Aku adalah kucing berbulu abu - abu dan putih. Mataku sayu dan kesanku seperti manusia yang bersedih. Raut mukaku selalu sendu. Suaraku juga kecil.
Namaku adalah Shiro. Aku memiliki pemilik yang bernama Minami Inami.
Berbeda denganku yang memiliki raut muka sendu, dia adalah orang yang bermuka ceria.
Sampai - sampai mukanya itu seperti memancarkan rasa semangat dan bahagia.
Mukanya bersinar, berbeda denganku yang seperti tertutup.
Dibanding anak kucing lainnya, aku yang paling pendiam. Tapi aku justru yang paling disayang oleh Minami.
Hanya aku yang berbeda.
Mereka berbulu hitam dan putih. Kenapa hanya aku yang berbulu abu - abu dan putih ?
Minami, untungnya ia tidak mempermasalahkan warna burlu dan sifat pendiamku ini. Dia adalah orang yang baik...
Aku selalu tidak percaya diri. Karena aku berbeda dari yang lain.
Aku merasa kalau mereka merasa aneh dengan warna buluku.
Aku hanya kucing kecil saat itu, tidak bisa berlari dan tidak bisa mengeong lembut seperti kakak - kakakku.
Suaraku serak dan melengking. Tapi Minami selalu di sisiku.
Sekarang, aku sudah beranjak dewasa. Buluku tebal. Aku suka duduk menatap pohon rindanh di depan rumah. Menunggunya pulang kerja.
Induk dan kakak - kakakku pergi. Mereka sakit. Untungnya aku masih selamat. Sekarang, aku tidak punya keluarga selain Minami.
Setiap pagi, siang dan sore, aku hanya tidur di depan pohon rindang yang dihembusi semilir angin. Aku hanya akan melihat motor atau mobil yang lalu lalang dan dedaunan yang rontok berjatuhan ke permukaan tanah.
Aku hanya makan di pagi, siang dan malam hari. Aku hanya menikmati hidupku melihat mentari kuning dan merasakan hawa dingin di malam hari.
Aku tidak pernah melirik kucing lain, begitu juga mereka. Minami juga sudah jarang berada di rumah. Sekarang hanyalah tinggal waktu dimana aku berdiam diri sendirian di depan pohon rindang itu.
Minami memang orang yang baik, tapi dia sering sibuk dengan aktivitasnya. Hidupku kosong, hanya ada kesunyian dan ketenangan.
Apakah Minami bisa seperti dulu dan bermain bersama denganku kembali ?
“Shiro... Kamu dimana ? Tumben tidak menungguku di luar ?”
“Meongg~”
“Aih. Makin imut saja kucing pemalu punyaku ini.”
“Meongg~”
“Maaf ya, tidak pernah bermain denganmu sesering dulu. Kali ini dan seterusnya, kita puaskan hari - hari kita bersama - sama ya.”
Minami, dia rupanya tengah merencanakan hal yang membahagiakan untukku. Dia dan aku, mulai sekarang akan bekerja bersama.
Hatiku berbunga - bunga. Mukanya tersenyum bahagia. Seperti mentari di siang hari.
Begitu juga aku. Mata sayuku ini, berusaha menunjukkan betapa senangnya hatiku.
Kita akan memerankan sebuah film bersama.
Terimakasih sudah hadir dalam hidupku, Minami.
---------------------------------The End---------------------------------------
Terimakasih sudah membaca karya author><.
Semoga terhibur ya.