Yamanaka Ino baru saja dilantik menjadi Ketua Tim 3 unit Intelijen Konoha. Satu persatu teman angkatannya datang memberikan selamat.
"Selamat Ino, kerja bagus" ucap Chouji sambil menepuk pundak Ino diikuti dengan anggukan Shikamaru.
Ten ten, Neji dan Rock Lee memberikan bunga dan ucapan selamat.
Naruto, Sasuke dan Sakura melakukan hal yang sama.
"Bukankah ini terlalu berlebihan? Aku pemilik toko bunga terbaik di Konoha kenapa semua yang datang memberiku bunga" batin Ino sambil berpura-pura tersenyum.
Ino mengunjungi makam ibunya yang terletak di luar gerbang desa Konoha. Dia meletakan bunga Tulip di pusara ibunya.
"Okaasan aku berhasil" ujar Ino sambil mengelus pusara Ibunya.
Sejak Sakura diangkat menjadi Wakil Ninja Medis, Ino menyadari dia telah kalah. Satu persatu teman angkatannya lulus ujian menjadi Jonin, sedangkan dirinya sibuk kesana kemari mengejar cinta Sasuke.
Ino menyadari betapa memalukan masa mudanya. Dia menganggap remeh Naruto, bocah bodoh di kelasnya. Sekarang Naruto telah menjadi Hokage, sedangkan dirinya bersusah payah lulus menjadi Jonin.
Yang tersisa dari dirinya hanya wajah cantiknya.
Tidak. Ino tidak lagi merasa paling cantik sejak Sasuke menjatuhkan pilihannya pada Sakura. Hal itu tidak pernah diprediksi Ino, menurutnya Sasuke tidak tertarik pada hubungan romantis.
Kesalahan terbesar dalam hidup Ino, tidak pernah mencoba. Di saat Sakura mati-matian belajar menjadi ninja medis, selalu ikut dalam misi, dan memperjuangkan cinta Sasuke. Ino justru mengejek Sakura, saat perempuan itu bilang Sasuke mengabaikannya di gunung Mokbu.
Menyedihkan.
Ino merasa dirinya wanita paling menyedihkan di Konoha. Namun Ten ten menasihatinya belum terlambat untuk berubah.
Ino memutuskan menghadap ayahnya dan meminta untuk diajarkan jurus rahasia klan Yamanaka. Inoichi terharu mendengar permintaan putrinya. Dia berkali-kali menasihati putrinya untuk meneruskan jurus klan Yamanaka, namun Ino menolak dengan mengatakan ia akan menjadi ibu rumah tangga seperti ibunya.
Inoichi mengantar Ino menemui klan Yamanaka yang lain. Ino cukup terkejut dia tidak menyadari bahwa ada klan Yamanaka lain yang masih hidup.
Pandangannya begitu sempit sehingga tidak menyadari ada banyak hal yang belum diketahuinya.
Sejak saat itu Ino berlatih jurus rahasia klan Yamanaka, di hutan klan Nara.
Setelah bertahun-tahun berlatih, Ino kembali ke Konoha dan mendaftarkan diri untuk ikut ujian Jonin karena sebelumnya dirinya hanyalah Chuunin.
Lulus menjadi Jonin Ino semakin sering dikirim mengikuti misi rank S dan rank A. Tidak hanya itu, Ino mulai mengikuti kelas pelatihan dasar ninja medis. Dirinya dibimbing langsung oleh Sakura.
Di waktu luang Ino membantu ayahnya di toko bunga. Tidak jarang dirinya mengantar bunga ke desa tentangga untuk acara-acara penting.
"Yamanaka-San, selamat untuk tugas baru anda" Konohamaru yang saat itu sedang bertugas di gerbang Konoha, memeberi ucapan selamat kepada Ino.
"Arigatou, Konohamaru. Jaa ne" Ino tersenyum lalu pergi meninggal Konohamaru.
Hari mulai beranjak sore saat Ino tiba di halaman rumahnya. Tampak Inoichi sedang menata bunga di depan toko. Ino memeluk ayahnya. Satu-satunya pria yang tidak pernah berhenti memberinya semangat.
Ino sedang menyiapkan makan malam saat seorang ninja menyampaikan pemeberitahuan misi.
Ino segera menghadap Naruto di kantor Hokage.
"Oh Ino, kau sudah datang" ujar Naruto yang sibuk mengatur kertas yang berceceran, tampak Shikamaru berdiri tenang di samping Naruto.
"Gaara memintaku untuk meneliti tanaman baru di Suna. Masalahnya cukup serius, beberapa penduduk Suna mengalami keracunan setelah mengonsumsi tumbuhan tersebut"
"Untuk sementara waktu, Sakura dibebaskan dari misi mengingat usia kandungannya yang sudah memasuki tujuh bulan"
Ino mendengar penjelasan Naruto dengan seksama.
"Tidak perlu terburu-buru, aku akan mengantikan tugasmu untuk sementara waktu" ujar Shikamaru menambahkan ucapan Naruto.
"Waktumu satu bulan" ujar Naruto mengakhiri penjelasannya.
Ino pulang dan mempersiapkan barang yang diperlukan untuk berangkat. Perjalanan ke Suna bisa memakan waktu tiga hari. Jika Ino lebih cepat, dapat ditempuh dalam dua hari.
Ino mengenakan jubah. Iklim Suna cenderung panas di siang hari, dan dingin di malam hari ditambah lagi badai pasir bisa memperlambat perjalanannya ke Suna.
Ino berpamitan pada ayahnya. Dia berjanji akan menyelesaikan misinya kurang dari satu bulan. Mengingat dirinya baru saja diangkat menjadi kepala tim, dan baru lulus pendidikan ninja medis membuatnya tidak punya waktu bersantai seperti saran Shikamaru.
Setelah melewati perjalanan panjang Ino tiba di Sunagakure. Ino menghadap Gaara, Kazekage Sunagakure melaporkan kedatangannya.
"Kau tiba lebih cepat dari perkiraanku. Yamanaka-San terima kasih untuk kedatangannya"
Ino membungkuk canggung pada Gaara. Ino dan Gaara sepantaran mereka menghabiskan waktu di akademi ninja yang sama. Ino tidak pernah berbicara denga Gaara sampai Naruto mengirimkannya untuk beberapa misi di Suna. Ini keempat kalinya Ino menjalankan misi di Suna.
"Beristirahatlah, Temari akan mengantarmu ke penginapan yang sudah kami persiapkan" ujar Gaara.
"Kazekage-Sama saya menghabiskan banyak waktu istirahat selama perjalanan ke Suna. Saya ingin segera melihat dan memeriksa jenis tanamannya" ujar Ino sopan.
Gaara berpikir sejenak. Ino jelas-jelas berbohong. Dia tiba lebih cepat di Suna, berarti dia tidak memakan waktu yang lama untuk beristirahat.
"Istirahatlah, aku akan menemuimu besok pagi" ujar Gaara lagi.
Ino menyerah dan mengikuti langkah Temari. Mereka tiba di tempat penginapan yang telah dipersiapkan.
"Jika ada yang membuatmu tidak nyaman, katakan langsung padaku" ujar Temari.
"Terima kasih. Suna selalu menyambutku dengan baik" ujar Ino.
"Kau tampak tidak nyaman di Suna" ujar Temari lagi.
"Bukan begitu. Aku punya tanggungjawab lain di Konoha. Aku berusaha menyelesaikan misi ini dengan cepat. Mohon kerjasamanya" Ino membungkuk pada Temari.
Keesokan harinya Gaara datang menemui Ino di penginapan. Mereka menuju tempat tanaman tersebut tumbuh lalu membawa tanaman tersebut ke pusat penelitian tumbuhan Sunagakure.
"Kazekage-sama arigatou, saya akan melakukan tugas saya dengan baik" ujar Ino menghentikan Gaara yang sejak tadi mengikutinya.
"Jika kau perlu sesuatu segera katakan pada Temari"
Gaara kembali ke kantornya. Pikirannya dipenuhi dengan Ino. Temari memberitahunya Ino akan menyelesaikan misi ini dengan cepat.
Setiap datang ke Suna, Yamanaka-san tidak pernah berlama-lama. Padahal Gaara ingin mengajaknya makan malam untuk sekedar mengobrol.
Beberapa kali Gaara menyuruh orang mengundang Ino makan malam secara anonim, Ino selalu menolak dengan alasan akan segera kembali ke Konoha. Gaara sampai menegur Naruto untuk mebiarkan ninja-ninja yang ikut misi ke Suna untuk tidak buru-buru pulang.
Sudah lewat beberapa hari Temari dan Kankuro bergantian melapor Ino selalu pulang larut malam, dan tiba pagi sekali demi meneliti tumbuhan tersebut.
"Tidakkah Yamanaka-san terlalu memaksakan diri?" Temari buka suara.
"Dia baru saja diangkat menjadi Ketua Tim Intelijen Unit 3 Konoha. Tentu saja dia merasa berkewajiban untuk menyelesaikan tugasnya dengan cepat". Kankuro menanggapi Temari.
"Berani bertaruh, kali ini undangan makan malam pasti akan di tolak" Temari melirik Gaara.
"Apa susahnya kau tinggalkan pekerjaanmu sebentar, dan mengundangnya secara langsung?" Kankuro ikut melirik Gaara.
"Kalau aku mengundangnya secara langsung. Dia datang hanya untuk menghargai undanganku sebagai Kazekage, bukan sebagai Gaara".
"Gadis itu tidak bodoh. Kalau kau memaksa Naruto terus-terusan mengirimnya ke Suna dia pasti akan curiga" Temari mengomentari tanggapan Gaara.
Benar. Gaara memaksa Naruto untuk mengirim Ino. Misi ini agak tidak masuk akal untuk Jonin namun Gaara tidak punya pilihan.
Gaara memasuki pusat penelitian tumbuhan Sunagakure dan disambut beberapa ninja. Gaara mengisyaratkan gestur untuk tidak bersuara. Dia melihat Yamanaka tidak mengalihkan pandangan dari tanaman yang sedang ditelitinya.
Malam sudah semakin larut, Ino merengangkan otot-ototnya pada sandaran kursi.
"Kazekage-sama" Ino sontak berdiri dan membungkuk pada Gaara.
Gaara memasang ekspresi datar. Dirinya tidak siap saat Ino menyadari kehadirannya. Dia ingin terlihat dingin di depan Ino. Kurang lebih seperti Sasuke.
Ino salah tingkah. Dia tidak bermaksud bermalas-malasan dalam misi ini. Dia hanya sedang melemaskan ototnya sejenak.
"Apa kau selalu menelan pil nutrisi?" tanya Gaara
Bukankah itu sesuatu yang wajar? Keadaan saat ini tidak memungkinkan baginya untuk menghabiskan waktu berjalan dan makan di kedai. Dia juga melarang ninja Suna membawakan dirinya makan, saat dia sedang bekerja.
Tunggu sebentar! pil nutrisi di telan Ino berjam-jam yang lalu berarti ...
"Aku tidak ingin ninja yang datang membantu Suna sakit, karena melewatkan waktu makan".
"Ah, saya meminta untuk tidak dibawakan makan saat sedang bekerja"
"Jangan korbankan kesehatanmu untuk misi ini. Kau punya waktu satu bulan untuk menyelesaikannya"
Ino merasa bersalah. Dia tidak bermaksud membuat dirinya jatuh sakit setelah misi ini. Dia hanya merasa punya tugas lain yang sama pentingnya di Konoha.
Gaara menatap Ino dingin membuat dirinya tidak nyaman. Sebaiknya dia segera menyingkir dari sini. Ino akan jelaskan pada Naruto nanti, agar tidak terjadi salah paham.
"Saya segera pulang dan istirahat" ujar Ino memecahkan keheningan.
Gaara tidak beranjak dari tempatnya saat Ino merapikan peralatan penelitian dan buku catatannya. Ino yang sedang salah tingkah merupakan pemandangan menarik untuknya.
Gaara berusaha sekuat tenaga untuk tidak tersenyum melihat wajah Ino bersemu merah.
Sementara itu Ino tampak frustasi. Gaara terus menatapnya membuat atmosfir diruangan itu menjadi panas.
Gaara menyamakan langkahnya dengan Ino. Mereka berjalan beriringan. Dalam hati Ino ingin cepat sampai di penginapannya. Ino yang terkenal easy going tidak berani mengajak Gaara berbicara.
"Aku ingin mengajakmu makan malam saat misimu sudah selesai. Ada hal penting yang ingin aku sampaikan" ujar Gaara saat mereka tiba di tempat penginapan.
Ino terkejut. Apa dirinya melakukan kesalahan? Apa Gaara melaporkan perbuatannya pada Naruto? dia tidak bermaksud menyinggung Gaara dengan sikapnya. Belum juga misinya selesai dirinya sudah membuat kekacauan.
Malam itu Ino tidak dapat tidur. Pikiran negatif berputar di kepalanya.
Sisa waktu misinya Ino habiskan untuk melakukan penelitian sekaligus menghindari Gaara. Sebisa mungkin dia berusaha tidak terlibat dengan Gaara.
Gaara menyadari hal itu dan membiarkan Temari dan Kankuro mengawasi Ino sampai misinya selesai.
Misi telah selesai. Ino menguatkan hatinya untuk menemui Gaara dan melaporkan hasil penelitiannya. Dia berusaha bersikap profesional dengan mengabaikan ucapan Gaara malam itu.
Gaara mendengarkan laporan Ino sambil memeriksa hasil laporan yang di tulis Ino.
"Ekstrak tanaman ini akan saya bawa ke Konoha untuk penelitian lebih lanjut" ujar Ino sambil berjanji bahwa khasiat ekstrak tanaman tersebut akan di laporkan kembali ke Suna.
Gaara setuju dengan usulan Ino. Konoha lebih maju dibanding Suna untuk urusan medis dan penelitian. Gaara mempercayakan hasil selanjutnya kepada Ino.
Ino meninggalkan kantor Kazekage dan kembali ke penginapan. Dia menulis surat kepada Naruto bahwa misinya sudah selesai dan akan pulang setelahnya.
"Aku harap kau tidak melupakan ucapanku malam itu" Kehadiran Gaara di luar jendela kamarnya mengagetkan Ino.
Gaara berdiri di atas awan pasirnya sambil memandang Ino yang tengah merapikan barang-barangnya bersiap kembali ke Konoha.
Ino merutuki kebodohannya. Ino pikir Gaara tidak akan menagih janjinya, mengingat Gaara tidak mengungkit apapun tentang makan malam saat dirinya melaporkan hasil penelitiannya.
"Karena kau berniat kabur, makan malamnya aku ralat menjadi makan siang dan makan malam" ujar Gaara datar.
Ino tidak mampu menolak. Dia mengikuti Gaara naik ke atas awan pasir dan berleliling melihat pemandangan bagus di Suna.
Mereka makan di kedai ramen. Gaara mengaku sejak Naruto mentraktirnya makan ramen, sekarang ramen menjadi makanan favoritnya.
Ino membiarkan Gaara bercerita tentang dirinya. Ino hanya mendengarkan sambil bersikap sopan. Dia tidak ingin menambah masalah baru di Suna.
Waktu makan malam tiba. Gaara mengajak Ino ke bukit pasir. Di sana terbentang karpet dan dua kotak makan.
"Temari dan Kankuro membantuku menyiapkan makan malam ini" ujar Gaara saat melihat ekspresi terkejut di wajah Ino.
"Ini tempat favoritku saat aku kesepian. Dari sini aku bisa melihat bulan. Di bulan ada ayah, ibu, nenek Chiyo, dan leluhurku mereka tinggal di bulan setelah kematian" ujar Gaara sambil memandang bulan yang tertutup awan.
Ino mengeryitkan dahi. Seorang Kazekage seperti Gaara mempercayai dongeng anak-anak? Gaara tidak ada bedanya dengan Naruto. Hinata saja pernah bilang Toneri tinggal sendirian di bulan.
Leluhur klan Hyuga tidak tinggal di bulan, bagaimana mungkin leluhur Suna bisa berada di sana. Ino hanya ingin kembali ke Konoha dengan selamat dia tidak ingin menyinggung Gaara lagi. Ada baiknya dia dengarkan saja apa yang Gaara katakan.
"Bagaimana denganmu?" Gaara bertanya pada Ino.
Ino membelalakan matanya dia tidak mengerti apa yang ditanyakan Gaara.
"Sepanjang hari hanya aku yang berbicara. Sekarang aku ingin dengar tentangmu"
Ino berusaha tetap tenang dan hati-hati melontarkan pertanyaan.
"Ano, Kazekage-sama anda mengundang saya untuk mengatakan hal yang penting, saya ingin mendengarnya" ujar Ino
Gaara membuka bento dan mengeluarkan sepotong Sushi. Dia menyuapkan Sushi tersebut kepada Ino.
Ino melotot kaget apa yang Gaara lakukan. Orang bisa salah paham jika melihat tingkah laku Gaara.
"Akan aku katakan jika kau memakan Sushi ini"
Ino tetap diam dengan ekspresi bodohnya.
Melihat Ino tidak kunjung membuka mulutnya membuat Gaara kehilangan kesabaran.
"Kau tidak akan bisa pulang jika tidak makan Sushi ini" ancaman Gaara sukses membuat Ino memakan sushinya cepat.
Sudut bibir Gaara tertarik. Apa Gaara baru saja tersenyum? pemandangan yang tidak biasa untuk Ino. Gaara selalu menampakan ekspresi dingin saat bertemu atau berbicara dengan Ino. Apa senyum barusan adalah harta karun?
"Aaaa" ujar Gaara membuka mulutnya.
Ino binggung.
"Lakukan hal yang sama untukku" Gaara meminta Ino menyuapinya.
Ino menurutinya karena ancaman Gaara semakin menjadi-jadi. Dalam hati Ino berkata dia akan mohon ampun pada Naruto dan Shikamaru.
Gaara menggengam tanggan Ino dan menuntunnya menyuapi Sushi tersebut yang nyaris jatuh.
Mereka mengunyah Sushi tersebut dalam diam. Ino menunggu Gaara mengatakan hal penting yang dijanjikannya.
"Selamat untuk jabatan barumu. Aku datang di hari pelantikanmu, tapi Naruto bilang kau langsung pergi setelah acaranya berakhir"
"Gommenasai Kazekage-sama, aku mengunjungi makam ibuku setelah acara pelantikan"
"Aku menyukaimu" ujar Gaara pelan.
Ino kembali membelalakan matanya. Sejak bertemu Gaara Ino memiliki kebiasaan bertanya pada dirinya sendiri untuk meyakinkan bahwa pendengarannya tidak bermasalah.
"Kau selalu menghindariku, itu membuatku kesulitan mengungkapkan perasaanku. Aku tahu kau menyukai Sasuke, aku harap aku punya kesempatan yang sama seperti Sasuke. Maukah kau mempertimbangkan perasaan suka ku? Aku ingin sebuah hubungan yang serius"
Jadi yang dimaksud Gaara hal penting itu pernyataan cintanya, batin Ino.
Ino berusaha bernafas dengan teratur menormalkan detak jantungnya yang tidak wajar.
"Maafkan aku Kazekage-sama. Aku datang untuk urusan pekerjaan, bukan untuk urusan pribadi" Ino berusaha tetap sopan.
"Sebenarnya aku meminta Naruto untuk mengutusmu ke Suna dan memberikan waktu satu bulan untuk misi ini, agar aku bisa lebih lama bertemu denganmu".
Jika Naruto mengutusku berarti Naruto...
"Naruto tahu aku jatuh cinta padamu" ujar Gaara seolah tahu apa yang ada di pikiran Ino.
Kali ini Ino sangat marah. Dia harus segera kembali ke Konoha.
--------------------------------- bersambung...