Dunia yang ditempati saat ini sangat luas dan juga beragam. Akan tetapi dunia nyata ini masih kalah dengan apa yang disebut sebagai dunia maya. Banyak hal terdapat dalam dunia itu. Dunia yang hanya bisa dirasakan dalam status online dengan jangkauan tanpa batas pergerakan. Menelusuri dan menyelam lebih dalam akan memberi efek yang tak kalah kuatnya. Hingga karena hal itulah kehidupan seseorang bisa sekarat tanpa sentuhan senjata tajam sekalipun.
Seorang gadis yang dikenal periang dan aktif di dunia maya ini menjadi satu contoh korban pelampiasan serangan warga dunia maya. Melakukan sedikit kesalahan bisa membuat pengaruh dalam kehidupan. Apalagi yang melakukan kesalahan besar yang tidak bisa diampuni. Kerasnya kehidupan maya yang tidak kalah dengan dunia nyata ini, menjadi titik lain dari asal muasal serangan mental terjadi. Bahkan fisik pun bisa terserang kala warga internet ikut beraksi di dunia nyata sekaligus.
Gadis yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas itu tengah berdiri di tepi batas jembatan. Jalanan sepi saat malam sudah larut. Ia memandang ke bawah melihat aliran air sungai yang tampak tenang di bawah sinar bulan yang bercahaya kala itu. Dunia nyata tampak baik-baik saja. Tetapi dunia nyata sudah memberi efek besar pada kehidupannya. Terutama soal mental yang terserang dengan sadisnya.
Aksi bulian dengan serangan verbal, memberi dampak yang menyakitkan hingga sebuah jalan dipilih untuk menghilangkannya.
Gadis itu berpegangan pada pagar pembatas jembatan. Kemudian dirinya mulai naik diatasnya, dan berdiri disana.
Dengan ponsel yang masih berbunyi di genggaman tangan, gadis itu melihat layar ponsel miliknya tersebut. Notifikasi spam mengenai serangan verbal terus terjadi sampai saat ini.
"Kalian sangat senang sekali ya melakukan hal semacam ini." tuturnya dengan mata sayu.
Kemudian ponsel pun dimatikan. Dan gadis remaja itu mulai mengambil nafas dan melepaskannya.
"Aku terlalu lemah untuk hidup di dunia ini. Entah di depanku surga atau neraka, yang jelas aku sudah tidak tahan lagi dengan serangan ini. Bahkan ancaman sudah menantiku di dunia nyata."
Kedua tangan mengepal dan dirinya berkata.
"Aku tidak kuat lagi dengan situasi macam ini. Terimakasih sudah memberi waktu untuk merasakan kehidupan meskipun aku mengakhirinya."
"Terimakasih juga karena sudah sabar dan tetap bertahan wahai diriku. Untuk terakhir kalinya aku hanya bisa mengucapkan kata ini..."
"Selamat tinggal dunia dan kehidupanku."
Gadis itu pun terjun setelahnya.
Beberapa hari setelahnya, dikabarkan oleh media bahwa seorang gadis remaja telah hilang dan pada akhirnya ditemukan di sebuah tempat. Tempat itu adalah sungai yang berada di dekat jembatan kemarin. Jasadnya berhasil di angkat dari aliran sungai dan menjadi objek jepretan kamera yang begitu banyak. Garis polisi di pasang di sekitaran jembatan dan orang-orang hanya memandang jasad dengan rasa penasaran akan latar belakangnya.
Kini kabar mengenai sang gadis sudah tersebar hingga dunia maya. Dan aksi serangan verbal pun terhenti setelahnya.
-----SELESAI-----