Pernah nggak sih kalian rindu banget teman SMA kalian tapi kalian tidak bisa bertemu karena kesibukan jadwal dari mereka dan jarak yang jauh, kadang-kadang rindu itu benar-benar tak tertahankan.
Reldi adalah seorang pekerja berusia 26 tahun yang sudah menjabat sebagai manajer di perusahaan X, saat Reldi sedang memainkan game di PlayStation teringat teman-temannya yaitu Bram Tio dan Matte teman sejoli nya yang sekarang sudah kerja jauh sekali dengannya, selain itu dia juga sangat merindukan teman-teman SMA-nya dulu, dia ingin melihat Bagaimana perkembangan mereka Apa kabar mereka dan bagaimana wajah baru mereka karena jujur saja Reldi ingin sekali melihat nya.
kalau bicara tentang reuni banyak sekali dari siswa SMA Reldi tidak datang karena alasan jauh sibuk dengan anak dan lain sebagainya,membangun nostalgia jadi gagal karena tidak semuanya datang tak lengkap rasanya.
Reldi membuka album foto kenangan masa SMA nya dan berharap bisa merasakan bertemu dengan mereka kembali.
Tiba-tiba foto berubah seperti fitur Google meet yang menampilkan masing- masing dari wajah teman Reldi dan mereka masing masing Keluar dari foto SMA nya.
36 orang tanpa kecuali, aneh nya buku sekolah itu pun berubah menjadi fitur seperti Google meet dan dapat mengakhiri pertemuan dan membalikkan mereka ke tempat semula.
Mereka terkejut dengan kejadian yang menimpa mereka yang di luar nalar, dan bingung mereka sedang ada di mana, karena kamar dari Reldi agak sempit jadi 36 teman SMA itu berdesak desakan.
Reldi juga bingung kenapa hal ini bisa terjadi, perlahan lahan Reldi menjelaskan semua nya bahwa ada sebuah takdir yang tak bisa terelakkan yaitu pertemuan mereka.
Ada sebagian dari teman Reldi yang kesal karena ulah Reldi ia harus melalaikan kerjaan nya yang deadline nya dengan waktu mepet, dan sebagian ingin cepat-cepat pulang karena anak mereka sendirian di rumah.
Salah satu teman Reldi yang teliti bernama Fidian mengamati buku yang di ceritakan oleh Reldi, dia melihat ada tombol merah ( simbol telepon, Seperti Google meet).
"Karena kita sudah disini bagaimana kita, berbicara sebentar," ucap Reldi.
"Reldi kita keluar dari kamar kamu dulu sempit nih,"Ucap si perfeksionis Lola.
Karena Fidian yang terburu-buru ia ingin mengecek perusahaan nya di daerah X dia juga tak mau bergaul dengan teman SMA nya yang tak ada sesukses nya.
"Ayok, Bos besar keluar dulu kita makan," tawar Reldi dengan wajah senang.
Fidian tak menginginkan pertemuan dengan teman SMA nya karena buang-buang waktu, Fidian memencet tombol merah ( yang arti nya pertemuan itu akan berakhir).
Semua teman-teman Reldi pun menghilang saat ia ingin menyuguhkan minuman dingin.
Reldi kembali ke kamar nya dan melihat album alumni SMA nya berubah seperti biasa, kesenangan berubah menjadi murung.
Namun ada chat dari grup SMA, bahwa mereka setuju dengan pertemuan ulang tanggal 28 Agustus,halnini membuat Reldi senang tiba tiba di bagian wajah dari Fidian bersinar tertulis di album ( di atas foto foto Fidian ) tanggal 28 Agustus, di atas foto yang lain yang gelap, tanggal 28 Agustus Fidian akan datang dan Pastikan dia tak memencet tombol merah nya lagi.
Tamat.