan aktivitas mandiri yaitu, belajar untuk menambah ilmu.
+++
sore
"Z-z-z-z-- ah!" aku terbangun. aku melihat jam usang didinding. 4:45 . hari mulai gelap, aku menyalakan lilin. jam 5san kakak akan pulang. aku menyiapkan satu piring plastik lalu mengambil dua roti tawar berbentuk beda. yang satunya utuh dan yang satunya lagi setengah. dan yang utuh untuk kakak karna sudah bekerja keras. dan sekarang tinggal menunggu kakak pulang
tik-tok-tik-tok suara jam dinding
"jam 5:00!, sebentar lagi!" seruku gembira.
dan aku biasa mulai menghitung saat jam 5 sudah tiba 1-2-3 dan seterusnya sambil menunggu kakak.
"164~165~167~168" kakak masih belum juga pulang.
"451~452~453~lima ratus--"
tok- tok- tok, suara ketukan tiga kali dari pintu luar pintu.
"itu kakak!" seru ku girang lalu berlari menuju pintu menemukan kakak yang sedang duduk dan membukak tangannya lebar, memintaku untuk memeluknya." kakak!!!" seruku menyambut pelukannya. tiba-tiba kakak mengangkat ku. lalu memutar-menerbangkanku diudarah. aku kegirangan. aku dan kakak tertawa bersama. lalu kakak berhenti memutarkanku. mencium-cium pipiku. geli. "Ahahahhahah!! Geli!! Kakak!!". lalu kakak menghentikan aksinya. dan kami tertawa bersama
"Tamat"