"Di, menurut kamu bagaimana bentuk awan di situ" kata seorang cewe yang menunjukan jarinya ke awan
cewe itu bernama Celia, Celia di namakan dengan nama itu karena saat Celia lahir dia tidak menangis, melainkan ceria dan girang.
"hmmm.... mungkin bentuk ulat"kata seorang lelaki
lelaki itu bernama Aldi,Aldi adalah seorang pria yang selalu menjadi pasangan pembicaraan Celia dan dia juga teman masa kecil Celia.
"kok cacing sih" balas Celia
"emang itu bentuknya apa bagi kamu?" kata Aldi
"bagi aku itu bentuk hati" balas Celia
"ohh berarti itu adalah cacing yang berbentuk hati"
balas Aldi
"jangan tambahin cacingnya dong kan gak manis jadinya" balas Celia
"emangnya kenapa?,cacing kan gak punya salah apa apa?"
"ya kan kenapa kamu memasukkan cacing ke dalam pembicaraan ini? emangnya salah cacing apa sampai harus masuk ke pembicaraan ini" balas Celia
Aldi mengalah karena dia tau kalau dia tetap melawan ujuk ujuk nya dia akan ngambek kayak anak kecil yang gak di beliin mainan ke sukaan nya
"yaudah aku ngalah,itu gambar hati" kata Aldi
"gitu dong dari tadi kek" ucap Celia
"ohh ya Aldi rambut kamu udah panjang banget poninya aja udah hampir sampai hidung kamu" ucap Celia yang memandangi rambut Aldi
"yaudah deh nanti aku gunting"ucap Aldi
"biar aku aja yang gunting" ucap Celia yang tampak riang
"enggak, nanti kamu botakin lagi" ucap Aldi
"gak bakal aku botakin kok, aku janji" ucap Celia
"pokoknya gak mau"ucap Aldi
"kamu itu pelit banget sih, ntar aku ngambek nih" ucap Celia
"emang apa sih salah rambut sampai mau Kamu potong" ucap Aldi
"emang apa juga sih salah rambut kamu sampai enggak kamu potong, sini biar aku potongin aja" ucap Celia
Aldi pasrah lagi, dia tidak bisa melawan perkataan Celia karena dia berpikir itu terlalu merepotkan
"yaudah ni coba kamu potong jangan sampai botak ya" ucap Aldi
"iya gak aku botakin kok" ucap Celia
Celia memotong rambut Aldi dengan bahagia, sedangkan Aldi khawatir dia akan di botakin oleh Celia
"udah siap ni coba kamu liat di kaca" ucap Celia
Aldi langsung melihat ke kaca dan untungnya rambutnya masih normal normal saja gak botak sama sekali
"hfft... untung aja"
"kan dah dibilangin gak bakalan aku botakin, gak percaya sih"ucap Celia dengan bangga
"oh iya kamu kerja kamu sekarang buat cerita kan ada projek baru gak?"ucap Celia
"aku lagi bikin cerpen namanya tu sang putri tidur"ucap Aldi
"bagus juga ya, aku harap aku bisa jadi Putri tidur, yang di cintai banyak orang dan disukai banyak orang" ucap Celia
"kalau misalkan kamu putri tidurnya orang pasti bakalan susah tidur karena dengkuran mu yang suaranya itu seperti suara speaker"
"mana ada aku saja tidur dengan indah dan imut gak mungkin aku dengkuran"
"buktinya ada"
Celia mengoceh dan menjelaskan bagaimana dia tidur
dalam hati Aldi ia berkata
"kamu bisa menjadi putri tidur itu Celia, namun kamu tidur itu bukan beberapa tahun, bukan beberapa abad, tapi kamu tertidur dengan abadi"
Aldi mengeluarkan setetes air mata
Celia melihat Aldi menangis dan bilang
"kok kamu nangis cuman karena di bentakin dikit sih? jadi jantan dong"
"aku gak nangis, aku cuman berkeringat karena mendengar ocehan mu"ucap Aldi
"aku keluar dulu buat ke WC"
"iya nanti jangan nangis ya karena di bentakin doang" ucap Celia
Aldi berjalan ke kamar mandi dan buang air kecil, dan disana Aldi tidak menangis, dia ingat kata kata Celia untuk tidak menangis
Aldi berjalan ke ruang dokter dan juga dia berada di rumah sakit, Aldi bertanya ke dokter
"dok Celia punya berapa hari lagi?" ucap Aldi
dokter membalas
"Celia mempunyai 1 hari lagi Di, kalau ada suatu hal yang ingin di sampaikan, sampaikan lah ke dia.
"baik dok makasih" ucap Aldi
Aldi kembali ke ruang Celia dan Celia bilang
"akhirnya balik juga kamu, kamu gak nangis kan di kamar mandi?"
"enggaklah" ucap Aldi
"tumben"ucap Celia yang meremehkan aldi
"kamu itu ya" ucap Aldi yang merasa jengkel
Celia tertawa dan Aldi tersenyum tipis karena melihat Celia tertawa
"oh ya ini di aku ada hadiah buat kamu, karena kamu gak nangis"ucap Celia
Celia memberikan sebuah kalung ke Aldi
"Aldi bertanya kalung apa itu"ucap Aldi
"ini cuman kalung biasa tapi kalung ini menunjukkan bahwa aku pernah ada di hidup kamu, dan aku harap kalung ini tetap kamu pakai dan kamu jaga Di"
keheningan terjadi beberapa detik , dan Aldi menerima kalung itu dan memakainya
dan tiba tiba Aldi menangis Aldi menangis sekencang kencangnya dan Celia memeluk Aldi dan ia berkata
"terimakasih atas semuanya Di, kamu telah membuat hidup ku yang sebentar ini terasa lebih lama dan lebih menyenangkan, dan maaf aku harus meninggalkan kamu duluan, aku ingin kamu mencari pasangan yang layak untuk kamu suatu hari nanti, dan Aldi terimakasih untuk waktunya, waktu yang aku habiskan bersama mu dari Bayi sampai tamat kuliah, dan ingatlah Aldi bahwa aku selalu mencintaimu, dan aku harap suatu hari nanti kamu mau menceritakan cerita sang putri tidur itu kepada ku"
"gimana bagus kan ceritanya, ceritanya memang bad end tapi semua yang Celia inginkan telah terpenuhi dan aku, Aldi akan selalu mencintaimu di hati ku selamanya, kamu sudah menjadi putri tidur yang kamu inginkan, dicintai, di sayangi dan putri tidur yang tidur untuk selamanya, selamat tinggal Celia nangraini dan selamat beristirahat untuk selamanya"
lelaki dengan kalung itu pergi meninggalkan makam itu dan pergi untuk jalan yang baru dan lelaki itu bernama, Aldi Nasution.