**_Kecantikan wanita yang sesungguhnya bukanlah karena raut wajahnya, cantik pikiran, cantik hati, cantik jiwanya_**
🌊🌊🌊🌊
Untuk hari ini adalah hari yang melelahkan bagi gadis yang baru saja menginjak usia 18 tahun. Karena dia harus berjuang untuk bertahan hidup demi masa depan dan juga ayah serta adiknya yang paling ia sayang. Dibalik perjuangannya dia selalu mendapatkan hal yang tidak sepantasnya dia dapatkan karena Ayahnya yang sering bermain judi serta meminum minuman yang beralkohol. Itu semua berdampak kekerasan terhadap dirinya dan juga adik kesayangannya. Karena jika dia tidak memberi Ayahnya uang ia akan dipukuli tanpa ampun walaupun dia adalah darah dagingnya sendiri.
###
"Taniaaa..."teriak ayah Tania. Dengan langkah tergesa-gesa Tania pun menghampiri ayahnya yg sedang duduk diruang tamu sambil meminum minuman beralkoholnya." Iya, Ayah ada apa kau memanggilku."sembil menstabilkan nafasnya. " Aku minta uang padamu aku kalah kemarin saat bertaruh judi dengan temanku,." Tania pun sudah tidak kaget lagi karena dia tau jika Ayahnya sudah memanggil itu tandanya dia meminta uang yang tanpa ia ketahui dapat darimana uang itu. Karena yang ada dipikirannya hanya uang,judi,minuman beralkoholnya. " Maaf ayah, untuk hari ini aku tidak memiliki uang seperpun karena kemarin sudah kau ambil semua ayah.," jawab Tania dengan gemetar ketakutan akan amarah sang ayah.
PPLAAKKK......
Sebuah tamparan mendarat pada pipi chabi Tania dan seketika itu pula tangis Tania pecah."APA KAU BILANG!,." Bentak sang ayah. Tania pun tidak mampu menjawab karena iya masih merasakan perih pada pipi yang sudah ditampar oleh ayahnya itu. "KAU BILANG TIDAK ADA UANG!!!," geram sang ayah. " i- iy-a, A- ya-h," dengan suara terbata bata Tania pun mengucapkannya."AKU TIDAK MAU TAU POKOKNYA HARI INI HARUS ADA UANG BAGAIMANAPUN CARANYA, AKU TIDAK MAU TAU.," ucap sang ayah.
Akhirnya pun Tania meninggalkan rumah dan mencari pinjaman pada orang yang bisa ia pinjamkan uangnya.
###
Sedangkan disisi lain seorang pria yang masih nyaman dalam masa lajangnya walaupun umurnya sudah matang atau sudah pantas untuk berkeluarga. Tetapi dalam usianya yang masih 26 tahun itu dia masih berkutat dengan pekerjaannya yang tiada habisnya itu. seluruh anggota keluarganya terus mendesak agar ia segera menikah karena kedua orang tuanya itu sudah tidak sabar menimang cucu. Karena mereka iri pada teman atau rekannya yang sudah menikah walaupun umurnya masih muda. bahkan ada yang sudah memiliki 2 orang anak.
Ketika ia sampai depan gerbangnya ia dikejutkan seorang gadis yang entah sedang menunggu siapa disana. Karena dia merasa terganggu dalam pemandangannya akhirnya menyuruh salah seorang bodyguard nya untuk membawa si gadis itu untuk menghadap pada dirinya.
setelah mengalami pemandangan yang tidak mengenakan ia pun pergi untuk membersihkan diri sebelum bertemu pada orang yang sudah merusak pemandangannya.
Sedangkan diluar Tania menunggu ibu Mia keluar karena ia adalah tetangganya yang ikhlas memberikannya pinjaman uang padanya. Karena ibu Mia ini adalah seorang janda tanpa anak jadi dia hanya hidup sebatang kara tetapi ketika bertemu majikannya yang mengangkatnya sebagai kepala pelayan kehidupannya berubah menjadi hidup dengan berkecukupan atau bisa dibilang lebih dari cukup. karena, itu Tania sering meminjam uang pada Bu Mia entah sudah berapa ratusan juta yg Bu Mia utangkan pada Tania.