Ketika hari yang dinantikan itu tiba, Albert bergegas untuk mempersiapkan diri. Memandang cermin yang memantulkan rupa wajahnya, ia mencoba untuk tampil rapi. Hari yang begitu spesial untuknya saat ini. Sebab dirinya akan pulang ke rumah usai dalam waktu yang lama, dia tidak bertemu dengan keluarganya.
Set pakaian rapi dan tampilan yang cukup menawan, Albert dengan percaya diri mulai melangkah keluar dengan menarik koper dorongnya tersebut. Di atas kepala terdapat topi kesayangannya kala bepergian jauh. Dan kini ia mengenakannya saat ingin kembali menuju rumah.
"Hari yang kunanti telah tiba. Cerah dan tidak begitu menyengat. Semoga hari ini menjadi yang terbaik."
Albert berjalan menuju stasiun kereta. Sesampainya disana, dia pun melangkah masuk kedalam gerbong kereta yang baru saja tiba.
Suasana di dalam kereta sangat ramai sekali. Apalagi hari ini memang kebanyakan orang memilih untuk pulang ke kampung halamannya setelah diberlakukannya libur panjang mulai saat ini.
"Alu tidak sabar melihat wajah mereka. Sudah lama sekali sejak aku pergi dari sana beberapa tahun silam. Semoga mereka baik-baik saja setibanya aku disana." gumam Albert dalam hati.
Perjalanan menggunakan kereta itu menempuh waktu berjam-jam lamanya. Hingga kereta itu pun berhenti di stasiun tujuan pada petang hari.
"Akhirnya sampai juga. Cukup melelahkan duduk terlalu lama di dalam sana. Tapi demi bertemu mereka semua, aku tidak boleh menampilkan rasa lelahku ini." ucap Albert sambil tersenyum.
Ia menaiki sebuah bus, dan perjalanan berlanjut hingga tiba di dekat area kediaman keluarganya tersebut. Albert turun dengan tas koper yang dibawanya. Kemudian dirinya lanjut berjalan kaki.
Langkah kaki mulai pelan beberapa saat, sebelum akhirnya berhenti secara total.
Albert melihat seseorang tengah duduk di depan rumah dengan sebuah buku dan secangkir teh di dekatnya. Seorang perempuan muda yang sangat dikenalnya itu berada di hadapannya kini.
Albert diam beberapa saat, setelah itu ia coba membuat sedikit suara bising yang menarik perhatian dari perempuan tersebut. Melangkah memperhatikan asal suara. Perempuan itu terperangah seketika usai melihat rupa Albert ada di depan matanya.
"Albert? Itu benaran kamu?" tanya perempuan itu meyakinkan.
"Benar. Ini aku Albert. Sudah lama tidak bertemu ya, Vina." balasnya dengan senyum lebar.
Vina langsung mendekat dengan langkah kaki cepat. Dalam keadaan haru, ia menghampiri seorang lelaki bernama Albert tersebut.
"Akhirnya kamu pulang. Aku sangat senang melihatmu kembali ke sini." kata Vina sambil memeluk Albert.
"Iya. Aku pulang. Terlebih rindu ini sudah memudar dengan pertemuan ini."
"Aku pun merindukanmu. Bahkan sekeluarga juga merindukan dirimu selama ini." tutur Vina.
Mereka berdua berpelukan dalam beberapa saat. Setelah itu Vina memanggil seluruh anggota keluarga yang ada di dalam rumah, dan mereka semua berkumpul sesudahnya. Suasana tampak gembira atas kehadiran seorang Albert di tengah pusaran keluarga tersebut. Orang yang selama ini dinantikan kedatangannya, akhirnya tiba dengan perubahan yang drastis dari sebelum kepergiannya beberapa tahun silam.
Mereka semua memasuki rumah dan mengadakan pesta penyambutan untuk Albert.
Acara berlangsung lama hingga tengah malam. Setelah acara itu selesai, Albert di hantar menuju ruangan kamar oleh Vina.
"Kamar ini mengingatkanku di masa lalu. Tidak terjadi perubahan disini. Aku senang bisa kembali kesini lagi." ucap Albert melihat seisi ruang kamarnya.
"Kami tidak ingin merubah ruang kamarmu tanpa adanya izin. Jadi ruang kamar ini dibiarkan saja dalam bentuk aslinya." balas Vina.
Albert meletakkan tas kopernya dan duduk di pinggir ranjang. Dengan rasa senang serta senyuman yang terlukis di wajah, Albert mamandang seisi kamarnya itu. Vina ikut memperhatikan, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk membiarkan Albert menikmati masanya di ruangan kamar tersebut.
"Kalau begitu aku tinggal dulu. Sampai jumpa besok." Vina menarik gagang pintu.
Akan tetapi tarikan menutup pintu itu terhenti seketika, usai Albert memanggil nama sang perempuan.
Mendekat dan menatapnya dengan hangat.
"Terima kasih sudah mau menungguku selama ini." tutur Albert pada Vina.
"Iya sama-sama."
"Soal janjiku terdahulu, aku akan segera menepatinya. Jadi persiapkan saja dirimu ya."
Albert memegang sebelah pundak Vina.
"Benarkah?" Vina tak menyangka.
"Benar." jawab lelaki itu dengan singkat.
"Terima kasih, Albert. Aku mencintaimu." Vina tersenyum bahagia.
"Aku juga. Selamat malam, Vina."
"Selamat malam, Albert."
Pintu kamar ditutup dan Albert bergerak menuju ranjang untuk beristirahat. Sementara Vina yang berada dibalik pintu merasa senang tak berujung, lantaran Albert mulai merealisasikan janji yang pernah dibuatnya dahulu bersama dirinya kala masih remaja.
Sebulan kemudian, Albert pun menikah dengan perempuan bernama Vina tersebut.
Kedua keluarga hadir dan menyambut mempelai dengan taburan bunga wangi dalam balutan kebahagiaan.
"Akhirnya kita bisa selalu bersama." ucap Albert terhadap Vina.
"Aku harap kasih ini abadi." kata Vina sambil mengeratkan pegangan tangannya dengan Albert.
-----SELESAI-----