Bagian.1
aku Ammy 16 thn . aku tinggal bersama pamanku Han.
saat usia ku 4 thn aku diurus olehnya mama dan papa sudah tiada
ingatan ku soal mereka hanya samar samar. tapi tak apa tanpa mereka aku menemukan paman asuh ku.
dia mengasuh ku walau dulu nya tak kenal sama sekali.
seiring berjalan nya waktu perasaan suka ku mulai tumbuh untuk nya.
setiap hal yg dia lakukan aku selalu mengagumi nya.
"masih belum tidur? " tanya han mengetuk kamarku.
"aku mengerjakan tugas" jawabku sambil menulis.
tak lama ia membuka pintu kamar dan menghampiri ku.
dengan perhatian lembutnya ia mengusap kepalaku. "ada yg bisa aku bantu? " tanya nya tersenyum.
perasaan ku tak karuan, dia memberi senyum yg begitu indah.
dengan senang hati aku meminta bantuan darinya.
setengah jam berlalu aku tertidur dengan tangan diatas meja.
esok harinya.
aku berkemas berangkat sekolah. paman menyiapkan sarapan sebelumnya.
setelahnya pulang aku langsung mengganti pakaian dan menyiapkan makanan sebelum ia datang. aku ingin dia memujiku.
setelah semua siap.
seseorang mengetuk pintu dan memberikan surat. katanya untuk paman.
pukul 10 mlm hari kelihatannya ia akan pulang terlambat. tak sengaja surat itu jatuh. karna aku penasaran aku membuka isi suratnya.
"paman bakal menikah? " membaca surat nya.
11.00
aku berlari tanpa arah sambil menangis. entah mengapa aku sangat menyedihkan.
aku pergi ke makam orang tua ku. dalam gelap malam aku terus menangis.
"aku menyukai nya... hikss.. hhhh.... aku tak mengerti apa pun... hsss... yah dia sudah seperti orang tuaku mana mungkin dia membalas perasaan ku.... "
"mama....papa...bagaimana aku menghadapi perasaan ini"
"memang perasaan apa yg kau hadapi" suara lembut dari belakang ku.
aku membalikkan badan dan melihat nya.
"bodoh....aku mencari mu kemana mana....kau tidak tahu yah betapa cemasnya diriku? " ucapnya sambil memelukku.
"huaaaaaa...... " aku menangis sepuasnya di pundak nya.
"kenapa? apa yg terjadi? " tanya nya mengusap air mataku. "apa kau ditolak cinta yah? "
"tidak aku hanya menyimpan suka pada seseorang" jawabku.
"kenapa gk bilang aja?" tanya lagi.
"dia org yg sulit untuk dicapai"
"kalau begitu aku akan mendukung mu" ucapnya memegang erat tangan ku.
hujan gerimis mulai turun.
"ayolah pulang...apa paman sudah makan masakan ku" tanya ku.
"bagaimana mau makan kalau aku khawatir dan mencari mu"
sesampainya dirumah.
"keringkan badanmu? " suruh paman
"siap paman" bergegas pergi.
sesudah selesai.
"paman... ummm... anu....tadi ada pengirim surat dan ini surat untuk mu" serahkan.
ia pergi membaca suratnya.
"segitu nya tidak mau memberi tahu ku" ucapku berbisik.
satu minggu kemudian kedatangan tamu.
wanita yg begitu cantik mencari paman.
yah aku cemburu......
dengan mudah nya paman menyuruhnya masuk ke ruangan pribadinya.
yg kulakukan hnya menonton televisi dan mendengarkan ucapan mereka yg samar samar.
setengah jam berlalu mereka baru keluar.
"Hai... Hai... inikah anak yg kau bilang padaku" ucap wanita tersebut mencubit pipiku.
"adik, namaku Klara" dia Klara.
"siapa yg kau sebut adik" ucapku dengan tatapan tajam.
"yah aku bercanda jangan menatapku begitu....itu terlalu.... menggemaskan"
"hey apanya yg mengemaskan" nada tinggi.
"tenanglah....memang benar wajahmu sekarang ini kelihatan menggemaskan" ucap paman pelan seperti berbisik.
"han itu tidak kedengeran tau" ucap Klara.
"diamlah" paman pergi dengan buru buru.
"hey aku menyukai pamanmu apa kau juga menyukai nya? " ucap Klara merangkul pundakku.