Hujan membasahi jalanan hingga membuat genangan air diatasnya. Lebatnya guyuran hujan itu menghentikan langkah untuk berdiam teduh sejenak. Nabila memandang air hujan sembari menunggu guyuran hujan tidak lagi selebat saat ini beserta angin kencangnya. Dan setelah menunggu beberapa saat, Nabila pun mulai melangkah kala hujan tidak selebat sebelumnya.
Dengan mengenakan payung, ia berjalan dibawah guyuran hujan yang tengah turun itu. Angin kencang tadi sudah berlalu, kini langkah kakinya bisa terasa aman karenanya.
Jalanan tampak sepi pada saat hujan sedang turun. Nabila terus berjalan seorang diri menuju suatu tempat. Dan saat dirinya melangkah, tiba-tiba saja seseorang datang menghampirinya. Laki-laki yang sebaya dengannya berada di hadapan dengan baju basah kuyup sebab kehujanan. Nabila memperhatikannya tanpa berkata. Dan lelaki itu mulai mendekat secara perlahan ke arahnya.
Kini mereka berdua saling bertatapan dengan jarak yang sangat dekat.
"Maafkan aku yang datang secara tiba-tiba. Ini mengejutkanmu bukan?" kata lelaki itu pada Nabila.
Kemudian lelaki itu membawa sebuah bunga matahari yang telah disimpannya dari balik pakaiannya.
"Sepertinya bunga ini sudah basah sedikit. Tetapi tidak apa. Setidaknya aku bisa memberikan ini kepadamu dengan bentuk yang tetap bagus. Aku harap kamu menyukainya."
Lelaki itu pun mulai mendekatkan tangannya ke wajah Nabila. Akan tetapi perempuan itu langsung menahan gerakan tangan tersebut.
"Apa maksudmu ini? Tiba-tiba saja memberikanku bunga dan mulai menyentuhku tanpa izin." ujar Nabila padanya.
"Aku tidak bermaksud buruk padamu. Maaf terkesan lancang tanpa meminta izin terlebih dahulu. Tetapi aku hanya ingin memberikan ini padamu. Bolehkan?"
"Apa latar belakangmu memberikanku hal semacam ini?" tanya Nabila.
Laki-laki itu pun diam sejenak, sebelum akhirnya mulai berbisik pada perempuan yang ada di hadapannya.
Usai berbisik, lelaki itu pun mulai memasang bunga matahari tersebut di dekat telinga Nabila.
Dibawah kembangan payung serta indahnya bunga matahari, membuat Nabila tampak cantik layaknya gadis hujan bayangan si lelaki itu.
"Kamu tampak cantik dengan itu."
Nabila diam dan tak berkata.
Dengan senyum yang terukir di wajah, laki-laki itu pun mulai mengucapkan kalimat penutupnya.
"Terimakasih sudah mengizinkanku untuk memberi bunga ini. Aku harap kamu bisa bahagia kali ini. Semoga kehidupanmu ke depannya lebih baik dibandingkan bersama diriku terdahulu. Sekali lagi terima kasih dan selamat tinggal, Nabila." tutup kata laki-laki itu sembari mulai meninggalkan Nabila di lokasi.
Lalu hujan pun mereda dengan kenangan yang masih melekat di dalam hati dari kedua insan yang saling berjauhan tersebut.
-----SELESAI-----