"Rin! Bagaimana hasil ujianmu?" tanya Devano pada Rin.
"Cukup bagus. Lalu bagaimana denganmu Dev?"
Rin bertanya balik.
"Lumayan. Setidaknya ini sudah menjadi hasil terbaikku haha." jawab Devano
"Haha baiklah. Lalu bagaimana dengan yang lainnya?" Rin menoleh ke kanan dan kiri.
"Aku rasa semuanya lulus dengan nilai diatas batas." Regi datang bersama Nino.
"Yang penting kita bisa lulus bersama-sama dari sekolah ini kan." Devano tersenyum lebar sambil merangkul teman-temannya itu.
"Benar. Senangnya bisa lulus bersama-sama ya." ucap Rin.
"Bagaimana kalau sepulang sekolah ini, kita habiskan waktu bersama-sama?" ajak Regi.
"Maksudmu merayakan kelulusan?" Nino menepuk pundak Regi.
"Ya begitulah. Kalian mau?".
"Tentu saja!" jawab mereka bertiga dengan serentak.
Regi pun tersenyum usai mendengar jawaban semangat dari teman-temannya itu.
Sepulang sekolah, para siswa banyak keluar dengan perasaan senang lantaran bisa lulus ujian akhir pada saat itu. Begitu pula dengan Devano, Rin, Regi, dan Nino.
Mereka berjalan seirama, keluar dari halaman sekolah melalui gerbang yang terbuka lebar didepannya.
Di depan gerbang sekolah, Devano bertanya mengenai tempat dimana perayaan kelulusan itu diadakan.
"Kamu tidak perlu memikirkan itu. Ini kesannya lebih sederhana. Jadi ikuti saja aku." kata Regi pada Devano.
"Baiklah kalau begitu." balas Devano.
"Aku penasaran tempat seperti apa itu." kata Rin.
"Aku juga begitu. Ayo cepat, aku sudah tidak sabar merayakannya." ucap Nino yang membuat langkah mereka sedikit lebih cepat.
Berjalan di sepanjang trotoar. Mereka berempat mengisi waktu perjalanan itu dengan bercakap-cakap diselipi canda tawa. Suasana tampak menyenangkan sepanjang perjalanan. Dan mereka juga menyempatkan diri untuk berbelanja sejenak sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan.
Langkah kaki pun akhirnya tiba di lokasi yang menjadi tujuan dari Regi tersebut.
"Kita akan merayakannya disini." Regi menghentikan langkahnya.
"Tepi pantai?" Devano merasa heran.
"Iya. Sudah kubilang sederhana kan?"
"Tapi kan kita hanya memakai seragam sekolah." ucap Nino.
"Memangnya kamu mau berenang disini?" tanya Rin
"Iya. Biar sekalian mandi."
"Mandi kok air laut." Rin geleng-geleng kepala.
"Yang penting air juga kan." kata Nino sembaru tertawa kecil.
Kemudian mereka berempat pun mulai mempersiapkan barang-barang yang dibutuhkan. Dan usai melakukan persiapan, mereka semua pun memulai pesta kelulusan tersebut.
Menyalakan musik serta memegang kembang api, tampak kebahagian terpancar di wajah empat sekawan itu. Ditambah aksi menghibur dari Devano dan Nino membuat suasana makin pecah dengan tawaan. Perayaan itu berlangsung cukup lama. Hingga matahari mulai terbenam. Sore yang indah sambil menikmati momen makan bersama di tepi laut. Devano, Rin, Regi, dan Nino turut larut dalam kebahagian. Dengan menu sederhana mie instan, sudah membuat mereka kenyang kala itu.
"Sungguh menyenangkan sekali ya." kata Devano.
"Benar. Aku sangat menikmati momen ini." tutur Nino.
"Sederhana tapi sangat menyenangkan." ucap Regi seraya tersenyum.
"Kebersamaan ini sangat membuatku bahagia sekali." Rin tersenyum lebar sangking senangnya.
Lalu melihat matahari yang sudah nyaris terbenam sepenuhnya, membuat Rin berinisiatif untuk mengajak para teman-temannya itu untuk berswafoto. Tanpa basa basi mereka pun langsung bergerak dan mengabadikan momen itu.
"Satu...Dua...Tiga, Senyum!"
Banyak foto yang telah diambil hingga foto terakhir dimana terlihat semuanya saling berdekatan di dalam pandangan kamera. Dan foto pun diambil dalam hitungan mundur.
Sepulang dari pesta kelulusan, Rin langsung mencuci foto sebelumnya. Dan memberikan pada para teman-temanya masing-masing satu.
"Ini bagus sekali. Aku akan menyelipkannya di cermin." kata Devano.
"Aku akan menyimpannya di dompet." ujar Nino.
"Sepertinya aku ingin memberi bingkai dan memajangnya di kamarku." Rin memandang foto itu.
"Bagaimana dengammu Regi?" tanya Nino.
"Aku akan membakarnya."
Seketika perkataan Regi itu membuat Devano, Rin, dan Nino langsung menengoknya dengan tatapan sinis serta serentak memarahinya.
"Woi Regi!"
"Hehe hanya bercanda. Yang pasti aku akan menyimpannya. Tidak mungkin aku membakar foto ini bersama sahabat terbaik yang pernah ada di hidupku."
Regi merangkul mereka semua dengan erat.
"Jangan lupakan persahabatan ini ya. Walau sudah lulus dan pisah jarak sekalipun. Tetaplah ingat bahwa kita ini adalah sahabat sejati."
Regi tersenyum kepada para mereka semua. Kemudian Devano, Rin, dan Nino pun ikut tersenyum karenanya.
-----SELESAI-----