Malam itu aku rindu dengan teman ku nama nya Zein ,ia satu satu nya teman yang paling dekat denganku .Aku ingin menghubungi Elin adikku melalui video call, karena Terakhir kali aku bertemu dengan Zein ia bersama Elin. Namun jaringan ponsel ku malam itu sangat lambat jadi aku mengurungkan niat ku untuk menelpon Elin. Padahal aku sangat rindu dan khawatir pada Zein karena ketika aku bertemu dengan Zein ia tak pernah tersenyum lagi.
Malam esok aku mencoba menghubungi Elin untuk menanyakan tentang Zein.
Aku: Hai El kamu tau di mana Zein? yang
Elin: iya dia ada bersama sedang duduk di atas kayu .
Aku: bisakah aku melihat nya ?
Elin:baiklah...
Elin memperlihat kan Zein yang tengah duduk manis di atas kayu . Tapi seperti yang aku katakan tadi ia tak tersenyum sedikitpun padaku ,aku mulai bertanya.
Aku: bagaimana kabar mu Zein ,aku rindu padamu terutama senyum mu itu
Zein: Mmm...
Zein diam ia hanya melirikku sebentar lalu bergumam seolah cuek acuh tak acuh .
Aku: Zeinous Alcresh , kenapa kau diam ayolah setidak nya tersenyumlah untukku !
Zein: Mmm...
Ia tak menjawab pertanyaan ku ,aku mulai acuh tak acuh padanya,Walaupun aku dan Zein berteman tapi keluarga besar ku membenci Zein karena ayah nya telah membunuh orang tuaku .Di samping itu aku terus memperhatikan mulutnya yg tidak bisa bergerak ,aku menantang nya.
Aku: Zein ,kenapa ? kenapa diam ayo jawab pertanyaan ku kalau tidak mau jawab ayo tersenyumlah ohh.. atau waktu itu aku menjahit mulutmu dengan sangat rapat haaa..?? , kaki mu masih dirantai dengan rapi bukan aku yakin Elin tidak membukakan nya
Zein tak menjawab perkataan ku ia meronta ronta terlihat darah kering memenuhi mulutnya .Aku tak peduli dan langsung mematikan ponsel.
Aku lelah dan berbaring di samping potongan potongan daging yang telah di mutilasi seseorang .
Aku: Ayah Ibu aku akan membalaskan dendam mu pada Anak keturunan Alcresh
Esok nya aku pergi menemui Zein dan Elin di villa keluargaku . Aku membawa tas berisi barang berat di bagasi dan aku mengeluarkan nya lalu menyeret tas besar itu ke dalam villa paling puncak.
Ketika aku masuk aku melihat Elin tengah menyantap makanan nya di samping Zein .Zein tetap duduk di kayu kemarin tubuh nya terlihat kurus mungkin beberapa hari yang lalu aku tak menyuruh Elin memberi makanan untuk nya.
Aku mendekat pada Zein dan berkata
Aku: Apa kau lapar ?
Zein mengangguk lemas dan melihat ke arahku , aku merasa iba lalu aku mengeluarkan roti isi yang sudah berjamur ku pungut dari tempat sampah di jalanan tadi.
Zein mengambil cepat roti yang ku pegang lalu membuka plastik kemasan dan merobek nya sedikit demi sedikit untuk di makan namun mulutnya yang kujahit terlalu rapat tetap tak bisa mengunyah roti itu .
Aku mengeluarkan Air putih yang sengaja aku siapkan untuk Zein. Ia juga mengambil cepat air yang kupegang dan menengadahkan kepala nya untuk meminum air , untuk air itu hanya bisa masuk ke mulut nya sedikit sedikit.
Elin memberi isyarat kalau aku harus melakukan sesuatu pada Zein segera, aku pun menggangguk ceria.
Dengan cepat aku menarik jahitan di mulut Zein dan... bibirnya sebagian terlepas menggantung di jahitan yang kutarik aku sangat kasihan namun tak semudah itu aku melepaskan Zein.
Aku: Ayo coba bicara TUAN ALCRESH !
Zein: Ahh..le-lepas... kan a-ku...
Aku memegang tangan Zein lalu mengikatnya menggunakan rantai .
"Kau pikir setelah ayah mu memutilasi mayat ayah dan ibuku , aku dengan mudahnya melepaskan mu ? oh tentu tidak tuan Alcresh "
Zein memberontak namun usaha yang sia sia , aku telah merantai nya bukan ? . Tiba tiba Zein berusaha menggerakkan bibir nya lalu berjanji padaku ,janji apa itu?
Zein: Ku mohon... Helena... a-aku berjanji akan melindungi kalian sebagai permintaan maaf a-ayah... ku .
Zein mengangkat jari kelingking nya untukku .Aku tak terima jika ia berjanji seperti itu, apa semudah itu cara meminta maaf untuk orang yang telah membunuh orangtuaku.Aku mengambil kapak di tas tadi dan meletakkan tangan nya di kayu dan aku melayangkan kapak ke jari kelingking nya.
"Krakk!! " uhh i like it .
Zein shok dan meringis kesakitan ia menarik tangan nya . Aku yang memaksa nya meletakkan jari nya kembali di kayu
Aku: Aku tidak suka dengan orang yang berjanji seperti mu dan Ayahmu !
Elin: Helena kau harus membalaskan kematian ayah dan ibu di jari nya lalu lidah nya dan terakhir kaki nya bagaimana?
Aku:Saran mu sangat menarik Elin kenapa aku tak terpikirkan
Zein: Jangaannn !!!!
Zein berteriak aku tak peduli dan melakukan yang di katakan Elin ,setelah aku melakukan hal itu Zein masih tetap hidup jantungnya berdegup kencang dan penderitaan yang ia rasakan aku bisa melihatnya . Aku bukan orang yang suka basa basi tapi langsung to the point .
Seseorang mendobrak pintu villa dan menodong kan pistol padaku .Aku tak takut dan terus menatap Zein sedangkan Elin masih sibuk mengunyah makanan yang di pegang nya .
Polisi:Angkat tangan dan berhenti menyiksa anak itu!
Aku: Ada hak apa kau menyuruh ku berhenti menyiksa nya hah?
polisi: lepaskan anak itu lalu angkat tangan ikut kami ke kantor polisi.
Aku: lalu kau mau menyuruh nya ke rumah sakit apa kau buta? tak melihat kedua kaki anak ini telah ku potong
Aku melepaskan rantai di kaki dan tangan Zein ,lalu aku ikut ke kantor polisi .Di sana aku menyelesaikan kasus penyiksaan yang kulakukan namun aku tak menyesal itu aku lakukan untuk orangtuaku .
Setelah laporan kasus ku selesai aku di penjara namun aku berhasil kabur ,aku bukan anak yang bodoh aku juga bukan anak yang pintar namun aku cerdik .
Elin sudah duluan menunggu ku di luar dan aku mengikuti elin ke tempat kediaman Zein dan menghampiri Zein di sana.
Zein ketakutan melihat wajahku dan mengayuh kursi roda nya untuk bersembunyi di belakang bodyguard nya. Aku mendekat dan berbisik
Aku:Aku berjanji tidak akan menyiksa mu lagi,tapi aku akan kembali melihatmu setelah masa penjaraku selesai kau tak perlu khawatir aku tidak akanmenyiksa mu karena aku
ME MA AF KAN MU !
Aku tersenyum dan mengangkat jari kelingking ku , Astaga aku lupa jika jari jari Zein telah ku potong tetapi tidak apa apa sebelum pergi aku mengelus pipi Zein dan kembali ke penjara dengan Elin.
Aku menghabiskan waktu bertahun tahun di penjara dan perlahan aku bisa memaafkan Zein sebagai anak keturunan Al cresh ,tetapi tidak dengan ayah nya Tuan Rheion Alcresh .