Satu hari yang cerah di toko yang sepi pengunjung, terlihat seorang penjaga toko bernama Johyun. Lelaki itu sedang duduk sambil menyandarkan kepalanya di meja kaca yang berisikan kue tersebut. Suasana sepi yang dirasakannya membuat ia sesekali menguap dan ingin segera tidur. Akan tetapi ditolaknya lantaran toko masih dalam jam buka. Menunggu terlalu lama hingga pada waktu mendekati tutup, Johyun pun mulai bergerak untuk beres-beres. Ia mulai melangkah menuju pintu untuk mengubah tanda buka pada tokonya itu. Akan tetapi saat dirinya berdiri di depan pintu, tiba-tiba saja seseorang datang dan memegang gagang pintu dari luar.
"Apakah kamu masih buka?" tanya orang yang ada diluar toko.
Johyun mengangguk dan membukakan pintu untuk orang tersebut. Seorang gadis berambut panjang dengan hodie dan rok bermotif bunga datang memasuki toko kuenya. Ia melihat-lihat kue yang ada di toko itu. Johyun hanya diam menunggu gadis itu memilih kue mana yang akan dipilihnya. Berdiri di hadapannya sambil memperhatikan jari-jari manis itu menunjuk ke sana kemari. Tak berapa lama berselang, gadis itu pun memilih kue yang akan di pesannya. Johyun mengambilkannya, lalu menaruhnya dalam kotak dan membungkusnya dengan kantong plastik khas tokonya.
Gadis itu membayar dengan uang lebih, sehingga Johyun harus mengembalikan sisanya. Usai memberi kembalian, gadis itu bertanya pada Johyun perihal jadwal buka toko kue itu.
"Toko kue ini buka dari jam berapa sampai jam berapa ya?" tanya gadis itu pada Johyun.
"Dari jam 8 pagi sampai jam 6 Sore." jawab Johyun.
"Kalau begitu bisakah aku mendapatkan nomor telepon toko ini? Agar aku lebih mudah bila memesan sesuatu." kata gadis itu.
"Baiklah. Ini nomornya." ucap Johyun sembari memberi kertas berisikan nomor telpon.
Setelah itu, gadis itu berterimakasih dan pamit setelahnya.
Johyun memandang gadis pengunjung tokonya itu hingga di depan pintu. Seseorang yang mampu menarik perhatiannya. Kemudian Johyun tersenyum dan menutup tokonya.
"Nomor itu adalah nomor telpon milikku yang akan kugunkan untuk menyimpan kontakmu wahai gadis cantik." tutur Johyun dengan perasaan senang.
-----SELESAI-----