Ombak kecil menghampiri bibir pantai. Pasir putih mulai basah terkena air laut. Langit tampak bewarna campur kala waktu sudah masuk petang.
Dua sejoli tengah duduk bersebelahan di atas bentangan pasir halus. Sepasang mata memandang ke depan sembari menikmati suasana yang ada. Mawar dan Rama diam merenung dengab ketenangan yang mengitari keduanya. Soalan hidup yang di alami, membuat mereka berdua harus menghadapinya secara bersamaan dan segera mengambil keputusan secepatnya.
"Jadi bagaimana? Apa keputusanmu?" tanya Mawar pada Rama.
"Ini terlalu berat. Tapi kita harus mengambil sebuah keputusan untuk menghadapinya. Dan keputusanku adalah..."
Rama berhenti bicara dalam sekejap. Menunduk kebawah dengan menutup mata.
"Ada apa Rama?"
"Sulit untukku mengatakannya. Terlebih ini masalah yang tidak mudah." kata Rama pada Mawar.
Perempuan itu lalu memegang sebelah pundak dari Rama.
"Jangan terlalu berat begitu. Aku tahu ini sulit. Tapi sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan, kita harus punya keputusan soal ini, bukan? Jadi katakan dengan perlahan namun jelas tanpa ada rasa tegang di dalam batinmu."
ujar Mawar kepada lelaki di sebelahnya.
Rama mengambil tarikan nafas, lalu kembali angkat bicara.
"Jadi keputusanku setelah hubungan ini berlangsung cukup lama, maka pilihannya adalah..."
"Berhenti sampai disini saja." lanjut Rama.
Mawar terdiam dan merubah arah pandangnya.
"Itu keputusan yang kamu pilih ya."
"Iya. Maaf telah membuatmu kecewa." balas Rama.
"Aku akan menerimanya. Lagi pula aku tidak bisa berbuat banyak. Terlebih posisiku ini tidaklah besar peranannya. Akan beresiko tinggi bila terus melanjutkannya." kata Mawar sembari menghela nafas.
"Kisah kita tidak bisa bertahan seperti yang aku harapkan. Dan hubungan ini sudah berada dalam kesalahan sejak awal. Jadi aku rasa ini adalah pilihan terbaik." ucap Rama.
Perempuan itu memandang ke arah orang yang ada di sebelahnya. Lalu dirinya berkata.
"Walau hubungan ini terputus sampai disini, aku pasti akan sulit melupakan kenangan yang telah kita buat selama ini." tutur Mawar.
Rama menoleh ke arah Mawar. Kemudian ia memegang tangan dari perempuan itu.
"Kenangan biarlah berlalu. Jangan terpaku padaku saja. Akan ada masa dimana kamu menemukan cinta sejatimu. Dan aku harap kamu tidak seperti aku ini, yang bahkan nyaris melukai hati pasangan resminya."
"Aku akan menemukan cinta sejati itu. Doakan aku ya." kata Mawar dengan sedikit senyum.
"Ya. Semoga kamu bisa menemukan orang terbaik bagi hidupmu." balas Rama sekaligus menutup momen kebersamaan mereka berdua.
-----SELESAI-----