...
Pada suatu sore terdapat seseorang gadis yang menatap sebuah rumah kosong dengan tatapan datar. Kita sebut gadis itu Octavia.
Octavia adalah gadis yang memiliki sifat pendiam dan Rapuh.
Sembari memandang Rumah Kosong itu ia mengingat kenangan yang sangat berharga sehingga membuatnya menyisakan waktu untuk melihat.
Sudah sering Octavia dibicarakan tetangga dengan sifat yang anehnya.
Octavia memiliki sifat pendiam karena memiliki tekanan Psikologis dari keluarganya.
Ayah dan ibunya Bercerai sementara kakak dan adiknya hilang tanpa kabar seperti di telan bumi.
Rumah itu menjadi tempat kenangan hangat kebersamaan keluarganya.
Sifat rapuh yang ia peroleh karena sahabatnya yang sering mengabaikannya padahal saat sahabatnya dalam masalah ia yang membantu, saat sahabatnya butuh tempat bersandar Octavia selalu ada.
Pada Akhirnya saat Octavia sedang membutuhkan tempat bersandar Sahabatnya menghianatinya.
Octavia hanya butuh juluran tangan seseorang dangan kasih sayang maka sifat rapuh dan dingin yang sudah melekat pada jiwanya hilang.
Hingga pada suatu hari Octavia menatap Rumah itu pada sore yang hujan.
Ada seseorang laki laki yang menghampirinya dan berkata "Hei" Sapanya.
"..." Octavia tak merespon laki laki tersebut dan hanya terus menatap Rumah itu.
Octavia sudah seperti mayat hidup Wajahnya pucat dan jarang berbicara.
"Kamu kedinginan?" Tanya pemuda tersebut.
"..." Tetap tidak ada Sedikit respon dari Octavia.
Tiba Tiba Octavia Duduk terdiam di bawah hujan yang deras tersebut.
"Hujan lagi ya?" Guamam Octavia Sambil menatap tanah yang basah dan meletakkan payungnya.
"Hei! " Kata pemuda tersebut lagi.
"..." Tetap tidak ada jawaban dari Octavia.
Pemuda tersebut menjulurkan tangan ke Octavia dengan percaya diri.
"Hei.. Janganlah duduk seperti itu nanti kedinginan" Kata Khawatir Pemuda tersebut.
Pemuda tersebut mendapat Respon dari Octavia.
Octavia melihat ke arah pemuda tersebut.
Octavia memberanikan diri untuk berbicara kepada orang setelah sekian lama.
"Untuk apa kamu peduli denganku?" tanya Octavia dengan muka datar.
"Aku sudah memperhatikanmu sejak 3 hari yang lalu?... Kenapa Kamu terus setiap sore di sini? " tanya Pemuda tersebut.
"Bukan urusanmu" Jawab Datar Octavia.
"Kamu ini sadis banget!" Gumam pemuda tersebut.
Octavia hanya menoleh ke arah pemuda tersebut sambil berdiri.
Hujan pun mulai berhenti.
"Kamu ini jika memiliki masalah ceritalah jangan di pendam sendiri tahu!" Kata Pemuda tersebut sambil tersenyum.
Octavia hanya terus menatap pemuda tersebut.
"Hei kenapa ada yang salah ya?.. Kok kamu menatap aku terus" Kata Pemuda tersebut Gelisah saat di tatap.
"Nggak apa apa" Kata Octavia.
Pemuda tersebut melepaskan jaket yang ia kenakan untuk menutupi Octavia agar tidak kedinginan.
Octavia Terkejut dan segera melepasnya.
"Jangan di lepas" Teriak pemuda tersebut sambil memakaikan lagi jaket itu.
"Makasih ya" Kata Octavia dengan sedikit senyuman.
"Iya.. Sama sama" Jawab pemuda tersebut tersenyum.
"Maaf aku harus pergi" kata pemuda tersebut sedih.
Octavia kaget dan ia mengingat kata 'pergi' sebagai kata perpisahan.
"Semua orang sama ya" Gumam Octavia tersenyum sambil meneteskan air matanya.
"Janganlah menangis... Aku pergi tapi aku kembali kok! " Kata pemuda tersebut.
"Temui aku di musim Hujan berikutnya.. Jangan lupa janganlah menutup diri lagi" Teriak pemuda tersebut sambil berlari ke arah motornya.
"Siapa namamu?" jawab teriak Octavia.
"Bertemu di bawah hujan" Teriak pemuda tersebut.
"Aku Octavia" Teriak Octavia.
Pemuda tersebut pergi tampa basa basi lagi.
"Kamu ini seperti malaikat yang datang" Gumam Octavia tersenyum sambil berjalan menuju ke rumahnya.
"Aku akan memulai hidup baru" teriak Octavia.
Ia pun memulai dengan mencari teman yang baru dan mengukuti berbagai Organisasi di sekolahnya.
Mengikuti Kegiatan berlajar bersama, mulai membuka diri kembali dan ia memiliki banyak prestasi yang beragam.
Namun setelah musim dingin tiba kembali...
"Yay... Akhirnya musim dingin lagi aku akan menunggunya" Gumam Octavia riang.
Setelah sampai di rumah kosong itu Octavia menunggu pemuda yang ia temui di musim dingin kemarin.
"Sudah satu tahun" Gumam Octavia.
Tiba tiba ia mencium bau darah yang sangat pekat dan dia menyusuri bau tersebut.
"Aneh.. Bau darah ini.. " Gumam Octavia sambil menyusuri bau itu.
"Dari samping rumah ini! " Teriak Octavia.
Octavia pun melihat Seseorang yang tergeletak di jalan dan Octavia segera menghampiri... tapi tak di sangka mayat tersebut adalah Pemuda 1 tahun lalu, Wajahnya pucat darah mengalir dari kepala dan tangannya dan denyut nadinya berhenti.
"Bertemu di bawah hujan" Guamam Octavia.
Ia meneteskan air matanya karena sedih melihat Mayat Temannya itu.
Secara Kebetulan Octavia Mendapatkan info dari keluarganya.
Ayahnya Menjadi Pemabuk dan pemain Wanita, ibunya Pergi ke luar negeri, Kakaknya Kecelakaan, Adiknya Bunuh diri.
Octavia menangis sedih berhari hari.
Sejak hari itu Octavia menjadi menutup diri kembali.
Menjalani Hari Hari dengan keputusasaan.
Octavia menjalani hari seperti yang ia lalui Setahun yang lalu.
Dengan menatap Rumah penuh kenangan itu Octavia sedikit Terhibur.
Octavia setiap sore mengunjungi Rumah itu hingga suatu Sore
...
"Apakah ini masih bisa di sebut Cobaan Tuhan... " Guamam Octavia.
"Penantian Tanpa Akhir ini kanapa Harus terjadi pada aku" Teriak Octavia.
"Ha..ha..ha.. Aku sekarang benar benar sendirian" Teriak Octavia.
"Mereka tidak menepati janji" Teriak lagi Octavia.
"Di bawah hujan.. Ini sudah 1 tahun lebih semejak kematianmu" Gumam Octavia.
"Aku akan menantimu sampai tua disini" Gumam Octavia.
Selamat Menanti Octavia.
Penantian Tanpa Akhir
By:Tifana Raya.