Aku adalah Abel keluargaku selalu bekerja.
Suatu hari karena pekerjaan ayahku kami harus pindah kedesa untungnya, kami tidak perlu menyewa karena ada rumah saudaraku yang kosong dan kebetulan lagi itu adalah salah satu warisan nenek moyang keluarga
Hari ini kami pindah, Lumayan itulah yang kupikirkan saat melihat Struktur rumah baruku, karena lama tidak ditempati banyak ruangan yang tampak tak layak huni. Namun karena kami harus selamanya menetap ayahku pun berniat merenovasinya.
saat malam
____________
mas sebaiknya jangan ganggu wilayah belakang dulu, rumah ini dibangun menggunakan korban, dan arwah mereka ditanam kebelakang rumah, jadi di bisakan jangan membuka gerbang belakang ya mas"kata bibiku, yah tanpa sengaja aku mendengarkan percakapan mereka
"iya kami gk akan mengusik wilayah belakang, kalau gitu mas mendingan kita pindah aja gk jadi menetap ya disini, panggil kiai biar digembok terus sewain ke orang lain" kata ibuku
"eh nggak perlu begitu mbk, rumah inikan warisan tidak elok jika disewakan" kata bibiku
"oh jadi rumah ini angker dong kak" kata Aluna yang tiba2 berada dibelakangku "Luna!! " teriakku
hari keenam berada dirumah baru masih terasa agak gak nyaman karena pembicaraan kedua orang tuaku, akupun semakin penasaran dan karena aku selalu penasaran dengan lingkungan baru, aku memutuskan untuk mengelilingi rumah baru bersama Aluna
"ayolah mbok bilang saja ke ayah dan ibu aku main kerumah temen" kataku yang memohon pada pembantu kami agar aku dan Aluna bisa melihat lihat rumah. "jangan nak rumah ini sudah tua takutnya nanti nak Abel dan nak Aluna sembarangan masuk ke wilayah lain! " kata
mbok
Dengan berbohong pada embok akupun keluar dengan Aluna.
"kak bener kata siembok mendingan kita balik yuk, aku takut penghuni sini akan marah" kata Aluna dengan gemetar"apa kita dah susah payah loh, ini juga masih pagi ayok ini juga kan rumah kita Lun"kataku menyakinkan dalam hatipun aku tau kalau Aluna takut akan mengusik wilayah belakang.
krek"aduh"aku menjerit karena menginjak sesuatu yang tajam"kak ini sesajen!! "kata Aluna yang membeku " hah kapan kita melewati gerbang belakang? "kataku dengan nada takut
"Hah kalian hebat bocah cilik, yah karena udah sampai sini kan sayang kalau kalian gk dapet apa2" kata orang yang muncul karena mendengar teriakan ku
"siapa kamu!! jangan mendekat!! " kataku yang gemetar "bibik!! " sontak Aluna berteriak
"yah aku bibik kalian, aku sudah menjalani perjanjian selama bertahun-tahun dengan penunggu rumah ini, tapi karena kalian mengusik kedamaian pelihara peliharaanku jadi kalian harus mendapatkan akibatnya!! " kata bibiku dengan tegas "bik apasih untungnya ngelakuin ini semua mendingan bibik tobat!! " kataku yang lebih tegas.
wusshhh
Ghaaaaarrr
"hah kalian dengar! mereka adalah penunggu rumah ini dari awal mereka menyukai Aluna karena dia memiliki hawa mata batin yg terbuka, sebenarnya aku harus memiliki rencana agar kalian bisa hidup agak lama lagi, kan lumayan klau rumah ini direnovasi" kata bibiku
"Aluna pergi dari sini!! panggil papa mama dan juga pak ustadz, biar kita perlihatkan rumah ini milik keluarga kita,!! " kataku
gherrr
ghaaaa
Aluna kini semakin menjauh,, para roh tidak bisa menyentuhnya karena Aluna juga memiliki pelindung dari nenek, kini tinggal aku, bibi dan penunggu
"sudah main mainnya gimana kalau kalian ambil saja raga anak ini" perintah bibiku yang menjelma sebagai suara iblis
"Aaaaaaaaa"aku hanya bisa berteriak dan melihat sendiri tubuhku yang mulai lenyap karena roh roh itu
" Aluna, Ayah, ibu maaf"kataku yang menangis dengan semua kondisi ini
dengan terkejut aku melihat Aluna disamping ku, ya Aluna sudah mati, pelindung yang diberikan nenek tidak bisa menghalangi para pemilik rumah yang sebenarnya.
sisi lain
"ibu ayah kalian udah pulang ayo masuk, kak Abel udah nunggu " kata Aluna, bukan Aluna sudah mati
"dimana embok Lun" tanya ibu
krek ibu membuka pintu dapur dan yang dilihatnya adalah si embok sudah tidak bernyawa dengan luka tusukan dan pisau yang masih menancap di mulut, leher, dan dada(bagian jantung)
"Hi Hi embokkkk Ha haha "kata setan itu
terlihat pula wajah Aluna yang tak terkenali
"Aaaaaaaaa" teriakan ayah dan ibuku.
"uh mbk, mas maaf yah gimanapun rumah dan setan2 disini aset berhargaku loh" kata bibiku yang tersenyum tipis
keesokan paginya
"hiks hiks jadi kemarin malam rumah kakak dan kakak ipar saya kerampokan pak, anak mereka diculik dan dibunuh dengan kejam, karena itu kakak2 saya menjadi gila hiks hiks, pak tolong bunuh semua perampok nya pak!! " kata bibiku
"iya berdasarkan penyelidikan para perampok itu juga orang tidak waras, kami turut berduka atas musibah yang terjadi pada saudara ibu" kata polisi
"iya Pak Terima kasih" kata bibiku
1 TAHUN KEMUDIAN
"bagaimana apakah cocok dengan yang kalian inginkan? " kata bibiku yang ingin menyewa rumah terkutuk itu
"iya ini dpnya " kata orang yang ingin menyewa
"anak ini lucu, mata batinnya juga terbuka, saya suka" kata bibiku.
🌾TAMAT🌾
🙏TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERPEN INI🙏