Kehidupan saat ini semakin hari semakin sulit di mengerti. Ada orang yang berjuang untuk menggapai mimpinya, ada juga yang hanya mengikuti arus kehidupan yang sedang terjadi, ada pula yang kehidupannya sempurna tapi malah ia sia-siakan. Aku adalah orang yang berjuang demi mimpi, namun takdir ku tidak begitu baik.
Aku adalah gadis berusia 19 tahun, aku berasal dari desa kecil dan pergi merantau ke kota besar demi mendapatkan kehidupan yang layak. Aku adalah seorang pemimpi yang besar. Aku berhasil lulus SMP saat usiaku masih 13 tahun, dan aku adalah seorang siswi yang mendapat posisi ke 3 dengan nilai akhir Ujian Nasioal (UN) tertinggi seprovinsi Jawa Barat.
Namun masa itu sudah berakhir 6 tahun yang lalu, begitu juga dengan pendidikan ku. Kini aku meninggalkan desa kelahiran ku dan pergi ke kota besar. Aku sebenarnya tidak ingin mengakhiri pendidikan sampai di sini, namun keadaan ekonomi keluarga ku yang sangat buruk, membuatku terpaksa harus putus sekolah. Orang tuaku memutuskan untuk menjual rumah kami di desa dan memilih tinggal di kota, alasannya 'berharap bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi' namun nyatanya selama 6 tahun ini belum ada perkembangan apa pun.
Aku menyesal meninggalkan desa ku dan berhenti sekolah. Seandainya waktu itu, beasiswa dari pemerintah menjamin ku sampai lulus SMA, aku pasti tidak seperti ini. Aku memang tidak punya kuasa untuk melawan peraturan pemerintah, tapi aku juga kesal mengapa beasiswa yang aku dapatkan begitu kecil, bahkan uang beasiswa yang aku dapatkan saat itu tidak bisa menjamin sampai kenaikan kelas di tahun berikutnya. Terkadang aku juga menyesal mengapa aku terlahir di keluarga yang miskin, tapi apalah dayaku, aku adalah seorang manusia biasa yang tak sepantasnya menyalahkan Tuhan dan orang lain seperti ini.
Tahun demi tahun aku jalani dengan berat hati dan tersesat, aku tidak bisa berhenti menyalahkan Tuhan yang memberikan kehidupan untuk ku. 'Setiap kekhilafan pasti ada jalan untuk bertaubat'. Saat usiaku ku menginjak 17 tahun, aku menyadari suatu hal yang sangat penting. Tuhan telah memberikanku otak yang cerdas, dan tubuh yang sehat, bukankah itu adalah hal yang amat berharga. Aku mulai bekerja serabutan saat usiaku 13 tahun, aku sudah mendapatkan pengalaman hidup yang sangat banyak di usia yang masih muda. Seharusnya aku mengerti apa rencana Tuhan di balik kejadian ini.
Aku membuka mataku dan mulai berusaha kembali untuk mengejar mimpi ku. Aku masih bisa kembali melanjutkan pendidikan ku dengan menyisihkan uang hasil kerjaku, lalu akan aku gunakan untuk membiayai pendidikan yang sudah aku tinggalkan. Mungkin aku juga bisa melanjutkan sampai perguruan tinggi. Aku hanya harus yakin dan tetap berusaha, tidak ada kata terlambat untuk seorang yang memiliki tujuan untuk menggapai mimpinya.
1tahun sudah berlalu, akhirnya aku bisa kembali melanjutkan pendidikan ku. Aku tidak ingin menyia-nyiakan perjalanan berharga ini berlalu begitu saja, aku mulai menulis pengalaman ini di sebuah buku diary kecil ku. Jika suatu hari nanti aku mulai merasa lelah dan putus asa, aku bisa membaca dan mengingat kembali perjalanan itu, dan kembali bersemangat.
***
Keinginan untuk melanjutkan SMA, sudah tercapai. Aku menginginkan hal lain, aku menemukan mimpi baru, yaitu melanjutkan pendidikan ku ke jenjang yang lebih tinggi di bidang sastra.
Sejak kecil aku sangat menyukai membaca buku, aku juga sangat suka belajar. Aku lebih suka bergelut dengan buku di bandingkan dengan digital. Tidak ada salahnya kan, jika aku mengharapkan hal yang lebih dari kegemaranku itu. Selain itu aku juga sangat menyukai belajar hal baru mengenai, budaya, bahasa dan hal lainnya yang berhubungan dengan sastra.
Namun suatu hari, aku merasa ada sedikit keraguan di dalam hatiku, apa aku bisa melanjutkan pendidikan ku ke universitas?. Pertanyaan itu selalu muncul ketika aku ingin melangkahkan kakiku. Tetapi bukankah , hal ini yang manusiawi jika aku juga pernah merasa ragu dengan keputusan ku.
Aku melanjutkan pendidikan menengah akhir ku di Sekolah Paket, atau sering di sebut Kejar Paket (sekolah susulan). Aku mengambil Kejar Paket C selama 1 tahun, aku sengaja mengambil waktu yang singkat, agar aku bisa kuliah di usia yang muda. Aku membuka buku diary ku, membacanya dengan tenang, dan ingatanku tentang perjalanan itu pun teringat kembali. Aku memgumpulkan semangat dan keyakinan ku kembali, sebelum aku benar-benar melangkah. Tidak masalah bukan jika aku berharap, menjadi orang yang sukses di usia muda?.
Aku mencoba ikut ujian masuk perguruan tinggi, meski bukan universitas favorit setidaknya aku bisa melanjutkan pendidikan seperti yang aku inginkan. Aku juga mulai melangkahkan kakiku di dunia literasi. Aku ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana lika-liku perjalanan ku untuk menggapai mimpiku. Aku ingin memberikan semangat kepada orang-orang yang pernah putus asa yang tidak memiliki mimpi seperti ku dulu.
Aku ingin menyampaikan kepada semua orang, bahwa sebenarnya tidak ada mimpi yang terlalu tinggi dan tidak ada pemimpi yang terlalu rendah. Semua orang berhak memiliki mimpi dan berjuang untuk menggapainya. Berusaha dan berdoa adalah kunci dari keberhasilan, jangan lupa untuk percaya diri dan jauhkan perasaan putus asa agar tujuan mimpi bisa benar-benar tercapai.
Meskipun awalnya tujuan ku adalah melanjutkan pendidikan sampai perguruan tinggi, namun setelah aku berusaha dan menggapainya, aku memiliki begitu banyak mimpi. Seakan-akan aku memiliki semangat baru setiap harinya. Semangat ku selalu menggebu, langkah ku begitu ringan dan pasti, ini adalah hidup yang sebenarnya. Aku mengerti sekarang, mengapa hidup itu harus memiliki tujuan.
Di indonesia mungkin, ada beberapa orang yang masih meremehkan keinginan orang lain khususnya untuk seorang wanita, yang memimpikan pendidikan sampai tinggi. Aku ingin mengubah pemikiran itu, meskipun aku tau seorang wanita akan menjadi ibu rumah tangga pada akhirnya, tetapi wanita juga memiliki potensi besar untuk menjadi sukses. Aku berharap, dunia pendidikan di Indonesia untuk para remaja seperti ku, bisa menjadi lebih baik lagi. Rasanya sangat membahagiakan bagiku ketika aku bisa menggapai mimpi ku, terutama saat aku juga bisa membuat orang lain yang seperti ku bisa bangkit kembali.
"Jika kita memiliki mimpi, sudah pasti kita akan berusaha untuk mencapainya, dan hal itu yang di namakan sebagai tujuan hidup. Saat tujuan hidup sudah di tetapkan maka kita memiliki arah untuk terus berjalan, kebahagiaan kecil pun akan sering di rasakan, kepuasan hidup akan selalu datang. Rasa tidak percaya diri, keterpurukan, dan putus asa pun tidak pernah datang. Apa sampai sekarang kalian masih ragu untuk bermimpi?."