Aku Nana, seorang gadis yang sedang menikmati malam yang sunyi, hanya ada bulan dan bintang yang menemani. Sambil menatap langit aku teringat kenangan indah namun menyakitkan. Kenangan ketika aku terlalu berekspektasi tinggi kepada seseorang, yang akhirnya menyisakan luka di hati hingga saat ini.
Akbar namanya, dia salah satu teman masa kecilku. Kita sering bertemu disaat bulan ramadhan tiba karena ada kegiatan TPA di desa kami. Awalnya kita saling bodo amat, cuma sekedar kenal nama dan yaaa,, yaudah.
-2014-
TPA bulan Ramadhan di desa kami setiap tahun pasti ada kegiatan lomba. Dan tahun ini aku berada dalam satu kelompok dengan Akbar. Dia ketua, dan aku wakilnya. Hmm sebenernya agak gimana gitu sihh, soalnya aku baru pertama kali jadi wakil ketua. Apalagi sebagian anggotanya masih pada kecil - kecil. Tapi yaudah lah ya. Setiap hari tugasku dan dia mengabsen anggota - anggota lain, memperhatikan mereka, dan tentunya kita menyiapkan diri buat memenangkan lomba.
Berbagai macam lomba dilaksanakan disini, tentunya berhubungan dengan agama. Beberapa hari sebelum salah satu lomba dimulai, kita latihan untuk mempersiapkan lomba. Dia datang ke rumahku, kita duduk bersebelahan. Dari situ kita semakin akrab, kita bercanda bareng, ketawa bareng. Seru sih.
Setelah semua lomba kami lewati, mungkin banyak anak-anak yang melihat chemistry kami sangat kuat. Jadi yaa mereka pada ngledekin kami berdua. Kayak,,, " eh dicariin akbar tu " atau engga " Nana pacarnya akbar " . Dasar bocil. Tapi kok,, aku malah senyum - senyum sendiri ya. Aneh.
Hari pengumuman pemenang lomba tiba. Kelompok kami mendapat juara 1 dan kita bagi hadiah untuk masing - masing anggota di depan rumah Akbar. Kita berdua kayaknya paling ribet deh. Udah kayak emak bapak lagi bagiin anak - anaknya oleh- oleh :v . Saking ribetnya, sampe ibu nya si Akbar juga ikutan keluar. Akhirnya setelah semuanya selesai dibagiin aku ikut takbiran dan ya setelah itu pulang.
Keesokan harinya adalah hari Raya Idul Fitri. Dan seperti biasa, setelah Sholat Ied kami bersalam - salaman keliling kampung. Kebetulan aku ketemu dia dan keluarganya di jalan. Keluargaku dan keluarganya saling bersalaman satu sama lain. Ketika aku bersalaman dengan ibunya Akbar, tiba - tiba dia cipika cipiki ke akuuu . Bener - bener kayak,, deg - deg an parah, terbang langsung rasanya. Pokonya seneng dan kaget banget gatau kenapa. Tapi,, itu cuma sekali doang dalam hidup ku. Tahun berikutnya ibunya Akbar kayak agak gimana gitu sama aku. Tapi yaudah lah ya..
-2015-
Berbulan - bulan kita jarang ngobrol, tapi kita masih sering ketemu sih. Aku dan dia sering Sholat di Masjid bareng. Gatau kenapa kok aku seneng banget kalo ketemu dia. Tapi aku juga gatau sejak kapan aku suka sama dia. Tau - tau kayak bahagia aja liat dia. Bahkan hampir tiap hari kalo aku berangkat ke mesjid, aku selalu cerita ke sahabatku tentang dia. Ya biasalah cewe,, apalagi masa - masa puber.
Aku sempet mikir, apa dia suka sama aku ya,, soalnya tingkah laku dia tu kayak mencerminkan kalo dia tu suka sama aku. Cara dia natap aku, cara dia memperlakukan aku, menurut ku dia suka sama aku. I think,, kayaknya ga bertepuk sebelah tangan deh. Ehh ternyata,,,, uda berekspektasi tinggi tentang dia, dia nya malah udah punya pacar :( Sakit banget rasanya. Apalagi dia itu cowo pertama yang aku suka. Dan sampai sekarang pun aku masih berharap sama dia, walaupun harapan itu gak mungkin terwujud.
Tapi dari sini aku bisa mengambil pelajaran, bahwa apa yang diperlihatkan oleh seseorang belum tentu sama dengan apa yang dia inginkan :)