"Hyung, aku berangkat dulu" - Jungkook
Jungkook berlari menghampiri Hoseok dengan tas ransel di punggung nya. Ia sedang memakai jas dokter nya seperti biasa.
"Ne, hati hati.." - Hoseok
Hoseok mengusap lembut rambut adik nya.
"Hyung jangan lupa istirahat.." - Jungkook
"Ehm, tentu saja hyung tak akan lupa" - Hoseok
Jungkook benar benar mengerti, ia benar benar paham dengan pekerjaan hyung nya ini. Dokter adalah pekerjaan yang benar benar subik. Sibuk membantu orang, menyelamatkan orang, bahkan tak jarang mereka menolong hewan. Walaupun harus merasakan lelah, Hoseok tak pernah menyerah menjalankan kewajiban nya ini. Baginya, dokter adalah sebuah pekerjaan yang sangat mulia.
"Belajar yang benar, jangan membuat masalah di sekolah ne?" - Hoseok
"Ne, hyung! Hyung juga fokuslah menolong orang lain di rumah sakit" - Jungkook
Setelah beberapa menit bersiap, hoseok mengantar kan jungkook ke sekolah lalu melajukan mobil nya ke rumah sakit.
Tanpa sepengetahuan hoseok, jungkook bolos hari ini. Ia pergi membeli hadiah untuk hyung nya itu. Hoseok terlalu sibuk bekerja hingga melupakan ulang tahun nya sendiri.
----------------
Hoseok baru saja keluar dari ruangan pasien nya. Ia duduk di salah satu bangku bersebelahan dengan teman nya, Namjoon. Hoseok mengusap keringat nya dan meminum air mineral yang baru saja Namjoon berikan.
"Kau lelah sekali, ada apa?" - Namjoon
"Tidak.. Pasien ku sempat mengalami pendarahan.." - Hoseok
"Ah.. Itu pasti sangat melelahkan.." - Namjoon
"Eung.." - Hoseok
Saat mereka sedang mengobrol, tiba tiba pasien darurat datang.
"Yasudah kau istirahat saja, sekarang giliran ku" - Namjoon
"Ne.. Terimakasih, namjoon ah" - Hoseok
Hoseok memperhatikan Namjoon yang sedang berlari menghampiri pasien nya. Namjoon terlihat aneh.. Biasanya wajah nya akan biasa biasa saja, tapi wajah namjoon kali ini terlihat sangat panik. Hoseok berjalan mendekati namjoon dan menatap pasien tadi.
Air mata Hoseok mengalir begitu saja setelah melihat pasien darurat di depan nya. Ia ikut berlari tapi namjoon menahan nya.
"Namjoon, lepaskan aku! J-jungkook! Aku harus menolong nya!!" - Hoseok
Ya, Jungkook kecelakaan. Ia tertabrak mobil setelah membeli kado untuk Hoseok yang sudah aman di dalam tas nya.
"Hoseok ah! Hoseok ah! Kau tak boleh menangani nya! Itu sudah peraturan!" - Namjoon
"Tapi ia adik ku!" - Hoseok
"Oleh karena itu kau harus berhenti, Hoseok ah!" - Namjoon
"Agh!! Lepaskan aku!" - Hoseok
Hoseok berlari masuk ke dalam. Namjoon ikut berlari mengejar Hoseok. Ia tak bisa menghentikan Hoseok sekarang.
Hoseok menangani Jungkook sebisa nya. Ia takut.. Ia benar benar takut kehilangan Jungkook
Satu menit..
Dua menit..
Tiga menit..
Detak jantung Jungkook semakin menurun. Hoseok benar benar panik dan terus berusaha menolong adik nya.
"Ayolahh! Mana janji mu?! Bukankah kau ingin menemani hyung selama nya?! Jungkook!" - Hoseok
Tiba tiba..
TIIT------
Detak jantung Jungkook berhenti total. Jungkook pergi. Jungkook menyerah.
Hoseok tentu saja tidak rela. Ia tidak mungkin rela membiarkan adik nya pergi begitu saja. Hoseok memacu jantung Jungkook berkali kali. Tapi nihil. Jungkook sudah tak bisa di selamatkan.
Hoseok terus memaksa Jungkook bangun. Jungkook harus bangun. Jungkook harus kembali kepada nya.
Namjoon menarik tubuh Hoseok menjauh sedangkan beberapa dokter yang lain mulai mencopot alat alat dari tubuh Jungkook.
"Apa yang kau lakukan?!! Jungkook masih di sana! A-aku yakin ia masih ada di sana!" - Hoseok
"Jungkook sudah tidak ada, Hoseok ah!!" - Namjoon
"Tidak.. K-kumohon.." - Hoseok
Hoseok menangis dengan deras di dalam pelukan Namjoon. Namjoon ikut menangis pelan. Jungkook juga sangat dekat dengan nya. Bahkan Jungkook sering meminta nya untuk membantu mengerjakan tugas.
Namjoon membantu Hoseok duduk di atas kursi. Hoseok menggenggam pelan tangan adik nya yang sudah dingin tak bernyawa. Mengapa Jungkook harus pergi..? Jungkook masih muda. Ia memiliki banyak cita cita dan masa depan yang belum ia raih. Jungkook selalu bilang bahwa ia ingin menjadi dokter seperti Hoseok. Ia ingin menolong orang lain juga. Tapi Tuhan berkata lain.. Cita cita dan harapan Jungkook belum tercapai..
Tiba tiba seorang dokter masuk ke dalam ruang operasi dengan sebuah ransel hitam di genggaman nya.
"Ini, milik korban.."
"Ah iya, terimakasih" - Namjoon
Namjoon meraih tas itu dan memberikan nya kepada Hoseok. Tas Jungkook sudah sedikit koyak karena sempat terlempar dan terseret. Hoseok membuka resleting ransel Jungkook. Ia perlahan mengeluarkan kado yang seharusnya Jungkook berikan kepada nya.
Jungkook memberikan Hoseok sebuah foto kenangan mereka, gelang berwarna silver bertuliskan "JHope" dan kacamata berwarna emas. Hoseok membaca sebuah kertas yang Jungkook tulis sendiri.
"Selamat ulang tahun, hope hyung~! ✿ Hyung melupakan ulang tahun hyung, kan? Jadi, Jungkook membelikan ini untuk hyung! Jungkook menabung uang saku Jungkook sejak 3 bulan yang lalu.. Jungkook ingat saat dulu kita ke mall, hyung ingin membeli gelang dan kacamata ini. Jadi Jungkook belikan >:3 Ah iya hyung, ehmm.. Kalau Jungkook memberikan ini di rumah sakit, hyung tolong beritahu Namjoon hyung kalau aku sangat mengidolakan nya :> ♡ Katakan pada nya, aku meminta satu lagu yang ia tulis :) Intinya selamat ulang tahun, hyung~ Hyung jangan sering sering begadang.. Jungkook ingin hyung selalu sehat.. - Jungkookie yang uwu"
Hoseok dan Namjoon hanya bisa menangis melihat itu semua.
----------------
Hoseok dan Namjoon berjongkok bersebelahan di samping makam Jungkook. Namjoon meletakkan sebuah kotak di samping makam Jungkook. Kotak itu berisikan dua lembar kertas bertuliskan lagu yang paling Jungkook sukai. Hoseok meletakkan sebuket bunga di atas makam Jungkook.
"Selamat tidur, Jungkookie.. Mimpi indah.."
. _ _ _ _ _ _ _ _ _ THE END _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ .
By: aq ada
Sebenarnya author nulis judul ini karena author suka banget sama lagunya Heechul & Kyunghoon yang judul nya 'Sweet Dream' :") ♡