Terkadang orang-orang beranggapan
"Kamu kuat ya? masih bisa Tertawa padahal sedang disituasi sulit"
kalau aku pasti sudah nangis sejadi-jadinya.
padahal saya juga menangis tapi tidak saya tunjukan, karena rasanya orang lain tidak mungkin bisa merasakan apa yang saat ini saya alami atau rasakan, Hubungan percintaan yang selalu berahir dengan Penghianatan, Tumbuh di keluarga yang tidak Harmonis, Insecure dengan fisik, kegagalan menggapai impian, omongan kasar orang yang membandingkan proses saya dengan orang lain.
"saya Tertawa saat sedang bersama orang-orang terdekat saya, lalu saat kembali ke kamar saya akan menangis sejadi-jadinya tampa suara"
dan besoknya saya akan terus tersenyum untuk siapapun.
saya akan berusaha menguatkan orang-orang yang saya sayang saat mereka sedang sedih atau mengalami masa-masa sulit, padahal saya juga butuh dikuatkan tapi saya tidak cukup mampu untuk mengungkapkan hal-hal itu, saya lebih memilih memedamnya untuk diri saya sendiri.
dan ketika saya melihat orang-orang yang menjadi penyebab kekacauan emosi saya sekarang, mereka baik-baik saja mereka tampak bahagia lalu kenapa saya berakhir begini bukankah itu tidak cukup adil buat saya.
awalnya saya berpikir mungkin karena saya memiliki mental yang kuat makanya saya masih bertahan Tapi saya tetap Manusia punya titik Lelah, Jenuh dan Rasa ingin menyerah.
dan akhirnya saya tersadar saya bukan punya mental yang kuat, Tapi saya tidak menyadari bahwa saya sedang Sakit saya sedang merawat luka itu tapi bukan merawat untuk menyembuhkan tapi merawat luka itu semakin besar dalam diri saya dengan berpura-pura kalau saya baik-baik saja.
dan semakin hari Rasa sakit dan luka itu mulai menguasai diri saya, menghambat segala aktifitas saya, sampai pada titik terendah saya semuanya menjadi satu
Rasa tidak di Inginkan
Rasa kurang beruntung
Rasa bersalah,menyesel
Rasa tidak berguna
itu seperti lilitan tali dileher saya, yang semakin lama semakin kencang membuat saya kesulitan bernafas.
Saya Menjadi tidak ada tujuan hidup dan lebih parahnya, Saya bahkan tidak bisa Mengenali diri saya sendiri, saya tidak mengerti apa yang sebenarnya saya butuhkan, apa yang sebenarnya saya inginkan.
Lalu orang-orang akan Berkata
"Jalani saja semua akan ada waktunya untuk bahagia"
kamu tau Rasanya Hidup hanya sekedar hidup, seperti menelan ludah tak ada rasa "Hambar".
saya tidak ingin mati tapi saya tidak bisa menikmati hidup saya dan mereka berkata lagi "Kamu hanya kurang bersyukur"
bukankah memilih untuk tetap hidup disaat keinginan untuk Mati lebih besar itu adalah bentuk rasa bersyukur.
Lalu saya coba untuk memaknai lagi arti kata "BERSYUKUR" tapi dengan cara saya sendiri.
saya pergi ke "Panti Asuhan"
disana saya banyak menilat Senyum-Senyum manis dari malaikat-malaikat kecil dan terlintas dikepala saya
"mereka ditinggalkan oleh orangtuanya dan kamu memiliki itu yang tidak mereka miliki"
saya pergi ke "Sekolah Luar Biasa(SLB)"
disana mereka diantar orangtuanya pergi ke sekolah, mereka belajar dengan penuh semangat. "Bagaimana bisa kamu yang dilahirkan tampa cacat hanya memiliki setumpuk lemak ditubuh saja menjadikan mu tidak menghargai dirimu"
saya pergi ke "Rumah Sakit"
disana banyak sekali orang yang berjuang untuk tetap hidup setiap harinya.
"Bagaimana bisa kamu mengatakan hidupmu hambar disaat kamu sedang sehat dan bisa melakukan apapun yang kamu inginkan"
dan Yang terahir kamu tau saya pergi kemana?
ya, saya pergi Ke "Rumah Sakit Jiwa"
ada banyak pasien disana dengan segala usia ada yang masih Remaja sampai Dewasa dan Tua
hampir dari mereka melewati masa Sulit, tekanan Hidup dan Berahir seperti itu.
Setelah pergi dan melihat hal-hal itu saya bicara pada diri saya sendiri:
"Terimakasih untuk TUBUH yang tetap sehat walaupun kadang saya membuat kamu tidak istirahat dengan terus begadang, kadang saya melukai kamu dengan benda tajam, kadang saya membuat kamu dehidrasi karena terlalu banyak mengkonsumsi Alkohol.
Terimakasih TUBUH yang selalu memberi rasa lapar untuk mengingatkan saya makan, walau kadang saya menghiraukan kamu dan membuat kamu kelaparan"
Terimakasih untuk JIWA yang tetap waras meskipun kamu sangat tertekan dengan segala kesulitan yang saya hadapi, kamu masih terus mau untuk mendampingi saya Manusia Lemah ini.
"mulai sekarang mari kita berjalan bersama apapun yang terjadi, saya akan berusaha untuk tetap menjagamu agar tidak terluka lagi.
maafkan saya yang kemarin mengabaikanmu mulai saat ini saya akan lebih memperhatikanmu"
sampai pada titik ini ada banyak hal yang saya sadari
"saya tidak boleh hidup dengan standar orang lain, saya harus hidup dengan standar hidup saya sendiri"
"saya harus mengutamakan kebahagiaan saya sendiri,tapi jelas tampa merugikan orang lain"
"hanya saya dan diri saya sendiri yang bisa membantu saya untuk melewati hal-hal dan masa-masa sulit"
"Hanya saya sendiri yang bisa membuat saya bahagia, saya tidak boleh menggantungkan kebahagiaan saya pada orang lain"
"saya tidak kesepian karena tubuh dan jiwa saya terus menemani saya"
"saya sering me time atau waktu sendiri untuk berdebat antara hati,otak tapi ingat libatkan juga realita"
Note: sampai ditahap "Love your Self" kamu akan benar-benar merasahkan apa itu BAHAGIA