"Apa yang kamu lakukan di belakangku?" tanya seorang wanita bernama Astrid.
"Aku tidak melakukan apa-apa kok. Kenapa kamu bertanya seperti itu dengan nada tinggi? Santai saja." balas sang lelaki yang merupakan pacarnya.
"Aku tahu apa yang kamu lakukan di belakangku! Jadi kamu tidak bisa berbohong lagi sekarang." Astrid berkata dengan tegas seraya meluapkan amarah.
"Lalu apa yang kamu ketahui hah? Apa?"
"Kamu sedang berselingkuh kan?! Jawab dengan jujur! Iya kan?" Astrid butuh jawaban si pacar.
"Hah? Siapa yang memberitahumu mengenai hal tersebut? Aku juga tidak melakukan itu. Lagian tidak ada buktinya kan?" balas pacarnya menantang.
Seketika Astrid mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
"Ini apa? Jelaskan padaku? Ini apa kalau bukan aksi selingkuh darimu! Masih tidak mau mengakuinya?!"
Lelaki itu terdiam kaku usai melihat selembar foto dirinya dengan wanita lain yang tengah bermesraan. Tak kuasa dengan apa yang di terimanya, Astrid langsung memutuskan hubungan istimewanya dengan sang pacar. Kini kata 'putus' terucap dari mulut Astrid dengan lantangnya. Setelah itu ia pun pergi meninggalkan laki-laki yang sekarang menjadi seorang mantan kekasih.
"Bisa-bisanya dia bermain-main di belakangku cukup lama!"
Astrid melangkah dengan cepat menuju jalan pulang. Dengan perasaan kesal dan kecewanya itu, ia hampir saja kehilangan akal di saat sedang berjalan. Sebuah jembatan yang dirinya lalui, menjadi pemberhentian secara mendadak. Astrid berdiri di dekat pembatas jembatan sambil memegang kepalanya dengan kedua tangan.
"Arrgh! Kenapa ini menyakitkan sekali!"
Air mata bercucuran membasahi pipi. Astrid menangis sejadi-jadinya. Kasih sayang dan cinta yang ia miliki sepenuh hati itu sudah dikhianati sejak lama tanpa sepengetahuannya.
"Aku telah menyayanginya sepenuh hati. Bahkan sempat membuat janji. Akan tetapi... Kenapa ini malah terjadi padaku? Kenapa?!"
Kesedihan itu berlangsung cukup lama, hingga air matanya mulai berhenti mengalir. Mata sembab dan rasa sedih masih ada di dalam hati. Astrid memandang aliran air sungai yang ada dibawahnya.
"Ini ibarat seperti aku sudah memberi bunga yang mekar dengan indahnya pada seseorang yang aku percayai. Lalu disaat sudah berada di tangannya, dia tidak merawatnya dengan baik. Dan berakhir dengan sebuah kelayuan karenanya." kata Astrid yang masih dalam balutan rasa sedih.
Malam itu menjadi bagian terburuk dari hidupnya. Malam tanpa bintang dan bulan yang ditutupi awan gelap, seperti sebuah kasih setulus hati yang sudah ditutupi oleh banyaknya momen pengkhianatan.
-----SELESAI-----