Veespera tidak percaya dengan perasaannya sendiri. Terkadang dia senang, lalu tiba-tiba dia menangis tak henti-henti sampai matanya memerah kemudian bengkak.
Hati manusia siapa yang tahu. Hal-hal semacam perasaan orang lain itu selalu mengganggunya.
Laki-laki yang dia kenal beberapa bulan yang lalu itu terlalu cantik. Lebih cantik daripada dirinya. Sangat. Mulanya dia hanya ingin memenuhi ego sesaatnya. Setelah pertunangannya yang batal dengan Austin Dé Grandolable, dirinya merasa hampa.
Selama ini, dirinya adalah pajangan keluarganya. Marquis Ambergrize, penguasa daerah perbatasan yang dekat dengan pantai. Ayahnya yang terkenal gagah itu jika di rumah menjadi sedingin salju.
Veespera anak satu-satunya sang Marquis yang gagah di medan perang. Veespera yang lemah dan selalu dilindungi keluarga Ambergrize.
(lagi pengen menuangkan ide tapi mager)