Sepulang sekolah, Kayla di kejutkan dengan tampilan layar ponsel dari Nirmala. Perempuan itu menunjukkan sesuatu yang seketika membuat Kayla iri dengannya. Sebab isi dari tampilan ponsel milik temannya tersebut adalah sebuah ajang pamer pesan instan pacar barunya. Sekaligus ia menunjukkan foto sang kekasih. Kayla merasa kesal lantaran teman dekatnya itu sudah memiliki seorang pacar. Lelaki yang juga dikenal oleh Kayla karena mereka satu sekolah dan hanya berbeda kelas saja.
"Bagaimana? Mantap kan?" kata Nirmala coba untuk memanasi hati Kayla.
"Ih! Kamu ini. Jangan membuatku iri dengan memamerkan hubungan mesramu itu!." respon Kayla terhadap temannya.
"Lalu kamu kapan punya pacar?" tanya Nirmala.
"Hmm... Aku masih belum memiliki incaran saat ini. Jadi aku tidak bisa melakukannya." jawab Kayla.
"Apakah kamu akan dapat pacar di masa sma ini?" lanjut tanya Nirmala pada Kayla.
"Kamu ini mengejekku ya. Sementang aku masih solo, kamu seenaknya menertawakanku dan meremehkanku." Kesal Kayla.
"Hehe maaf. Aku hanya coba mengetes kamu saja kok."
"Sebal !" Kayla memalingkan muka.
"Jangan begitu. Aku kan hanya mengetes."
Melihat Kayla sudah terlanjur kesal, Nirmala pun merayunya dengan sebuah tawaran traktiran makan. Dia pun menoleh, lalu meyakinkan tawaran tersebut. Nirmala pun harus mewujudkannya agar sang teman dekat tidak merasa kesal lagi atas tingkahnya tadi.
Setelah makan dengan traktiran dari Nirmala, Kayla pun merasa senang dan berterima kasih padanya.
"Terima kasih sudah mau mentraktirku. Akhirnya kenyang juga. Memang beda ya rasanya bila di traktir makan begini." kata Kayla dengan senyum unjuk gigi.
"Urusan traktir memang bakal bilang begitu kamu. Huft." Nirmala menghela nafas.
Sepulang dari tempat makan, mereka pun berpisah jalan pulang.
Di perjalanan menuju rumah, Kayla terpikir mengenai pacar.
"Aku belum pernah mengalaminya dan belum juga merasakannya sedikit pun. Dan apakah hal itu sangat menarik dan menyenangkan?" Kayla bertanya-tanya dalam hati.
"Hmm... Tiba-tiba saja Nirmala membuatku iri walau sebenarnya aku tidak begitu tertarik sepenuhnya dengan hal semacam itu saat ini."
"Biarlah. Suatu saat aku akan mendapatkan pacar juga kan? Jodoh siapa yang tau. Yang penting hari ini aku berhasil mendapatkan traktiran darinya!" Kayla begitu puas dan bahagia dengan apa yang telah di dapatkannya tadi.
-----SELESAI-----