Aku berjalan di sepanjang lorong sekolah yang minim penerangan, ternyata sekolah lebih menakutkan di malam hari
Seharusnya aku sudah pulang dari tadi tapi ada yang memukuli kepala ku hingga tidak sadarkan diri dan mengurung ku di ruang janitor dalam loker nya
Untung saja aku bisa membuka pintu loker karatan itu kalo tidak... Sampai pagi lah aku terkurung
Sekarang sudah jam 18:24 malam, ya ampun! Bu Satin pasti khawatir sebaiknya aku cepat
Setelah aku sampai di lantai dasar aku segera berjalan cepat menuju pintu keluar tapi tiba tiba aroma aneh langsung menusuk masuk ke hidung
Aku ingin berpikir positif namun hanya ada satu kata yang muncul dibenak ku... Darah
Bau nya berasal dari ruang UKS lama, kaki ku otomatis bergerak ke situ. Perasaan tidak enak muncul di dada ku saat tangan ku bergerak membuka pintu, mungkin karena aku khawatir ada sesuatu di ruang UKS ini. Dari awal ruang UKS tidak pernah dipakai sampai sekarang karena pengap dan selalu mudah berdebu untuk peralatan rawat.
Yang benar saja!!!?? ... Mayat... Siapa?
"Bagaimana? Kau suka hadiahnya?"
Aku kenal suara itu, seseorang berdiri tepat di belakang ku
"O-owen.. I-i-itu siapa?"
"Hm? Lihat lah lebih dekat ada kejutan lain"
Owen mendorong ku mendekat ke mayat siswi yang wajahnya sudah rusak itu dan barulah aku sadar, dia Anita.
Anita adalah pembuli di kelas kami dan target kesukaannya adalah aku. Meskipun aku nggak suka dia tapi melihat nya seperti ini membuat ku jadi kasihan...
"Bagaimana? Kau suka hadiahnya, Laila?"
"Suka? Kau gila ya!?"
"Jadi kau tidak suka?" tanya nya dengan nada sedih
"Siapa yang suka jika diberi mayat oleh teman sekelas!?"
"Ah... Kau menganggap aku sebagai teman? Aku beruntung sekaliii... " Owen mulai cekikikan dan bertingkah seperti anak kecil yang baru saja diberi permen
Aku mendorong dia lalu mengambil kesempatan untuk lari ke luar, mencari bantuan setidaknya bertemu satpam atau orang lain yang bisa membantu
"Kau bisa lari, Laila! Tapi kau tak bisa keluar dari sekolah ini!!!" Teriak Owen
Seharusnya aku tidak anggap remeh perkataan, Pintu keluar sekolah memang terkunci dan entah kenapa semua jendela yang mengarah keluar tidak bisa dibuka Argh!!!
Mau tidak mau harus lari dulu jangan sampai tertangkap
Entah Inisiatif dari mana aku langsung pergi ke kantor guru berpikir kalau ada guru yang masih menetap. Ayolah! Siapa pun! Pak Rusdi! Pak Yos! Bu Sumi! Salah satu dari kalian kumohon!!!
Harapan ku muncul saat melihat lampu menyala di ruang guru berarti masih ada guru, segera aku membuka pintu mendapati Pak Hasan dan Bu Rani yang sedang mengemas barang terkejut dengan kedatangan ku
"Laila? Ada apa ini? kamu kelihatan nya panik"
Bu Rani tanya
"B-be... Begini.."
"Tenang, ambil nafas" Ku ikuti perkataan Pak Hasan mengatur nafas
"Sekarang, coba cerita ada apa nak?"
"Begini.. Ada mayat di ruang UKS kosong dan pembunuh nya berkeliaran di sini Pak!!"
"Apa!? Kamu yang benar aja, jangan mengada ada!"
"Benar bu! Aku nggak bohong"
"Ada apa ini?" Pak Rusdi datang dari ruangan lain langsung bertanya
"Begini pak, kata nak Laila dia melihat mayat di ruang kosong lantai satu"
"Hah!? Benarkah itu?"
"Iya katanya masih ada si pembunuh nya"
"Coba katakan siapa pembunuhnya, nak Laila"
"Owen Hawthorne, Pak!"
"Kamu yakin? Ingat ya kalo kamu main main kami nggak akan segan segan panggil orang tua kamu tentang pencemaran nama" kata bu Rani memperingati diriku
"Iya, kalo tidak percaya ikut saya akan saya tunjukkan!"
"Baiklah ayo- uh" tiba tiba Pak Hasan memegang kepalanya lalu terjatuh
"Pak Hasa- Ugh!" Bu Rani juga langsung jatuh terduduk di kursi
"Loh Bu Pak ad-" Pak Rusdi pun merasa sakit kepala dan terjatuh ke lantai
"Pak! Pak Rusdi! Pak Hasan! Bu Rani! Kenapa ini!?"
Kenapa mereka tiba tiba pingsan ditempat? Apa yang terjadi!?
"Kukira mereka sudah kena efek nya dari tadi"
Ku berbalik melihat Owen berdiri di depan pintu dengan senyuman sadis
"Rupanya baru kena efek obat nya..."
"KAU MONSTER!!! Kau juga meracuni mereka!? Apa salah mereka!!?"
"Tidaaak~ Aku tidak meracuni mereka, hanya obat tidur yang kuat dicampur ke kopi. Saat pagi mereka akan lupa semua ini"
Owen berjalan maju dan aku pun berjalan tapi mundur
Punggung ku menyentuh dinding, bulir keringat dingin juga turun dari kening. Tidak ku sangka ajal akan menjemput ku disini
Tangan nya menarik dagu ku supaya bisa melihat ke arah ku dengan baik
Terlihat jelas Mata merah nya itu seperti sedang menatap mangsa yang siap disantap
"Sekarang-"
"Jangan bunuh aku! Kumohon aku masih ingin hidup, aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun pada adik kecil ku Parma dua hari lagi, biarkan aku hidup aku nggak akan memberitahukan pada siapa pun"
"Siapa yang akan membunuh mu?"
"Huh? Bukannya kau akan membunuh ku"
"Tidak... Aku tidak akan membunuh mu, kau orang yang baik... Iyakan?"
Aku hanya menganggukkan kepala kemudian dia memeluk ku, rasa hangat dan nyaman ini membuat ku ingin menangis bukan karena lega tapi tahu bahwa orang yang memeluk ku adalah pembunuh
Tiba tiba aku merasa pelukan nya meng-erat membuat ku sesak nafas, aku mencoba mendorong dia tapi tidak ada hasil.
Ternyata ada bius tidur di baju nya bodohnya aku tidak waspada terhadap hal ini
"Sekarang kau adalah milik ku, Laila Damesthe"
Berita terkini, terjadi kasus hilangnya sisiwa di Sekolah Mayora Hades 50. Di ketahui siswa siswi yang menghilang ada sekitar 7 orang, 3 anak laki laki dan 4 anak perempuan. Semuanya masih sekolah menengah pertama di tahun kedua. Saat ini polisi masih menyelidiki kasus ini, berikut adalah daftar siswa siswi yang menghilang :
1. Anita Angina 15
2. Maya sari 14
4. Laila Damesthe 15
5. Owen Hawthorne 15
6. Viko Miorin 14
7. Benny Mill 15
menurut pihak kepolisian, rata rata para remaja ini menghilang dari sekolah dan tidak pernah kembali lagi. Orang tua dari siswa siswi ini menuntut agar kepolisian bisa mencari anak anak mereka yang menghilang tanpa jejak. Harap harap menemukan petunjuk mengenai masalah ini. Sekian berita hari ini nikmati acara kami berikutnya.
Note : Ini cerita pendek pertama saya, maaf kalo ada kesalahan dalam penulisan.