,"Gue engak gomong apa-apa? ".ucap Anisa.
"engk usah bohong lo gue tau elo gatain gue kan? ".ucap Yadi.
"Tau ah Gue mau pulang,
Anisa pun pergi meningal Yadi dan tiba-tiba kakinya terpeleset hampir saja ia terjatuh tapi ditankap oleh Yadi hap,
mereka pun saling berpelukan dan saling bertatapan,
",kenapa jantung gue ,berdetak lebih cepat kalau dia tau bisa malu gue ".ucap Anisa di dalam hati.
"kenpa jantung gue kayak mau copot yah ".ucap Yadi.
cukup lama mereka bertatapan "eh elo apaan? si lo mau modus yah ".ucap Anisa.
"idih pede banget elo siapa juga yang modus elo kali yang modus ".ucap Yadi tak terima di salah kan.
"enak aja elo kali.
"elo
"elo
"elo
"elo
begitu lah meraka, saling meyalah kan dan tak mau mengalah hinga orang yang di jalan melihat mereka,
*****
Anisa pun sampai di rumahnya ia mengempaskan badannya di sopa.
"uh capek banget ".ucap Anisa.
"Kam udah pulang ".kata wanita paruh baya itu.
"iya buk.
" Kamu mandi dulu gi sana".Ucap wanita baru baya itu.
"iya buk.
"Cowok tadik itu siapa?si kok kayak gitu".ucap Anisa ",ah megapa aku megingat ia awas aja kalau jumpa lagi.
"pagi buk ucap ".Anisa, menyapa bundanya
"pagi juga sayang.
Anisa pun duduk di meja makan sambil mencari sesuatu.
"Bun ayah mana? ".ucap Anisa.
"Ayah ada di kamar.
"pagi Bun "pagi Anisa. ".ucap Ayah.
"pagi juga Ayah ".jawab kami bersama,
"Hari ini Ayah engak ke kebun jadi Ayah mau kenalin kamu sama anak teman Ayah.
Huk...huk..huk
Anisa pun kaget dak tersedak ketika mendengarnya,
"Nisa pelan-pelan makannya ".ucap Bunda sambil memberikan minuman.
"Apa? Ayah.mau kenalin Nisa sama anak teman Ayah ".ucap Nisa meyakinkan perkataan Ayahnya,
"iyah ".ucap Ayah sinkat.
mereka pun hanya berdiam saja seketika tik tong angap aja bunyi bel
"Ada yang datang Bun? ",ucap Anisa ",biar Anisa buka
"Engak usah biar ibu aja.
"Assallamualaikum ucap seseorang.
"waallaikumsalam.
"eh jeng apa kabar? sambil berpelukan.
"baik jeng ",ucap ibu
"Eh kamu apa?
*****
"baik jeng ".Ucap ibu
"Eh kamu apa kabar? ".ucap Ayah.
"baik
"eh ini anakmu kah? jeng.
",iyah jeng Anisa salam gi ama tante Rena.
"iya ma Anisa pun mencium tangan tante Rena
",cantik sekali anaknya jeng ".ucap tante Rena memuji ku.
mereka pun ,saling duduk dan saling bercara entah bericaran apa? aku tidak perduli.
"anak kamu mana jeng? ".ucap ibu bertanya pada tante Rena.
"ada di luar jeng lagi telponan ".ucap tante Rena
anak tante, Rena pun masuk dan ketika Anisa meliatnya Anisa sangat terkejut?,
"Elo kan?, Cowok yang waktu itu kan!
"Elo lagi? ".Kata yadi
"Kalian sudah saling kenal? ".ucap tante Rena,
"Iya tan kita udah saling kenal bahkan dia yang udah buat baju aku kotor?
"Salah lo si pakai gadang di situ ".ucap Yadi tak mau kalah.
"Udah-udah jagan pada beratem?
'habisnya dia bikin kesel.
"Elo yang geselin.
"Udah-udah dong jagan pada beratem
"Ucap Ayah
Mereka pun mulai memakan, semua makanan hanya ada suara orang tua mereka sedang kan mereka..! Hanya berdiam saja?
"Kok kalia berdua diam? Saja ".ucap ibu.
"Lagi males gomong buk ".ucap ku sedikit sinkat,
"Kok gitu? sayang ".ucap tante ,Rena
"Iyah tan?
Setelah selesai makan mereka pun ahirnya langsung pamit pulang."
"kita, pamit pulang dulu yah Jeng.
"Iya Jeng, hati-hati di jalan.
Mereka pun mulai masuk ke dalam mobil dan meningal rumahnya
"Buk, Anisa masuk kamar dulu".ucap Anisa sambil melangkah menuju kamarnya belaum sampai ia di kamarnya Ayahnya pun memangilnya?
"Anisa...?"pangil Ayah Anisa.
"Iya Ayah.
"Duduk dulu sini ayah igin ngomong sesuatu?
"Gomng, apa? Ayah".ucap Anisa.
"Ayah igin kamu menikah Dengan Anak Om Reno
"Apa? menikah Dengan Anak Om Reno?".ucap Anisa kaget
"iya".ucap irwan cuek.
"Om Reno yang tadi?.
" iya,
"Engak Ayah Nisa engak mau".ucap Nisa menolok perjodohannya.
”Ayah engak, mau tau kamu harus menerima perjodohan ini Om Reno udah banyak membantu keluarga. kita ".Ucap irwan meyakinkan Nisa
"Tapi? Ayah,
Belum sempat Nisa berbicara irwan pun meningal kan ia tampa sepatah kata pun tentu, saja itu membuat Anisa sangat sedih bagai mana ia tak sedih ia akan di jodoh kan dengan cowok yang sangat ia benci Nisa pun belari masuk kamarnya, ia terus saja menagis ia tidak igin di jodoh dengan peria yang tak ia cintai tapi, apa lah daya ia tak munkin mengubah keputusan Ayahnya,
"Nisa, kamu jagan Nagis". ucap wanita baru baya
”ibu Nisa ,Engak mau sama dia Nisa Engak Gak cinta sama dia ".ucap Nisa sambil memeluk ibunya,
”ibu Gerti, Sayang tapi ibu engak bisa menentang keputusan ayahmu. sebaiknya kamu terima aja ".ucap susi meyakiknkan Putrinya.
”Tapi buk? ucap Nisa terpotong."Tidak ada tapi-tapi kamu harus menikah dalam satu mingu ini". ucap irwan yang tiba-tiba saja muncul.
”Tapi Nisa masih sekolah Yah.
”Kamu juga masih bisa sekolah Ayah mohon kamu nurut apa kata Ayah".ucap irwan memohon
Anisa tidak punya pilihan lain. selain menerima perjodohan orang tuanya Disisi lain Yadi alfero juga di tekan keluarganya untuk menerima perjodohanya dengan, Anisa.
akan kah Yadi menolak perjodohan tersebut
"Papa igin kamu menikah dengan Anisa anak teman papa dan kamu harus menerimanya tidak ada penolakan". ucap Reno
"Yadi setuju pa".ucap Yadi setuju menerima perjodohannya.
"Benaran kamu menerima perjodohan ini".ucap Reno meyakikan Yadi.
"Iya".balas Yadi sinkat dan mulai pergi meningalkan orang tuanya,
". Aku akan menerima perjodohan itu setalah aku Menikah dengannya Aku akan membuat ia Tersiksa,,ucap Yadi tersenyum.
*****
kini Anisa sedang bersiap-siap untuk sekolah ia pun mulai turun ke bawah
"pagi Ayah ibu".Ucap Anisa
"Pagi juga".Ucap mereka bersama.
Anisa, pun berankat ke. sekolah sambil mencium pungung tangan kedua orang tuanya.
"Nisa".ucap seorang.
"Apa? ".Ucap Anisa datar.
"Elo beneran mau di jodoh kan sama Yadi alfero itu,?
"Elo tau Darimna?
"Gue dengar gosib,
"Udah lah gak usah di bahas,"Ujar Anisa
****
Hari telah berganti begitu cepat waktu berputar
"ini kan? hari kamis".ucap Anisa sambil melihat kalender
"Anisa....? ".pangail seseorang.
".iyah ibu.
Anisa pun, turun kebawah alang kah terkejut ya ia melihat Ada seseorang yang ia kenal sedang gobrol. Dengan keluarganya seketika wajah Anisa.pun berubah menjadi Datar.
"Anisa sini sayang".Ucap ibu.
Anisa pun turun dan duduk di samping ibunya
"Anisa Om Reno dan tante Rena igin mengatur pernikahan kalian".ucap ayah
"Emangnya dia setuju dengan pernikahan ini".ucap Anisa merasa bingung
”.iya Gue setuju aja".ucap Yadi
Anisa merasa heran kenapa ia tidak menolak perjodohannya sedang kan Aku tau kalau dia tidak mencintai ku pasti ada yang ia rencana kan".ucap Anisa di dalam hati.