Tengah malam, seseorang muncul di tengah jalanan yang tampak sepi. Disinari oleh sebuah tiang lampu jalanan, sesosok itu berdiri dengan perawakan tinggi. Orang asing itu mulai berjalan kedepan dan seketika menghilang tanpa jejak.
Di lain tempat, Minaka sedang berjalan sempoyongan, usai mabuk-mabukan bersama teman-temannya. Sendirian di tengah jalan yang sepi, Minaka terus menelusuri jalan dengan kesadaran yang masih tersisa.
Saat sedang berjalan, tiba-tiba saja dua orang asing datang menghampiri Minaka. Mereka berdua berdiri di depan Minaka yang ikut berhenti bergerak.
"Bisakah kalian menyingkir? Aku sudah capek hari ini. Jadi minggirlah dari hadapanku." kata Minaka pada orang asing tersebut.
Dua orang itu memberinya sedikit jalan di tengah-tengah mereka. Dan ketika Minaka jalan beberapa langkah melewati dua mereka, Tiba-tiba saja kedua tangan dari perempuan itu langsung ditarik dan ia pun di sekap oleh orang asing tersebut.
Sebuah mobil datang, lalu membukakan salah satu pintu. Kemudian orang asing itu masuk sekaligus membawa Minaka ke dalamnya.
Perempuan itu tak bisa bersuara, lantaran mulutnya ditutup dengan kuat dan kesadarannya juga cukup rendah. Dan mobil pun mulai melaju.
Di perjalan, Minaka tidak bisa melakukan apa-apa. Kedua tangan dan kaki sudah di ikat dan mulutnya pun sudah di turup dengan lakban.
Mobil terus melaju melintasi jalanan yang lenggang tanpa hambatan. Namun, beberapa saat kemudian mobil itu berhenti dengan mendadak.
Sang supir melihat beberapa buah mobil ada di depannya dan juga menghalangi jalan.
"Bisakah kalian menyingkir dari sana?!" kata sang supir terhadap pengemudi mobil yang ada di depannya.
Usai berkata seperti itu, seketika pintu mobil yang berada di depan tersebut langsung terbuka lebar dan keluarlah seseorang yang saat itu juga langsung tergeletak di jalanan. Sang supir terkejut setelah melihat hal itu. Lalu ia pergi keluar untuk mengecek keadaan orang yang tergeletak di atas jalan tersebut. Saat ingin menghampiri, tiba-tiba saja seseorang datang dari belakangnya. Kemudian terjadilah sebuah peristiwa berdarah. Sang supir pun jatuh tersungkur di jalan beraspal itu. Melihat kejadian dengan mata kepala sendiri, dua orang asing yang berada didalam mobil sebelumnya, langsung beranjak pergi dan meninggalkan Minaka sendirian di dalam mobil.
Akan tetapi pelarian diri itu tidak bisa dilakukan dengan mudah. Dalam sekejap mata, dua orang asing itu langsung di bantai dan berakhir dengan tragis.
Dengan wujud pakaian serba hitam serta mengenakan sebuah topeng, sang pelaku langsung bergerak menuju tempat dimana Minaka berada. Perempuan itu sedang tidak sadarkan diri dalam sekapan. Kemudian dia mengendong Minaka dan membawanya pergi.
Beberapa waktu berselang, Minaka akhirnya sadarkan diri. Bangun dari baringnya, perempuan itu melihat sekitar dan merasa heran setelahnya.
"Dimana aku sekarang ini?" tanyanya bingung.
Minaka bergegas keluar dari ruang kamar tersebut, dan baru menyadari bahwa dirinya kini sedang berada di sebuah tempat penginapan.
"Siapa yang membawaku kesini ya?"
Berlari dan menanyakan resepsionis. Usai mengetahui ciri-ciri orang yang membawanya ke tempat itu, Minaka pun mulai beranjak pergi mencarinya.
"Katanya dia baru saja pergi dari tempat ini." gumam Minaka dalam hati.
Saat baru keluar dari tempat penginapan tersebut, tiba-tiba Minaka menabrak seseorang. Dan orang itu sama persis dengan apa yang dikatakan petugas resepsionis tadi.
"Kamu yang membawaku kesini kan?" tanya Minakan.
"Beritahu aku alamatmu, segera." kata orang asing bertopeng itu.
"Hei jawab dulu pertanyaanku itu."
"Cepat! Katakan alamatmu!"
Minaka yang merasa sangat tertekan, langsung mengatakan alamat tempat tinggalnya pada si orang asing. Lalu orang asing itu menyuruhnya untuk menutup mata. Dan Minaka menurutinya.
"Memangnya kamu mau ngapain?" tanya Minaka sambil menutup mata.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Minaka, orang asing itu langsung mengendongnya.
Dalam sekejap mereka berdua berpindah tempat. Minaka diperbolehkan membuka mata. Tentu saja perempuan itu terkejut. Sebab mereka sudah berpindah tempat ke daerah yang sangat jauh dari penginapan tadi.
"Kamu ini siapa? Kok kamu bisa melakukan hal semacam ini?" tanya Minaka.
"Kamu tidak perlu tau siapa aku. Itu tidak penting."
Minaka diturunkan dan mereka saling pandang.
"Sekarang kamu sudah selamat. Silahkan masuk kerumah dan jangan ulangi pulang selarut ini lagi, mengerti?" kata orang asing itu pada Minaka.
"Hmm ya. Tapi aku ingin tahu mengenai dirimu."
Minaka masih penasaran dengan orang bertopenh yang ada di hadapannya.
"Baiklah jika kamu masih penasaran. Aku akan memberitahumu sesuatu."
Orang asing itu pun mulai mengarahkan tangannya ke arah topeng yang ada di wajah. Lalu dengan perlahan topeng pun dibuka hingga menampakkan wajah darinya.
"Sekarang kamu sudah tahu kan? Kurasa ini cukup."
Orang asing itu langsung memasang kembali topeng ke wajahnya.
"Kalau begitu aku pamit dulu. Sampai jumpa."
Melangkah ke satu jalan yang ada di sebelah. Minaka coba mengikuti. Akan tetapi orang itu telah menghilang dengan cepat.
Angin malam bertiup dan menambah dinginnya suasana.
"Aku tidak menyangka, bahwa dia adalah..."
"Orang yang sudah pergi sejak lama dari kehidupanku." ucapnya dengan perasaan yang masih terkejut tak percaya.
-----SELESAI-----