Air laut membentang luas dengan warna biru cerah. Begitu pula langit yang sama halnya dengan lautan dibawahnya. Awan-awan putih bergerak pelan seiring waktu berjalan, menampakkan cuaca saat itu sedang cerah.
Sebuah dermaga yang di datangi kapal-kapal itu tampak sibuk dengan berbagai kegiatan. Dari lalu lalang kapal hingga aksi bongkar muatan.
Chika berdiri di area dermaga sambil melihat orang-orang beraktivitas di dekatnya. Diam dalam tatapan mata yang menjuru ke berbagai arah. Perempuan itu pun mulai melangkah dengan pelan menelurusi tempat tersebut.
Beberapa orang yang ada disana menyapa dirinya. Chika pun membalas sapaan itu dengan senyuman manisnya sembari mengangkat sebelah tangan sebagai sapaan dari dirinya.
"Hai Chika. Selamat pagi."
"Chika, sudah lama tidak kesini ya."
dan masih banyak lagi ucapan yang para pekerja di dermaga itu sampaikan padanya. Mereka mengenali perempuan itu, lantaran dia sering datang kesana semasa dulu.
Chika terus berjalan hingga tiba di area dimana sudah terlihat senggang dari keramaian sebelumnya.
Pasir putih yang halus berada di bawah kakinya. Seketika Chika langsung membuka kedua alas kakinya tersebut dan memijak pasir-pasir halus nan cantik tersebut.
Melangkah kedepan dengan memegang dua pasang sepatu, Chika memandang laut yang ada di dekatnya. Dan langkah kaki itu berakhir di dekat sebuah mercusuar. Sepi dan tenang kala itu, membuat Chika mampu menikmati suasana yang ada.
Air laut yang terus memunculkan ombak kecil hingga membasahi pasir-pasir halus tersebut.
Chika memperhatikan ke depan sembari memainkan pasir didekatnya.
"Tempat ini memang indah. Dan aku sudah lama berada disini menikmati keindahannya di hampir setiap waktunya."
Air laut pun mulai membasahi kaki dari Chika yang duduk di tepian.
"Namun, hal indah itu juga kutemukan di lain tempat dan dia pula yang menghilang dengan cepat."
ombak laut mulai datang dan membasahi sepenuh kakinya hingga mengenai sedikit dari pakaian milik Chika. Perempuan itu pun coba berdiri dan lanjut memandang ke depan dengan langkah kecilnya.
Mata kakinya sudah berada di bawah air laut yang jernih tersebut. Chika menatap kakinya seraya mengambil air dengan kedua tangannya.
"Cintaku yang indah itu pun sirna dengan cepatnya secara mendadak pada masa itu. Hati hancur dan ingatan yang masih membekas ini sulit untuk dihilangkan."
Membuang air dari tampungan telapak tangannya, Chika terus berjalan ke depan hingga sudah berada dibatas antara air laut dengan pakaian yang dikenakannya. Terhenti dan diam.
"Sekarang aku hanya bisa menatap dan mengingat segala kejadian yang pernah kita lalui di masa lampau. Dari awal hingga akhir pertemuan. Dari kata-kata manis hingga janji yang pernah dibuat. Aku masih bisa mengingat semua itu."
Kemudian ia mulai menyeburkan seluruh badan ke dalam air. Dilihatnya alam bawah laut tersebut yang tampak sangat indah.
"Aku tahu bahwasannya engkau menyukai laut sedari kecil. Bahkan dirimu rela menolak berbagai pekerjaan bagus dan lebih memilih bekerja di area kapal dan dermaga agar bisa dekat dengan lautan. Sehingga hal itu membuatku terus mengunjungimu sampai dikenali oleh banyak orang yang ada di tempat tersebut."
"Dan aku hanya bisa berharap, semoga dirimu juga bisa melihat keindahan semacam ini di alam sana."
gumam Chika dalam hati.
Setelah itu Chika kembali ke tepian dan pulang dengan basah kuyup. sebuah senyum terukir di wajahnya usai sekian lama.
-----SELESAI-----