Author : Nocita Maria
Length : 1 Shoot
Genre : School life, brothership.
Characters :
-Kim Taehyung as Taehyung
-Jeon Jung Kook as Kim Jung Kook
-Panpriya Manoban (Lisa) as Lisa
Others
Disclaimer: I own this story. The plot is purely created by me. So please do not copy.
Jangan Lupa Vote dan Komennya ya.
Happy Reading .....
.
.
.
.
.
Pagi ini di lingkungan parkiran SMA Big Hit, tampak dua orang pria yang terlihat begitu sangat mirip tengah berjalan bersama.
"Pagi Taehyung ..!!" sapa beberapa anak laki-laki yang baru datang dan terlihat begitu akrab pada salah satu dari kedua pemuda.
"Oh ... hei, pagi juga." Balas Taehyung ramah, lalu mulai bertos-san dengan teman-temannya tersebut.
"Aku duluan ..!!" kata Jung Kook adiknya Taehyung tiba-tiba dengan nada dingin dan langung berlalu begitu saja.
"Ada apa dengannya?" bisik teman-teman Taehyung yang merasa heran.
.
.
.
Di kantin pagi ini, suasana tampak ramai. Para siswa-siswi sibuk dengan makanan masing-masing bersama dengan kelompok mereka yang tampak heboh. Sementara itu di sudut lain, Jungkook hanya duduk menyendiri.
"Pagi Jung Kook ..!!" sapa suara yang begitu akrab, membuat Jungkook seketika menoleh.
"Eh em, pagi juga Lisa!" balas Jung Kook dengan gugup.
"Taehyung eodiga?" tanya Lisa dan membuat ekspresi di wajah Jung Kook seketika berubah.
Di saat bersamaan.
"Lisa, ayo kemari bergabung bersama kita??" panggil Daniel di salah satu sudut kantin di mana mereka tengah berkumpul bersama dengan Taehyung.
"Eum Jung Kook, aku kesana ya!" Pamit Lisa dan hanya mampu dilihat oleh Jung Kook dengan raut wajah yang sedih.
"Tae, adikmu itu kenapa sih selalu menolak untuk bergabung bersama kita??" tanya salah satu dari teman Taehyung setelah Lisa bergabung.
"Bukannya gitu, tapi Jung Kook saja yang dasarnya memang lebih nyaman jika ia sendiri, Jae. Lagipula kalian senua ini terlalu berisik, Jung Kook tak suka itu," bela Taehyung dengan sesekali matanya memperhatikan sang adik yang sudah mulai berdiri dari tempatnya.
Di kelas.
"Taehyung, kamu nanti latihan basket nggak?" tanya seseorang dengan tangan menepuk bahu Jung Kook yang dikira Taehyung yang sedang duduk menyendiri di dalam kelas.
"Eh ups!! Sorry, gue kira tadi loe Taehyung, Kook!!" sesal orang itu dan langsung segera minta maaf.
"Kenapa sih, selalu saja orang-orang mengira aku ini Tae hyung!!" erang Jung Kook yang merasa kesal.
****
Jam pelajaran kedua pagi ini, kelas Taehyung dan Jung Kook adalah kelas olahraga.
"Kookie, kamu mau ikutan ke lapangan atau diam di sini aja?" tanya Taehyung pada adiknya yang masih duduk-duduk di kelas, sementara ia telah mengganti seragamnya dengan training olahraga.
"Aku ke lapangan saja. Bosan di sini," jawab Jung Kook acuh. Lalu mendahului kakaknya. Sementara Taehyung cuma bisa geleng-geleng kepala melihat sikap sang adik.
Di lapangan Basket.
"Tae oper!!' teriak Mingyu penuh semangat, saat ini posisinya sedang tidak dijaga.
Sementara di pinggir lapangan, tampak siswi-siswi memberi dukungan. Ada pertandingan antar kelas pagi ini, karena kebetulan kelas lain juga punya jadwal yang sama dengan kelas Taehyung dan Jung Kook.
"Taehyung fighting ..!!" teriak Lisa juga dengan ceria, dia sekelas dengan si kembar.
Coba aja aku bisa main, batin Jung Kook pedih yang tengah menonton di dekat lapangan, jauh dari keramaian.
"Taehyung jatuh ..!!" teriak para siswa-siswi yang tengah berkerumun tiba-tiba. Sementara Jung Kook yang mendengar, dengan refleks ia pun segera menghampiri kerumunan tersebut.
"Mian, bisa aku melihat kakakku sebentar!! Tolong beri aku jalan," pinta Jung Kook panik pada orang-orang yang masih asyik mengerumuni saudara kembarnya itu.
Tapi begitu ia berhasil mendekat,
"Neo kwencahana, Tae?" terdengar suara Lisa yang membuat langkah Jung Kook seketika terhenti. Tanpa berpikir dua kali, ia pun lantas memutuskan untuk kembali saja ke kelas mereka.
Siangnya, Jung Kook menghabiskan waktu istirahatnya dengan duduk menyendiri di taman belakang sekolah. Sementara para siswa-siswi, masih sibuk berada di kantin.
"Di sini kau rupanya, Kookie!!" terdengar suara Taehyung yang membuat Jung Kook menoleh.
Sesaat, Jung Kook sempat memperhatikan luka lecet di lutut kanan kakaknya yang sudah diobati dan diperban dengan baik oleh Lisa tentunya.
"Kau tidak mengganti bajumu, Kookie?" tanya Taehyung dengan mata melirik pada baju olahraga yang masih melekat di tubuh Jung Kook.
"Hyung duluan saja kalau Hyung mau. Aku akan menyusul nanti," jawab Jung Kook dengan nada yang terdengar dingin.
"Arraso. Tapi Kookie, jangan lupa jika kita masih punya kelas dengan Choi S
ssaem setelah ini. Jangan terlalu lama, okay?" pesan Taehyung sebelum ia pergi. Sementara itu, Jung Kook tampak masih dengan kegiatannya tadi. Memandangi hamparan rumput yang terbentang lebar di depan matanya dalam keheningan.
"Aku benci Tae hyung!!" cicit Jung Kook, dan terbawa angin yang tengah bertiup dengan sepoi -sepoi.
.
.
.
"Lisa-ya, gomawo karena kau sudah mengatakan hal ini padaku. Tapi Lisa-ya ... mianhae, aku tidak bisa ..!!" Terdengar suara Taehyung dengan halus menolak pernyataan Lisa padanya saat ini.
"Tapi kenapa Tae, naega wae?" tanya Lisa heran.
"Aku hanya tidak bisa Lis," sahut Taehyung dengan sendu.
"Tapi kenapa? Aku ingin tau alasannya, Tae?" desak Lisa merasa tak terima.
"Lisa-ya ... dengarkan aku!! Kau itu cantik, kau baik, kau perhatian, dan kau disukai oleh semua orang. Karena itu, Lis ... aku yakin pasti masih ada banyak namja di luar sana yang lebih pantas untukmu." Bujuk Taehyung dengan lembut.
"Shirreo. Kau berbohong Tae," teriak Lisa tak terima.
Sementara di saat bersamaan, Jung Kook tengah berjalan ke kelas mereka. Sesekali, tampak ia menepuk-nepuk dadanya yang terasa nyeri.
"Aku bersungguh-sungguh, Lis. Jeongmal mianhae," sesal Taehyung.
"Gotjimal, ini semua pasti karena Jung Kook, kan? Karena kau tau kalo Jung Kook menyukaiku, makanya kau melakukan hal inikan, Tae??" marah Lisa lagi.
"Aniyo. Lisa jeongmal, a--aku," ujar Taehyung terpotong, lantaran kaget saat tak sengaja matanya melihat Jung Kook yang telah tepat berdiri di depan pintu kelas mereka.
"Kookie ..??" panggil Taehyung refleks.
"A-Aku ..!! Hyung a--aku..!!" ujar Jung Kook terbata, bersamaan dengan tubuhya yang sudah lebih dulu ambruk dan membuat Taehyung juga Lisa terpekik karenanya.
.
.
.
4 hari sudah Jung Kook di opname di rumah sakit setelah insiden di kelas mereka. Jantungnya memburuk, dan mengharuskan dia untuk beristirahat total minggu ini.
"Bagaimana ini bisa terjadi, Tae? Bukankah Eomma selalu berpesan padamu untuk menjaga Kookie dengan benar, kan? Tapi coba lihat, kenapa sekarang justru kondisi adikmu kembali kritis seperti dulu lagi, eoh!" omel seorang wanita paruh baya yang dapat terdengar sayup-sayup di depan ruang rawat Jung Kook.
"Apa kau tak iba dengan keadaan dongsaeng-mu, Tae? Kau sendiri juga tau bahwa sedari dulu dongsaeng-mu itu selalu hidup dengan banyak aturan yang ketat, kan? Coba beritau Eomma, bagaimana jika kali ini dia tidak bisa diselamatkan!! Apa yang akan kau lakukan, eoh??" Marah sang eomma lagi. Sementara Taehyung di depannya tampak hanya menundukkan wajahnya saja.
"Sudahlah Yeobo, Geumanhae. Lagipula kondisi Jung Kook juga sekarang sudah mulai membaik, kan??" bujuk suaminya dengan sabar.
"Tapi tetap saja Yeobo, lihatlah, Kookie bahkan belum juga sadar hingga saat ini," jawab istrinya dengan kesal. Sementara Taehyung semakin dibuat menyesal karenanya.
"Dia terkena omel lagi sepertinya!!" gumam Jung Kook yang terdengar seperti merasa bersalah.
Sudah terbangun sejak beberapa menit yang lalu, Jung Kook sempat mendengarkan semua yang dibicarakan oleh keluarganya di depan ruangan ia dirawat.
"Mian hyung ..!!" sesal Jung Kook, sementara dadanya terasa sesak.
2 hari kemudian setelah kondisi Jung Kook membaik, ia kini telah diperbolehkan pulang oleh dokter.
"Kookie, kau masih butuh sesuatu tidak?" tanya Taehyung pada Jung Kook yang berbaring di atas ranjangnya. Saat ini mereka telah berada di kediaman mereka, atau lebih tepatnya di kamar Jung Kook.
"Eopseo Hyung," sahut Jung Kook pelan, namun kali ini tengah memperhatikan kembarannya tersebut.
"Geundae, Hyung ingin ke kamar Hyung kalau begitu!" pamit Taehyung, namun segera berhenti saat Jung Kook memanggilnya.
"Hyung mianhae ..!!" cicit Jung Kook pelan nyaris tak terdengar.
"Hah, kau mengatakan apa tadi Kookie?" tanya Taehyung yang tak mendengar, lantas kemudian mendekati adiknya itu.
"Aku minta maaf Hyung. Mian," ulang Jung Kook lagi, dan kali ini membuat Taehyung kaget hampir tak percaya.
"Kenapa begitu tiba-tiba?" tanya Taehyung dengan raut wajah heran.
"Emm ... hanya saja aku baru tau jika selama ini aku sudah jadi beban untukmu, Hyung!! Hyung bahkan jadi sering kena marah oleh eomma karena aku. Tapi aku ..!!" ujar Jung Kook yang tak sanggup melanjutkan kata-katanya.
"Tumben kau berbicara seperti ini, Kookie? Seperti bukan dirimu saja." Kekeh Taehyung, dan membuat Jung Kook cemberut.
"Yakk ... aku serius, Hyung!!" rajuk Jung Kook dengan raut wajah sebal.
"Geumanhae, kau membuat Hyung merinding, Kookie," kekeh Taehyung lagi.
Sementara Jung Kook semakin sebal dibuatnya.
"Oh ya Hyung, tentang Lisa ..!!" tiba-tiba Jung Kook mengalihkan topik mereka dan membuat tawa Taehyung seketika terhenti.
"Ada apa dengan dia?" tanya Taehyung dengan gugup.
"Telpon dia, Hyung. Beberapa hari ini kulihat Tae Hyung tak pernah mengangkat panggilan darinya. Ayo sana telpon dia ..!!" instruksi Jung Kook, sontak membuat Taehyung membuka mulutnya karena merasa tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Tapi Kookie, itu ..!!"
"Mian jika selama ini aku jadi penghalang buat kalian berdua, Hyung. Aku sadar, tak seharusnya aku begitu. Terlebih, Lisa juga tak menyukaiku," interupsi Jung Kook memotong perkataan Taehyung.
"Kookie, Hyung ..!!"
"Aku tau Tae Hyung juga menyukai Lisa. Sungguh, aku tak apa Hyung," interupsi Jung Kook lagi.
"Kenapa kau tiba-tiba begini, Kookie? Katakan pada Hyung, apa yang tengah merasukimu saat ini, eoh?" selidik Taehyung yang merasa curiga serta dengan mata menatap tajam ke arah adiknya.
"Hehehe ... jangan begitu, Hyung. Aku serius dengan ucapanku," balas Jung Kook yang justru tertawa hingga menampilkan cengiran khas kelincinya.
"Hmm ... Hyung masih tak percaya!!" ujar Taehyung yang masih merasa sangsi.
"Aish, sudah sana cepat keluar dari ruanganku. Jangan ganggu aku, aku mau istirahat!!" usir Jung Kook kemudian, dengan tangan mendorong tubuh kakaknya agar menjauh.
"Yakk ... jangan mengelak Kim Jung Kook!!" keukeh Taehyung menolak untuk pergi.
"Pokoknya turuti saja apa yang aku katakan, Hyung. Aku sedang berbaik hati tau," gerutu Jung Kook dengan tangan lagi-lagi mendorong kakaknya itu agar lekas menyingkir.
"Kau ... jadi kau serius, Kookie?" tanya Taehyung akhirnya, dan kali ini sudah berhenti untuk berontak.
"Astaga Hyung, jangan sampai aku mengulang untuk ketiga kalinya, ya?" delik Jung Kook dengan tajam.
"Hahaha ..!! Kau pasti salah makan obat, Kookie!!" kekeh Taehyung, lantas mengusap sayang surai hitam milik adiknya tersebut.
"Yaakk, aku bukan anak kecil ya!" protes Jung Kook, dan menahan gerakan tangan kakaknya itu.
"Arraso arraso. Tapi Kookie, jangan menyesal, ya?" kata Taehyung kemudian. Kali ini dengan mimik yang serius.
"Hmm, tentu saja Hyung. Sudah sana pergi!!" usir Jung Kook lagi, dan kali ini di turuti oleh Taehyung tanpa protes.
Lalu sesaat sebelum Taehyung akan menutup pintu kamar Jung Kook, tiba-tiba saja pemuda itu pun kembali menyembulkan kepalanya yang membuat Jung Kook kesal.
"Apa lagi Hyung?" tanya Jung Kook dengan garang.
"Hehe, Hyung lupa mengucapkan terimakasih," sahut Taehyung dengan malu-malu dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Astaga ..!! batin Jung Kook sendiri.
"Mmm Kookie, gomawo ne? Hyung menyayangimu Saeng," kata Taehyung dengan tulus, lantas segera menutup pintu tadi dengan cepat.
Sementara Jung Kook yang mendengarnya, mau tak mau anak itu jadi sedikit tersipu atas pengakuan yang jarang terjadi tersebut dari kembarannya beberapa saat yang lalu.
"Astaga ... bisa-bisanya dia mengatakan itu!!" monolog Jung Kook, lantas terkekeh kecil setelahnya.
"Semoga setelah ini hubungan kita akan semakin baik ya, Hyung?" gumamnya.
END
Jangan Lupa Vote dan Komen.