Jasmin: Win, ke kantin, yuk!
Wina: Ngapain?
Jasmin: "Yah, jajanlah! Masak ke situ les bahasa Inggris?"
Wina: "Aku nggak punya uang!"
Jasmin: "Ya, sudah! Aku traktir!"
Wina: "Yang benar? Alhamdulillah... Ayo!"
Randy: "Kamu baik sekali, Jas! Aku boleh ikut ditraktir, nggak?"
Jasmin: "Boleh... Kita cukup-cukupi jajannya."
Randy: "MashaAllah... Betul-betul kamu dermawan, Jas! Mau jadi istriku, nggak?"
Wina: "Ha? Sudah nggak punya duit mau melamar?"
Randy: "Namanya juga usaha, Win! Siapa tahu berkah?"
Wina: "Tapi, kan, kau masih kuliah?"
Randy: "Yang penting, kan, jawaban Jasmin! Bagaimana menurutmu, Jas?"
Jasmin: Baiklah! Nanti setelah makan kita lihat bakal gedung resepsi nanti, ya?"
Randy: "Oh, siap, Jas! Tapi, kalau begitu kita selesaikan kuliah kita dulu, ya!"
Wina: "Halah! Kena kau! Makanya cari duit dulu! Baru lamar anak orang!"
Randy: Namanya juga latihan, Win... Hehehe..."
Mereka pun makan bersama di kantin.