Seorang wanita berlari ketakutan menuju pintu rumah , ia berusaha membuka pintu tersebut namun pintu tersebut terkunci
dari belakang wanita itu ada seorang bertopeng yang berjalan sambil menarik kapaknya
wanita itu sangat ketakutan , ia terus menggedor - gedor pintu dan berteriak meminta tolong namun semua itu sia - sia karena rumah yang ia tempati jauh dari rumah lainnya
Sedangkan orang bertopeng itu terus berjalan mendekati wanita itu
wanita itu panik dan ia menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sesuatu untuk melindungi dirinya , ia kemudian melihat sebuah gunting berada dimeja dan tidak jauh darinya
wanita itu memberanikan dirinya berjalan perlahan menuju meja untuk mengambil gunting itu
namun belum sempat ia mengambil gunting itu orang bertopeng itu sudah mengangkat kapaknya lalu membela tubuh wanita itu
***
" kita akan pindah ? " tanya gadis remaja pada ayahnya
ayahnya yang sedang beres - beres menoleh pada anaknya lalu tersenyum
" tapi kenapa ayah , aku sudah betah disini dan sudah memiliki banyak teman "
ayahnya mengelus rambut putrinya itu lalu tersenyum " maaf kan ayah Azura tapi kita harus pindah "
" pergilah ke kamar dan berkemaslah "
Azura menganggukan kepalanya berjalan keluar dari kamar ayahnya
" Azura bisa tolong ayah " Azura menoleh pada ayahnya
Ayahnya tersenyum " sekalian beritahu Dino dan Angello untuk berkemas "
" baik ayah "
Ayah Azura yang diketahui bernama Sam menatap kepergian anaknya lalu menatap sebuah foto yang berada di atas nakas
" lihatlah sayang , mereka sudah tumbuh besar " ia mengelus foto tersebut lalu menciumnya " Aku mencintaimu " Sam kemudian menaruh foto tersebut didalam tas miliknya
***
" Kalian semua sudah siap ? " tanya sam pada kelima anaknya yang berdiri di hadapannya sambil menggendong tas masing - masing
" sudah ayah " jawab mereka serentak
sam melihat raut wajah anak pertamanya sangat suram
" Angel kamu kenapa sayang ? ada masalah ? "
angel tidak menjawab pertanyaan dari ayahnya , ia memilih untuk keluar terlebih dahulu
Melihat ayahnya hanya diam dan menatap kepergian kakaknya dengan menyesal Azura menggandeng tangan ayahnya
" Ayo kita pergi " Sam mengelus rambut putrinya itu dan tersenyum
Dino , Angelo dan juga Devano sudah terlebih dahulu keluar lalu disusul oleh Sam dan Azura
***
dalam perjalanan Dino , Azura , Angello dan Devano tertidur sedangkan Angel ia duduk didepan samping ayahnya sambil bermain ponselnya
" kau tidak tidur ? " tanya Sam pada angel
namun angel tidak menghiraukannya , ia sangat fokus memainkan ponselnya
" maafkan ayah "
angel menyimpan ponselnya pada saku bajunya dan memilih untuk tidur
" maafkan ayah " Sam mengelus rambut putrinya
angel yang tidak tidur , ia hanya berpura pura untuk tidur saja
Ia ingin menangis saat ayahnya mengelus rambutnya
sekitar 2 jam akhirnya mereka sampai disebuah rumah yang terbuat dari kayu dan dilihat dari luar rumahnya sangat nyaman
Angel keluar dari mobil diikuti dengan Azura dan sam sedangkan Dino , Angello dan devano masih tertidur didalam mobil
" tidak buruk " komentar angel melihat rumahnya
sam sedang mengeluarkan semua barang - barang yang berada didalam bagasi mobil
" Azura bangunkan Dino Angello dan juga Devano "
Azura mengetuk kaca jendela untuk membangunkan devano dan tidak butuh waktu lama devano terbangun
Azura menyuruh Devano untuk membangun Dino dan Angello
Devano membangunkan Angello dengan mudah hanya dengan menepuk nepuk pipi adiknya itu namun berbeda dengan kakaknya Dino yang sangat susah dibangunkan
karena kesal Devano menendang Dino yang membuatnya kanget " sial siap yang menendang ku ? "
dino mengucek gucek matanya melihat devano yang menatapnya kesal
***
semua barang - barang sudah dimasukan kedalam rumah
sekarang semuanya duduk beristirahat disebuah sofa terkecuali sam dan Devano yang sedang memasak di dapur
" tidak ada jaringan ? oh shit yang benar saja " maki angel melihat ponselnya yang tidak ada jaringan sama sekali
" baguslah , agar kakak tidak terus memengang ponsel " ucap Angello
" kau diamlah " Angel kesal pada adiknya itu
" pasti kakak ingin menghubungi Ray kan ? " tanya Dino
" kalau iya memangnya kenapa , masalah buat kamu " Angel menatap sinis adiknya itu
" masalah banget "
" trus kakak pikirin "
Azura yang melihat itu hanya mengeha napasnya
" Kalian bisa diam tidak ? "
keduanya melihat Azura dan menggelengkan kepala mereka
" anak - anak makan malam sudah siap " teriak sam dari dapur
***
Angel bangun tengah malam karena bermimpi buruk , ia menoleh kenakas dan melihat air putih sudah habis
terpaksa ia harus ke dapur untuk mengambil air
saat sedang mengambil air , tiba - tiba ada sebuah bayangan yang terlintas di jendela
Angel pikir itu bayangkan dari Dino atau Angello karena keduanya memang sering menjahili dirinya
" Dino "
" Angello "
panggil nya namun tidak ada sautan apapun
" Dino , Angello ini tidak lucu "
Angel sudah mulai ketakutan
ia terkejut karena ada sesuatu yang terjatuh diluar sana yang membuat dirinya semakin ketakutan
Ia memberanikan dirinya berjalan menuju jendela , dengan perlahan ia memengan jendela untuk membukanya
belum sempat membuka jendela ia dikejutkan dengan sebuah tangan yang menepuk bahunya
" si..si..siapa " tanya Angel ketakutan
" ini ayah " Mendengar itu Angel langsung berbalik dan memeluk ayahnya itu
" apa ayah mengagetkan mu ? " tanya Sam sambil mengelus rambut putrinya itu
angel mengelengkan kepalanya " Angel tadi melihat ada seseorang di luar jendela , awalnya angel pikir itu Angello atau Dino karena mereka sering seperti itu , namun angel sadar satu hal badannya seperti orang dewasa bukan anak 11 tahun dan 14 tahun "
angel menarik napasnya " apa disini ada penunggu nya ayah "
" tidak ada sayang , dan itu tidak mungkin . seperti kamu salah lihat "
" tap___ "
" sudahlah ayo tidur ini sudah malam "
***
paginya harinya semua sedang sarapan bersama dimeja makan namun mereka tidak melihat Azura sama sekali
" Dimana Azura ? " tanya Sam
" sejak pagi tadi aku sama sekali tidak melihat Azura "
" mungkin dia masih tidur "
" tapi Bukannya Azura paling awal bangunnya ? "
" mungkin saja ia kelelahan jadi ia masih tidur "
" dari pada Kalian terus berargumentasi lebih baik cek di kamar Azura saja "
Angello kemudian meninggalkan meja makan menuju kamar Azura
Angello memasuki kamar Azura namun ia tidak melihat Azura sama sekali didalam kamar
saat ingin keluar dari kamar ia melihat jendela kamar Azura yang terbuka namun bukan itu yang menarik perhatian Angello namun ada banyak bercak darah disana
dengan panik Angello berteriak keras memanggil ayahnya " Ayah "
Sedangkan dimeja makan semuanya terkejut mendengar Angello yang berteriak keras memanggil ayah
ayahnya dengan kwatir berlari menuju kamar Azura yang diikuti oleh lainnya yang dibelakang
" kenapa Elo ? " tanya Sam panik
Angello menunjukan jendela
Semuanya terkejut melihat begitu banyak bercak darah
" ayah , Azura tidak mungkin Azura kan ? " saking pabriknya Angel tidak tahu harus mengatakan apa
kemudian Devano melihat sesuatu
" ayah lihat " Devano menunjuk darah yang menuju ke suatu tempat
" Kalian tunggu disini , ayah akan pergi "
angel mengeleng kepala nya kuat " tidak , kita akan ikut lagipula kita tidak tahu apa yang ada disana , aku akan membantu ayah "
" kami juga " ucap serentak Dino , Angello dan juga Devano
sam hanya menghela napas nya pasrah
***
sekarang mereka mengikuti bercak - bercak darah tersebut yang menuju sebuah hutan
Mereka berjalan sambil memperhatikan Sekitar mereka
tak lupa mereka juga membawa beberapa barang tajam untuk melindungi mereka
" Ini seperti di film horor " bisik Dino pada Angello
Angello memutar matanya malas dengan dino kakaknya , disaat orang sedang kwatir dia malah membuat tingkah aneh nya
Mereka kemudian berhenti di sebuah gua
" apa kita akan bertemu seorang monster ? " Dino berbisik pada Angello
" berhentilah berbicara atau aku akan membela kepala mu itu "
sam mengisyaratkan mereka untuk diam dan tetap berada dibelakangnya
dengan sedikit takut sam berjalan memasuki gua tersebut
Mereka dikejutkan dengan sebuah pemandangan dimana ada seorang pria remaja berumur Dino memakan sesuatu dengan rakus
Mereka tidak bisa melihat pria remaja itu sedang memakan apa karena ia duduk membelakangi mereka
sam menoleh kebelakang melihat anak - anaknya untuk tetap diam
tiba - tiba pria remaja itu dihampiri oleh seorang wanita parubaya yang membawa sebuah tangan manusia yang membuat mereka terkejut dan Devano tidak segaja menginjak sesuatu yang ternyata itu adalah tulang manusia
wanita parubaya itu menoleh mencari sumber suara tersebut untung saja mereka cepat bersembunyi
" demi apa kita di gua kanibal " bisik Dino
" Diam atau kita dimakan " bisik Angel
namun mereka dikejutkan dengan kedatangan Seorang anak kecil yang berusia lima tahun
" Hayana " panggil wanita parubaya itu
hayana si Gadis kecil itu menunjuk kearah persembunyian sam dan anak - anaknya
si wanita parubaya itu langsung mengambil kapaknya dan berjalan menuju anaknya
Wanita parubaya itu marah melihat ada banyak orang yang berada di gua miliknya
" siapa kalian dan kenapa kalian bisa berada di gua ini " tanya wanita itu dengan penuh amarah
" saya mencari anak saya "
wanita itu menatap sam " lalu kenapa kalian berada di gua ku ? "
Wanita itu mengayunkan kapaknya pada mereka namun untuk saja mereka cepat menghindar
" Kalian cari Azura , biar ayah yang urus wanita ini "
keempatnya lalu bergegasencari Azura namun dihalang oleh pria yang seumuran Dino dan sialnya dia mempunyai kembaran
" biar ini aku dan Dino yang melawannya " ucap Angello
Devano dan Angel pun meninggalkan Dino dan Angello
Dino menatap Adik-nya " kau gila kenapa harus aku "
" jangan banyak bicara sialan "
***
Sedangkan Devano dan Angel mengelilingi gua tersebut sampai mereka berhenti disebuah tempat yang seperti dapur
Mereka dapat mencium bau anyir darah , dan keduanya menutup hidung mereka
" Dimana Azura ? "
" kak " panggil Devano
angel kemudian menatap Devano yang terdiam kaku melihat sesuatu
angel mengikuti arah pandang Devano dan ternyata itu adik mereka yang digantung dan kepala adik mereka sudah tidak ada
Devano dan Angel berlari setelah mendengar sebuah teriakan dari Dino
" apa yang terjadi ? " badan angel bergetar melihat Angello yang berlumur darah dan perutnya terdapat sebuah pisau yang tertancap disana
Devano yang melihat itu mengambil pisau itu lalu menusuk diperut Hayana yang berdiri di dekat situ
wanita parubaya yang melihat itu sangat marah , ia mendorong Sam lalu berjalan deengan cepat menuju Devano
Wanita itu mengayunkan kapaknya pada Devano namun Dengan sisah tenang Angello bangun dan mendorong Devano
yang mengakibatkan Tubuh Angello terbagi menjadi dua
Devano yang melihat itu sangat syok begitupun sam angel dan Dino
sam yang marah mengangkat pistol yang ia bawah tadi dan menembak tepat dibagian belakang kepala wanita itu berulang kali
yang menyebabkan ia langsung mati seketika
sam kemudian menghampiri kedua ketiga anaknya yang masih terdiam lalu memeluk mereka
tangis ketiga anaknya langsung pecah ketika sam memeluk mereka
" Ayo kita pergi dari sini "
END