hari itu sepulang dari kampus aku melihat dia, dia membunuh korbannya dengan kejam.
sore itu aku pulang melewati jalang sempit di depan rumah tua, dan aku lihat pintu rumah tua itu terbuka, aku melihat ada seseorang yang sedang membunuh dengan kejam dan brutal, dan dia melihatku dia pergi dari rumah tua dan mengejarku.
aku berlari tapi terlambat dia memukul ku dan memasukkan ku kedalam rumah tua, tak berselang lama aku pun pingsan, saat aku bangun dia lagi lagi membunuh seseorang darah segar mengalir ke segala arah, rasa jijik dan benci menyelimuti ku.
didalam rumah itu sangat gelap, tapi aku dapat melihat kalung dari salah seorang korbannya, dan itu adalah kalung ibu ku, lalu dia kembali datang untuk memastikan aku tidak mencoba kabur, dia datang sambil membawa tiga kepala yang merupakan milik keluarga keluarga ku.
rasanya marah sedih dan jijik menyelimuti ku, dia menodongkan kepala kepala itu dan berkata"gadis manis, menurut lah jika tidak mau menjadi seperti mereka!" , tapi selang beberapa lama sirine polisi berbunyi dan ada seseorang yang mendobrak pintu, "berhenti angkat tangan".
tapi dia tidak mengangkat tangan malah menodongkan pisau ke arahku "diam dan pergi atau gadis ini akan mati" dan benar saja dia menusuk ku bersamaan dengan pistol yang mengenai dadanya.
jangan lupa like dan komen ya#