Rhith,pria dengan baju yang compang-camping itu berlari dengan kencang berusaha menghindari kerumunan warga desa yang mengejarnya.Para warga itu terus mengejar Rhith sambil berteriak akan membunuhnya.
"tangkap siluman itu!"
"jangan biarkan dia lolos atau anak anak kita akan menjadi korbannya!"
begitulah banyaknya teriakan murka dari para warga itu,Rhith mengigit bibir bawahnya dia merasa kesal karna di tuduh melakukan hal yang tak dia lakukan.
"brengsek!sudah ku bilang bukan aku yang melakukan itu!"teriak Rhith dia berbalik dan mengeluarkan api biru,kekuatan siluman rubah miliknya.Melihat api biru di tangan Rhith membuat warga ketakutan salah satu dari mereka berteriak kala itu.
"l..lihat!api!api biru!siluman itu akan membantai kita!"teriak salah satu warga,mendengar hal itu membuat sebagian warga ketakutan ada juga yang semakin marah dan masih ingin membunuhnya,kemudian sosok wanita berrambut putih dengan pakaian pendeta muncul.Dia saint yang di panggil oleh desa dan orang yang menjebak Rhith sehingga dia di tuduh menjadi dalang atas kematian anak-anak di desa itu.
melihat si saint wanita membuat Rhith semakin marah.
"oh nona saint sudah datang!"ucap salah satu warga dengan antusias, sedangkan Rhith menatapnya dengan tatapan dendam dan tak suka,aura membunuh miliknya semakin pekat.Juga dia masih memegang api biru miliknya.
"kalian semua mundur!saya akan membunuh siluman jahat ini,aura membunuh miliknya menjadi pekat sekarang,saya khawatir kalian akan terluka"ucap Saint wanita itu dengan keyakinan yang tinggi dan raut wajah khawatir,melihat itu membuat para warga terharu akan kebaikan sang saint lalu segera mundur cukup jauh,mereka yakin bahwa saint mampu membunuh siluman jahat itu.
merasa tak akan ada yang mendengar percakapan mereka Saint itu,Lai menatap Rhith dengan tatapan puas dia senang melihat kondisi Rhith yang kacau.
"senang bisa melihat mu lagi Rhith"ucap Lai dengan wajah tersenyum,Rhith menjadi semakin kesal setelah melihat senyuman itu,jika Rhith yang dulu mungkin akan langsung terpesona oleh senyuman Lai tapi dia sekarang berbeda.
"pengkhianat!kau lebih buruk dari iblis atau siluman sekalipun!"ucap Rhith dengan tatapan dingin dia benar-benar membenci Lai setelah dikhianati olehnya.
"jahatnya,meskipun aku bukan saint sungguhan tapi sifat buruk ku tak mirip dengan iblis ataupun siluman lho"Rhith tak memperdulikan ucapan Lai dia langsung membesarkan api biru yang ada di tangannya dan melemparkan nya ke arah Lai,sayangnya Lai bisa menghindari serangan itu dia hanya tergores di bagian pipi saja.
Lai mengusap pipinya yang berdarah,lalu menjilat darah itu.Matanya yang biru langsung berubah menjadi merah muda dia menatap Rhith dengan tatapan tajam.
"berani sekali siluman rendahan seperti kau melukai aku yang suci ini!"Lai murka setelah mendapatkan goresan dari api biru milik Rhith,mata merah miliknya semakin bersinar saat Lai melafalkan mantra.Itu karna Lai sebenarnya adalah mahluk summoner,tubuh Lai milik seorang pendeta wanita yang di korban kan untuknya beberapa tahun lalu,kemudian di tempati oleh jiwa miliknya yang berasal dari dunia bawah.
Rhith yang seorang siluman rubah dengan api biru terlihat sangat polos saat menolong manusia yang membencinya,kemudian Lai berusaha mendekati Rhith untuk mendapatkan hatinya lalu menjebak dia dalam perangkap yang membuat Rhith di tuduh sebagai dalang dari hilangnya anak-anak di desa.
rencana itu berhasil dan langkah selanjutnya adalah membunuh Rhith yang mengetahui sosok asli Lai.
panah berwarna putih besar muncul di tangan Lai,dia mengarahkan anak panah pada jantung Rhith.Rhith tak diam saja melihat perlawanan itu,dia juga mengeluarkan api biru yang lebih kuat untuk melawan panah milik Lai.
panah itu melesat ke arah Rhith lalu terhalang oleh api biru miliknya,namun api biru itu ternyata tak cukup kuat untuk menahan panah sehingga panah itu lolos dan mengenai lengan kanan Rhith,dia meringis kesakitan karnanya.
"aku menambahkan sihir suci ke dalam panah,kamu pikir karna aku bukan saint yang sesungguhnya maka aku tak bisa melakukan sihir suci begitu?"
Rhith menjadi lemah karna serangan Lai,dia merasa sangat kacau melihat kondisi Rhith membuat Lai semakin tersenyum lebar,dia kembali mengeluarkan panah miliknya.
"tadi aku sengaja membuat panah itu meleset,sekarang akan ku arahkan panah ini ke jantung mu"ucap Lai,dia menatap Rhith yang terlihat tak berdaya"selamat tinggal"
Rhith menggigit bibir bawahnya,darah mengalir lalu dia meneriakkan satu kata yang membuatnya di kelilingi oleh cahaya.
"teleportasi!"
sring!
Rhith menghilang dari sana,mata Lai terbelalak melihat itu dia berteriak menyuruh seluruh warga untuk mencari Rhith sampai dapat.Lai tak menyangka bahwa Rhith akan melakukan teleportasi untuk kabur darinya.
Rhith muncul di dekat pohon besar yang memiliki celah berbentuk seperti goa,dia berdarah dan terluka di sana sini lalu membaringkan tubuhnya sejenak berharap dengan melakukan itu dia bisa menghilangkan sedikit rasa sakit yang di deritanya.
"dunia ini sangat buruk untuk orang seperti ku!aku hanya ingin menghilang dari dunia ini"ucap Rhith dengan lemah,dia pingsan setelah mengatakan itu.
Rhith membuka matanya dengan perlahan,dia melihat bola yang terang di atas atap yang bermotif bunga berwarna pink,menyadari asing dengan suasana membuat Rhith terkejut.
"d..di mana aku?"Rhith bingung saat melihat benda empuk di bawah tubuhnya,dan interior dari ruangan yang dia tempati juga sangat asing,yang pasti ini bukan di dalam hutan tempat Rhith pingsan tadi.
"oh,kamu sudah bangun?"seorang wanita berdiri di ambang pintu dengan membawa piring dengan makanan yang tak di kenali Rhith,dan anehnya bahasa yang di gunakan wanita itu juga asing di telinganya namun Rhith dapat memahami apa yang di katakan wanita itu.
"selamat datang,apa kamu merasa tidak nyaman dengan kasur itu?maaf aku hanya memiliki kasur untuk anak-anak ,ini agak kecil "jelas wanita itu,Rhith semakin kebingungan saat mendengar nama benda yang di katakan si wanita.
"kasur?"
"hmm maksudnya tempat tidur"ucapnya sambil menunjuk benda yang Rhith tiduri.
"tidak.Ini sangat nyaman dan hangat,berbeda dengan milikku di hutan"
"memangnya biasanya kamu tidur di mana?"
"di dalam goa berbatu,bagiku itu tempat yang aman"
mendengar penjelasan dari Rhith membuat wanita itu terkejut lalu mengusap kepala Rhith lembut,biasanya Rhith akan menghindar jika ada orang yang melakukan kontak fisik dengannya namun aneh,dia merasa tak harus melakukan itu jika dengan wanita ini.
"pasti berat menjalani hidup seperti itu"ucapnya dengan nada yang sangat tulus,Rhith tersentak pasalnya dia tak pernah menerima ucapan tulus dari seseorang sebelumnya bahkan Lai pun tidak.
"tidak apa-apa,aku terbiasa seperti itu"Rhith berusaha meyakinkan wanita di depannya, mendengar itu membuat si wanita semakin menatap Rhith dengan khawatir.
"apa kamu lapar?aku membawakan rendang sapi dan tumis bayam,ku harap kamu suka"wanita itu menyodorkan piring yang berisi daging berwarna coklat dengan sayuran hijau di sisinya,juga benda putih(nasi) di bagian tengah.Rhith menerima piring itu dia kebingungan bagaimana cara memakan makanan di depannya karna jika di hutan dia hanya akan memakan daging bakar dan buah saja,dia tak tahu dengan benda yang menampung makanan(piring) atau benda yang ada di tangannya(sendok).Melihat itu membuat wanita di depannya tertawa.
"maaf aku lupa,mungkin di dunia mu kamu tak mengenali piring dan sendok.Kemari aku akan menyuapi kamu saja "wanita itu mengambil kembali piring dan sendok lalu dia menaruh sedikit daging dan sayur di atasnya kemudian menyodorkan sendok itu ke mulut Rhith.
Rhith memakan itu,dia merasa aneh karna tak mencurigai apa-apa pada wanita di depannya,saat merasakan rasa dari makanan yang dia makan Rhith tersentak karnanya.
"makanan apa ini!?sangat enak!"ucap Rhith dengan mulut yang di penuhi makanan,melihat itu wanita di depannya tersenyum.
"iya kan?aku sangat suka rendang dengan bayam,jika di tambah kerupuk atau sambal pasti semakin enak!"wanita di depannya terlihat bersemangat sembari terus memasukkan makanan ke dalam mulut Rhith,makanan yang bernama rendang dan sayur bayam ini adalah makanan terenak yang dia makan selama ini.
beberapa menit berlalu dan akhirnya Rhith memakan rendang dan sayur bayam lebih dari 4 piring sambil di suapi oleh wanita asing itu,dia bangga melihat Rhith makan banyak.
"nama ku Nisfahu,kamu bisa memanggil ku ifaa"ucap wanita itu memperkenalkan dirinya.
"Aku Rhith.Ifaa terimakasih atas makanannya "Rhith berterimakasih pada Ifaa,manusia asing yang memberinya makanan enak dan kasur empuk.Ifaa tersenyum melihat itu.
"jadi..Ifaa di mana ini?"Rhith akhirnya bertanya pada Ifaa tentang dunia yang dia tempati sekarang,ini terlihat sangat berbeda,juga penampilan Ifaa yang memiliki rambut hitam dan mata hitam pun terlihat tak biasa baginya.Di dunia Rhith yang memiliki rambut dan mata seperti itu hanya suku yang ada di pedalaman hutan saja.
"dunia ku di sebut bumi,kamu muncul melalui ruangan doa yang ada di kamar kakek ku.Aku menyebut kehadiran kamu sebagai tamu dari pintu"
"bagaimana aku bisa ada di sana?hal terakhir yang aku ingat adalah saat aku pingsan di depan sebuah pohon aneh dengan batang yang menyerupai goa setelah itu aku langsung ada di sini"
"aku tak tau kenapa itu,tapi yang aku tahu adalah setiap anak keluarga ayah selalu memiliki waktu saat dia bertemu tamu dari pintu,dan kami harus memperlakukan kalian dengan baik.Jadi aku berharap bisa sedikit mengurangi beban di hatimu yang berasal dari dunia itu saat kamu ada di sini,istirahatlah karna di sini kamu aman"
mendengar ucapan itu dari Ifaa membuat Rhith tertegun dia tak pernah membayangkan kata 'tenang' dan 'aman' akan menghampirinya.Rhith mengangguk singkat dia berterimakasih lagi pada Ifaa lalu Ifaa tersenyum.
"sayang,apa ada tamu?"ucap seseorang dari luar,terlihat seorang pria tinggi dengan baju yang tak di kenali Rhith(jas kantor)muncul di ambang pintu,Rhith mempertanyakan kata 'sayang' yang di ucapkan pria itu pada Ifaa,yang dia tahu kata itu hanya di gunakan oleh sepasang kekasih saja.
"kekasih mu?"tanya Rhith lalu Ifaa menggeleng,dia menunjukkan cincin kecil di jari manisnya pada Rhith.
"Bukan.Dia suamiku"ucapnya,Rhith terkejut mendengar fakta itu.Artinya mereka sudah menikah secara sah karna saling mencintai dan akan hidup bersama.Pria itu menghampiri mereka dia mencium kening Ifaa di depan Rhith seolah ingin menunjukkan bahwa Ifaa itu miliknya.
"apa ini tamu yang hadir di generasi kamu sayang?"tanya pria itu dan Ifaa mengangguk,kemudian pria itu menepuk kepala Rhith pelan.Aneh Rhith tak merasa kesal juga karna itu.
"aku Luthfi.Manusia,SUAMI Nisfahu"ucap Luthfi memperkenalkan diri dengan tersenyum dan menekankan kata suami pada Rhith,dia mengangguk paham.
"aku Rhith.Siluman rubah api biru"Rhith mengucapkan bagian akhir dengan pelan saat dia tahu bahwa kedua orang ini manusia,dia tak mau jika mereka membencinya karna dia adalah siluman.Namun reaksi Ifaa dan Luthfi biasa saja setelah mendengar ucapannya itu dia merasa aneh namun membiarkannya itu.
Sejak saat itu Rhith tinggal di dunia manusia modern,dia bahkan mengetahui banyak hal karnanya,seperti benda yang dapat menampilkan orang lain atau makanan pedas yang di sukai banyak orang.
satu minggu telah berlalu,Rhith selalu tidur di tempat kamar bayi milik Ifaa tapi dia tau bahwa Ifaa tak memiliki anak,lalu dia bertanya padanya.
"apa anak mu sudah mati Ifaa?tapi kamu masih menyimpan kamarnya?"tanya Rhith.Ifaa tersenyum pahit,begitu juga dengan Luthfi yang ada di sisinya.
"tidak.Aku tak bisa memiliki anak karna kecewa maka aku buat kamar itu dengan harapan suatu saat nanti tuhan akan memberikan ku seorang anak"mendengar itu membuat Rhith menjadi sedih,menurutnya orang sebaik Ifaa dan Luthfi pantas mendapatkan kebahagiaan dari seorang anak,Rhith mengulurkan tangannya ke arah perut Ifaa lalu mengeluarkan cahaya berwarna biru.Rhith ingin membantunya dengan menghapus penyakit yang menghambat Ifaa memiliki anak.
setelah itu selesai tubuh Rhith berubah menjadi transparan,Ifaa tau bahwa waktunya sudah habis melihat itu Rhith langsung mencium Ifaa sebelum menghilang.Rhith tersenyum sedangkan Luthfi mebelalak melihat istrinya di cium oleh lelaki lain di depan matanya.
"aku menghilangkan penyakit di perut kamu,aku harap dengan begitu kalian akan di berikan seorang anak.Luthfi jaga baik-baik Ifaa,dia istri yang sangat baik.TERIMAKASIH!"
itulah kata yang di ucapkan Rhith sebelum dia menghilang di depan Ifaa dan Luthfi.Tak sempat Luthfi memarahinya karna mencuri ciuman istri orang lain.
Rhith kembali ke tempat dia menghilang,namun pohon itu terlihat berbeda dengan awalnya.Suasana di hutan pun sangat berbeda Rhith berkeliling dan melihat desa tempat orang orang yang ingin membunuhnya hancur dengan tanah.Ternyata waktu antara dunianya dan dunia Nisfahu berbeda sangat jauh sehingga dia melewatkan banyak hal namun ini langkah yang bagus untuknya karna tak perlu lagi bersembunyi.
"aku rasa aku akan merindukan mereka,juga rendang dan sayur bayam"ucap Rhith dia tersenyum untuk pertama kalinya di dunianya itu.