Length: 1shoot
Genre: Romance
Main Cast:
-Kim Taehyung as Taehyung
-Bae Irene as Irene
Don't forget to vote n comment. 😉
Happy reading ... 😃
🌹
🌹
🌹
"Silye Hamnida, mian ... apa bisa saya bertanya ruang pementasan drama ada di mana ya?" tanya seorang pria tinggi, tampan dan terlihat rapi dengan jasnya pada seorang yeoja muda yang tampak tertegun dibuatnya.
"Agashi?" panggil namja itu lagi, dengan kali ini ikut mengibas-ngibaskan tangannya di depan si yeoja tadi.
"Eoh eh, di sebelah sini Tuan!! Mari saya tunjukkan," ujar wanita itu kemudian, lalu segera membimbing namja tersebut ke ruang kelas yang telah disulap menjadi tempat pementasan drama yang cukup luas untuk perpisahan anak-anak TK B hari ini.
Apa dia salah satu dari orang tua murid? Mustahil, ia terlihat sangat muda sekali, batin si yeoja dengan ekor mata sesekali melirik pada pria di sampingnya tersebut.
"Daddy ... Daddy!!" seru seorang anak tiba-tiba, dengan kedua tangannya telah terbentang lebar begitu melihat sosok pria tadi yang baru saja memasuki ruangan tempatnya berada.
"Eoh ... halo honey, Daddy belum terlambat kan?" tanya namja itu, lalu merangkul anaknya dengan sayang.
"Eum, sama sekali belum," sahut si anak dengan menggelengkan-gelengkan kepalanya.
"Ne Daddy, lihat-lihat, lihat gaunnya Chaeyong cantik sekali kan, Daddy?" tunjuk si anak kemudian, dengan mulai memutar-mutarkan tubuhnya yang mungil di hadapan si pria yang dipanggilnya daddy tersebut.
"Wuahh ..!!" ujar si Daddy yang seketika terkesima dengan gaun berenda bunga-bunga yang dikenakan oleh putrinya.
"Cantik sekali, Sayang. Putri Daddy terlihat seperti seorang Princess," puji si Daddy setelahnya, yang membuat anaknya langsung memeluk pinggangnya dengan erat.
Sibuk dengan dunia mereka sendiri, si pria dan anak perempuannya tak luput dari perhatian dari wanita yang telah mengantar Daddy muda tadi.
"Mmm mian, anda kenapa?" tanya pria itu tiba-tiba, setelah sadar sedari tadi wanita yang telah mengantarnya masih belum beranjak dari tempatnya.
Apa benar pria ini adalah Ayahnya Chaeyoung yang sering diceritakannya itu? Kenapa berbeda sekali dari yang apa aku bayangkan, ya! batin yang ditanya, dan belum sadar dari lamunannya sendiri rupanya.
"Ssaem ... Ssaem, Ssaem kenapa?" tanya sosok kecil itu juga, setelah dilihatnya sang guru melamun di tempatnya.
"Oh eh, ada sesuatu yang harus segera Ssaem urus!! Chaeyoung-ie, kamu yang bagus ya saat berperan menjadi Cinderella-nya nanti?" kaget si wanita, lalu buru-buru mencari alasan agar ia segera pergi dari sana lantaran malu sebab tertangkap basah sedang mengagumi si Daddy muda.
"Nde, Chaeyoung-ie akan melakukannya dengan baik Ssaem," jawab yang di pinta dengan bibir telah tersenyum dengan manis.
Membalas senyuman muridnya, setelahnya, si wanita lantas segera beranjak meninggalkan tempatnya namun tak lupa sedikit membungkuk pada si Daddy muda tentunya.
"Chae, Ssaem-nya Chae, ya?" tanya si ayah kemudian, pada anaknya setelah wanita tadi pergi.
"Hmm. Namanya Irene ssaem, Daddy. Irene ssaem cantik, kan?" pamer Chaeyoung dengan bangga.
Sementara itu, mata sang ayah tampak tengah memperhatikan guru muda yang dimaksud yang perlahan mulai menghilang di balik pintu.
.
.
.
.
.
Siang ini, sekolah sudah tampak sepi. Karena sejak beberapa saat yang lalu, kelas telah berakhir dan semua murid telah dijemput oleh orang tuanya. Namun di depan pintu gerbang, seorang guru wanita yang masih muda dan baru saja keluar dari kantor, tanpa sengaja melihat salah satu peserta didiknya tengah berdiri dan menunggu sendirian saat ini.
"Eh Chaeyoung-ie, belum pulang, Sayang?" tanya wanita tadi, dan kini telah berada di samping muridnya tersebut.
"Daddy Chae belum datang Ssaem, dan Chae udah lama nunggu," adu si gadis kecil dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.
Iba melihat anak didiknya, si guru wanita yang awalnya ingin segera cepat pulang akhirnya pun berinisiatif untuk membantu muridnya.
"Ne Chaeyoung-ie, mau Ssaem antarkan? Siapa tau Daddy-nya Chae masih sibuk bekerja di kantorkan?" tawar si wanita akhirnya, yang segera membuat mata muridnya seketika berbinar.
.
.
.
.
"Di sini alamat rumahnya, Chae?" tanya seorang wanita memastikan, dengan kedua matanya melihat pada rumah yang ada di hadapannya saat ini. Sementara itu, terlihat di sekitarnya dikelilingi oleh tembok besar.
"Hmm. Nde Ssaem," jawab Chaeyoung dengan tersenyum.
Tak lama berselang, sebuah sedan berwarna hitam tiba-tiba saja berhenti tepat di depan mereka yang masih termangu di depan pintu gerbang yang tertutup tadi.
"Sayang!" panggil sebuah suara yang familiar dan disusul dengan sosok dirinya yang keluar dari sedan tersebut.
"Daddy ..!!" seru Chaeyoung yang seketika girang, lantas segera menghambur ke dalam pelukan ayahnya.
"Ya ampun Sayang, Daddy kira kamu tadi hilang!!" ujar si ayah muda kemudian, yang kini telah menjauhkan sedikit tubuh sang anak darinya.
"Mmm, mian Tuan!! Tadi saya lihat Chaeyoung sedang menunggu sendirian di depan gerbang. Saya kasihan, makanya saya tawarkan dia pulang bersama saya. Mian, jika itu membuat anda khawatir," sesal Irene yang tampak bersalah.
"Daddy, Daddy jangan marahi Irene Ssaem. Irene Ssaem cuma mau nganterin Chae aja, Daddy," bela Chaeyoung dengan memegang ujung kemeja ayahnya dengan erat.
Mengusap lembut surai putrinya, Taehyung jadi tersenyum sendiri melihat tingkah laku anaknya yang terlihat menggemaskan.
"Tenang Sayang, Daddy nggak akan marah kok. Justru Daddy mau berterimakasih dengan Irene Ssaem, karena udah jagain kesayangannya Daddy," balas Taehyung, dan berhasil membuat putrinya seketika tersenyum dengan lebar.
"Irene-ssi," panggil Taehyung kemudian dengan kepala menoleh pada wanita cantik di hadapannya.
"Nde Tuan," sahut Irene.
"Irene-ssi, gomawo ne sudah mengantarkan putriku pulang?" kata Taehyung, dengan bibir tersenyum ramah pada guru anaknya tersebut yang justru tampak gugup saat ini.
"Eh, sama-sama Tuan," sahut Irene yang terlihat sedikit tersipu.
"Tapi sekali lagi saya minta maaf ya Tuan, karena tadi anda pasti sudah sangat cemas sekali bukan?" ujar Irene setelahnya.
"Hahaha, sudahlah Irene-ssi, yang terpenting sekarang Chaeyoung sudah kembali pada saya," sahut Taehyung dengan tertawa.
Sementara itu, Irene di buat jadi lega karenanya.
"Oh ya, ngomong-ngomong panggil saya dengan Kim Taehyung saja, Irene-ssi. Jangan panggil saya Tuan, saya belum setua itu," kata Taehyung kemudian, dengan salah satu tangan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Lain halnya Irene, yang entah kenapa menjadi tersipu-sipu sendiri karena sikapnya.
"Oh ya, kalau anda tidak keberatan, bisakah anda membantu saya?" pinta Taehyung tiba-tiba, dan seketika membuat Irene menunjukkan ekspresi bertanya-tanya miliknya.
.
.
.
.
.
Lima bulan telah berlalu sejak hari itu, hubungan antara Irene dan Taehyung mulai tampak semakin dekat. Ditambah karena Irene telah merangkap sebagai guru les-nya Chaeyoung, yang membuat keduanya semakin akrab satu sama lain.
Puncaknya hari ini, Taehyung meminta Irene untuk ikut weekend bersamanya dan Chaeyoung di dekat sungai Han. Saat ini, keduanya tengah bersantai dengan Chaeyoung yang tampak tertidur berbantalkan paha Irene yang tengah mengusap surai rambut si anak dengan sayang.
"Lelap sekali ya Chaeyoung-nya tertidur. Tampaknya dia benar-benar nyaman berada di dekatmu Irene," Suara Taehyung, dengan mata melihat anaknya yang terdengar telah mendengkur dengan halus.
"Wajar saja. Dia sudah banyak berlari-lari tadi, jadi pasti lelah sekali," jawab Irene, dengan tangan masih asyik dengan kegiatannya mengusap surai Chaeyoung.
Tak ada percakapan lagi, tiba-tiba saja atmosfer pun berubah menjadi canggung. Terlebih Taehyung yang tampak tengah gugup saat ini.
Mungkin ini saatnya! batin Taehyung, dengan mata melirik sekilas pada Irene yang tak memperhatikannya.
"Mmm Irene, bisa aku membicarakan sesuatu yang sedikit serius denganmu?" pinta Taehyung tiba-tiba, dan membuat si empu menoleh padanya.
"Tentu. Tentang apa?" tanya Irene yang terlihat penasaran.
"Mmm, bagaimana mengatakannya ya!" gumam Taehyung yang tampak gugup dan membuat Irene jadi bertanya-tanya.
"Ne Irene," ujar Taehyung lagi.
"Ya?" balas Irene yang menyahut dengan lembut.
"Irene, aku sebenarnya tidak pandai bicara. Tapi yang jelas aku sudah lama memikirkan hal ini. Kuharap kau tidak tertawa nanti. Okay?" pinta Taehyung, dan membuat Irene semakin penasaran dibuatnya.
Menarik dan membuang nafas hingga beberapa kali, lalu setelahnya Taehyung mulai terlihat lebih tenang.
Menatap kedua obsidian milik Irene tanpa gentar, Taehyung lantas mulai membuka mulut setelahnya.
"Ne Irene, jika kubilang apakah kau bersedia menjadi Eomma dari Chaeyoung, apa kau mau?" kata Taehyung akhirnya, dengan mata kini menatap Irene yang seketika kaget karenanya.
"Eh apa?" ujar Irene, seolah ia baru saja salah dengar.
Sementara tak bisa dipungkiri, detak jantungnya langsung meningkat dengan cepat setelahnya.
Aku tidak salah dengar, kan? batin Irene yang berbicara.
Lain halnya Taehyung, yang tengah mencoba untuk mengumpulkan keberaniannya kembali.
"Irene, aku ingin kau menjadi istriku. Itu yang kukatakan tadi. Apa kau mau?" ulang Taehyung, dan membuat Irene membekap mulutnya lantaran kaget.
"Kau ... kau serius, Taehyung-ah?" tanya Irene, setelah berhasil menormalkan detak jantungnya kembali.
"Nde, tentu saja. Karena aku ingin kau menjadi ibu untuk anakku dan juga menjadi seseorang yang nantinya akan selalu berada di sisiku," jawab Taehyung dengan mantap.
"Tapi, itupun jika kau bersedia!" lanjutnya, dengan tangan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Kebiasaan jika ia tengah dilanda gugup.
Di landa hening, Taehyung yang masih menunggu sesekali melirik Irene untuk melihat reaksi darinya. Sementara Irene, tampaknya ia tengah berpikir saat ini. Hingga akhirnya, tiba-tiba saja Chaeyoung pun bangun dan mengagetkan kedua orang tersebut.
"Irene Ssaem, Ayo terima saja Daddy-ku. Aku ingin Ssaem menjadi eomma-nya Chae," ujar si anak, yang rupanya sedari tadi menguping pembicaraan kedua orang dewasa selama ia berpura-pura tidur.
"Eh, Chaeyoung-ie!!" ujar Irene terbata.
"Chae, kau tidak boleh memaksa Irene Ssaem seperti itu, Sayang. Daddy tidak pernah .... "
"Ya, aku mau!!" potong Irene, dan membuat kedua anak beranak itu menoleh padanya dengan kaget.
"Eh, kau serius Irene?" tanya Taehyung memastikan.
"Emm," balas Irene dengan ikut menganggukkan kepalanya.
"Jadi beneran Irene Ssaem mau menjadi eomma-nya Chae?" tanya Chaeyoung pula yang ingin ikut memastikan.
"Aigoo, iya Sayang. Ssaem mau," jawab Irene dengan malu-malu, dengan mata melirik pada Taehyung yang seketika tersenyum dengan sangat lebar padanya.
"Yee ..!!" sorak Chaeyoung seketika yang terlihat begitu gembira.
"Gomawo Irene Ssaem. Akhirnya Chae akan punya eomma," teriak Chaeyoung kemudian, lalu segera memeluk Irene dengan erat.
Sementara itu, Taehyung hanya mampu tersenyum dengan lebar menyaksikan sang buah hati juga calon istrinya tengah saling berpelukan dengan erat di dekatnya.
END
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, Chingu. ^^